Ingin bahagia malah sial

Selama hidup dan sebagai makhluk hidup, tidak ada jaminan tidak akan terulangnya nasib sial seseorang. Yang penting, bukan menyembunyikan diri di gua-gua dan bertapa, tetapi tahu caranya keluar dari permasalahan atau paling sedikit meringankan.

1,813 views   |   1 shares
  • Ketidakbahagiaan seseorang dapat saja terjadi justru karena seseorang ingin bahagia. Sebagai mekanik akhir pekan, suatu hari Bang Ali ingin memeriksa dan mengganti peredam kejut belakang mobil isterinya. Secara teori, pekerjaan tersebut mudah. Melepas beberapa baut, menurunkan peredam kejut sasaran dan menggantinya dengan yang baru. Tetapi, hari itu tanpa pikir panjang, baut yang akan dilepas yang terletak di kolong mobil, yang terpapar oleh hujan, salju, panas dan debu, tentu sudah berkarat dan nempel seperti di las, dia paksa dengan kekerasan. Alhasil baut tersebut patah!

  • Gara-gara sebuah baut yang patah, maka sekarang pekerjaan berubah menjadi masalah. Seharusnya memeriksa dan mengganti peredam kejut sekarang menjadi pekerjaan membongkar seluruh roda belakang dan rem. Setelah beberapa jam berusaha maka seluruh roda dan peredam kejut serta rem terbongkar, masalah yang harus dihadapi sekarang adalah mengeluarkan baut yang patah. Pekerjaan mengeluarkan baut yang patah butuh kesabaran dan presisi, sehingga tidak menyelesaikan masalah dengan menambah masalah.

  • Malam itu, tentu saja Bang Ali tidak dapat tidur nyenyak, dia selalu gelisah, khawatir kalau masalah yang dihadapinya makin besar pada keesokan harinya, dia khawatir kalau dia harus mengganti seluruh roda belakang yang mahal karena perbuatan 'tanpa pikir' dan menyepelekan yang dilakukannya siang hari itu. Pikirnya, "Seandainya saja, saya lebih hati-hati dan sabar, tentu masalah itu tidak akan terjadi."

  • Hari-hari berikutnya tentu Bang Ali tidak bahagia lagi. Dia bekerja keras dan juga harus menahan diri pada saat yang sama, karena kalau mata bor yang digunakan untuk mengeluarkan baut yang patah itu patah di dalam baut tersebut, maka 'amin' buatnya.

  • Berikut adalah beberapa saran yang perlu direnungkan, agar tetap bahagia dalam keadaan sial:

    • Betapa pun maksud baik seseorang, dan hati-hatinya seseorang dalam bertindak dan melangkah, maka seseorang itu tetap tidak dapat menghindari kejadian yang tidak diinginkannya. Masalah, malapetaka, kesalahan, dan kesialan selalu mengintip seseorang, tidak perduli betapa seseorang tersebut telah mengantisipasi dan mencoba menghindarinya.

    • Pikiran, "Seandainya saja saya lebih ini dan itu … maka ini dan itu tidak akan terjadi …" hanya akan menambah siksaan perasaan bersalah seseorang. Tentu saja Bang Ali tidak ingin kejadian baut patah itu terjadi hari itu. Kalau dia sudah tahu, tentu dia tidak akan memaksa dengan kekerasan, karena dia masih waras. Semua itu terjadi karena kodrat manusia yang cenderung berbuat salah, entah karena ceroboh, menyepelekan atau alasan lain.

    • Mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak dapat dirubah hanya menambah beban pikiran seseorang. Namun demikian, mengganti sikap dari menyesali yang sudah terjadi dengan sikap yang positif adalah penting. Sikap yang positif seorang dalam menghadapi keadaan sulit hendaknya adalah: Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan.

    • Kadang-kadang, seseorang untuk tetap bahagia (keluar dari keadaan yang sulit) harus belajar dari pengalaman yang pahit. Apakah pengalaman pahit tersebut tidak akan terulang lagi? Semoga, tetapi selama hidup dan sebagai makhluk hidup, tidak ada jaminan akan hal tersebut. Yang penting, bukan menyembunyikan diri di gua-gua dan bertapa, tetapi tahu caranya keluar dari permasalahan atau paling sedikit meringankan akibat dari suatu masalah.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Ingin bahagia malah sial

Selama hidup dan sebagai makhluk hidup, tidak ada jaminan tidak akan terulangnya nasib sial seseorang. Yang penting, bukan menyembunyikan diri di gua-gua dan bertapa, tetapi tahu caranya keluar dari permasalahan atau paling sedikit meringankan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr