Bayi jadi "bau tangan" dan sulit mandiri karena terbiasa digendong. Benarkah?

Banyak orangtua khawatir anak akan tumbuh manja jika sering digendong saat bayi. Benarkah hal itu? Bukankah bayi justru amat membutuhkan digendong?

4,703 views   |   20 shares
  • Banyak orang menganggap bahwa cepat-cepat menggendong bayi saat ia menangis akan menyebabkan bayi menjadi manja, mudah menangis dan susah mandiri. Benarkah demikian?

  • Hal ini bahkan diperkuat oleh penjelasan Dr. Oz dalam bukunya "Raising Your Child". Ia menjelaskan bahwa dengan bergegas menghampiri anak yang menangis akan merampas kesempatan si kecil untuk menenangkan diri. Selain itu, anak juga akan belajar bahwa menangis adalah cara yang ampuh untuk memaksa orangtua bergegas menghampiri dan memerhatikannya. Dr. Oz menganggap ini adalah suatu kebiasaan buruk yang tidak ingin Anda teruskan.

  • Namun, bukankah bayi memang belum bisa bicara, dan hanya orang-orang di sekitarnya yang mampu membuatnya nyaman? William dan Martha Sears dalam The Baby Book menjelaskan dengan detail bahwa respon cepat dan menggendong ternyata amat penting.

  • "Gaya pengasuhan penuh kasih". Itu sebutannya. Amerika Serikat hingga sekarang pun masih mempercayai bahwa menggendong dan respon cepat akan mengakibatkan anak menjadi manja. Namun, menurut Sears, bayi tidak seharusnya dipaksa untuk mandiri karena memang belum bisa.

  • Tangisan bayi merupakan perwujudan dari "ucapan" minta diperhatikan dan meminta bantuan karena mereka belum bisa bicara. Maka, saat bayi menangis dan tidak ditanggapi, ternyata, menurut Sears, tidak akan mengubah mereka menjadi anak 'baik'. Tetapi justru akan menjadikan mereka bayi yang kecil hati.

  • Ia akan belajar bahwa ia tidak dapat berkomunikasi dengan orang dewasa, dan tidak percaya bahwa kebutuhannya akan terpenuhi. Rasa sedih dan takut sebagai penghuni baru dunia tidak dapat diatasi dan mereka akan merasa sendirian. Menggendong adalah salah satu cara untuk memberinya rasa aman.

  • Hasil penelitian Sears bahkan membuktikan bahwa bayi yang digendong akan jarang menangis. Otomatis ia menjadi anak yang lebih bahagia bahkan lebih cepat tumbuh dan berkembang, karena energi yang dipergunakan untuk menangis dapat dimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang.

  • Seorang bayi memang harus melalui tahapan masa ketergantungan yang sehat. Jika dilewati dengan baik, mereka akan tumbuh menjadi orang yang mandiri. Sering digendong akan membuat bayi merasa nyaman karena ia merasa isyaratnya dapat dibaca dan ditanggapi. Ia akan merasa terhubung dengan orangtuanya, dihargai, dan dipercaya.

  • Menurut Sears, disiplin harus kita kerjakan bersama dengan anak, bukan hanya mendidiknya. Kita dapat memulai dengan membuat anak merasa telah diperlakukan dengan baik. Disiplin adalah hubungan orangtua-anak yang dapat diringkas menjadi satu kata: kepercayaan. Anak yang memercayai orangtua akan lebih mudah melaksanakan disiplin. Anak yang merasa dicintai, lebih mudah diatur dan disiplin. Ia justru akan lebih mudah mandiri, nantinya.

  • Advertisement
  • Respon cepat dan mengggendong adalah naluri yang muncul dalam diri setiap orangtua. Haruskah kita melawan insting hanya karena orang lain mengatakan bahwa sering-sering menggendong hanya akan menyebabkan bayi "bau tangan" dan susah mandiri?

  • Atau jangan-jangan bayi yang dibiarkan menenangkan diri sendiri, lebih sulit mandiri?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bayi jadi "bau tangan" dan sulit mandiri karena terbiasa digendong. Benarkah?

Banyak orangtua khawatir anak akan tumbuh manja jika sering digendong saat bayi. Benarkah hal itu? Bukankah bayi justru amat membutuhkan digendong?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr