Jangan sekadar menyalahkan

Anak-anak menganggap orangtua mereka selalu benar. Mereka mengenal dunia luar melalui kaca mata orangtuanya. Anak-anak menyerap apa saja yang dikatakan dan diperbuat oleh orangtua mereka termasuk kritikan dan teguran.

1,627 views   |   4 shares
  • Ada seorang ibu usia di atas 40-an berkata seperti ini, "Seharusnya saya beli yang itu tadi" sehabis pulang dari berbelanja, seolah-olah dia menyesali keputusan yang telah dibuatnya. Sewaktu berbelanja di pasar, dia selalu memilah-milah sayuran dengan teliti, membalik-baliknya, dan membanding-bandingkan dengan sayuran lain yang ada di situ.

  • Bagi kebanyakan orang berbelanja mungkin merupakan hal yang menyenangkan dan mudah, bahkan ada yang suka berbelanja secara impulsif. Ini adalah kutub yang sama sekali berlawanan dengan belanja secara impulsif. Ibu ini rupanya selalu cemas ketika ingin membelanjakan uangnya. Seringkali untuk membeli sesuatu untuk dirinya, dia selalu berkeringat dingin, jantungnya berdebar-debar, dan mulutnya kering, seolah-olah sedang mengambil keputusan mati-hidup seseorang.

  • Mungkinkah karena apa yang dialaminya? Dia dibesarkan oleh keluarga yang kurang beruntung secara materi. Orangtuanya selalu membicarakan panjang lebar tentang seluk beluk keuangan keluarga yang selalu tambal sulam. Di samping itu, orangtuanya selalu mengeritik keputusan anaknya ketika membeli sesuatu, seperti uang sakunya dibelikan permen, mereka selalu bilang, "Kamu boros, bukankah lebih baik uangmu ditabung …" Kalau dia disuruh ke warung beli sesuatu, sepulangnya dari warung selalu dikatakan, "Wah, itu terlalu mahal … lain kali jangan mau …" Waktu dia belanja sendiri, beli sesuatu, orangtuanya selalu berkata, "Untuk apa beli itu ... " Pada hakikatnya, setiap peser yang dibelanjakan adalah suatu 'kesalahan'.

  • Anak-anak menganggap orangtua mereka selalu benar. Mereka mengenal dunia luar melalui kaca mata orangtuanya. Mereka menyerap apa saja yang dikatakan dan diperbuat oleh orangtua mereka. Kritikan dan teguran tersebut akan membekas di dalam hati mereka hingga di hari tua. Sebagai orangtua yang bijaksana, berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan:

    • Mungkin Anda sebagai orangtua terjebak dalam nasib yang kurang beruntung. Namun demikian, bukankah ketika anak-anak Anda lahir, Anda tidak mengharapkan mereka memiliki nasib yang sama? Oleh karena itu, ketika berbicara di depan anak-anak, daripada fokus pada kelemahan Anda, lebih baik fokus kepada kekuatan yang Anda miliki. Misalnya, memang Anda miskin harta, tetapi Anda memiliki pribadi penuh integritas dan kejujuran serta ulet.

    • Anak-anak tidak dapat membedakan yang baik dari yang buruk. Mereka menyerap segala yang masuk ke dalam hati dan pikiran mereka. Mereka pun menganggap orangtua mereka serba tahu dan segala-segalanya untuk mereka. Orangtua mereka adalah tempat mereka belajar mengenal dunia di luar keluarga mereka.

    • Bila anak-anak membuat kesalahan, cara memperbaikinya bukan dengan sekadar menyalahkan mereka, sehingga pengalaman buruk tersebut membuatnya 'ketakutan' seumur hidup, tetapi sebaiknya Anda tahu cara memberitahu yang baik itu bagaimana. Misalnya, anak Anda serampangan saja menyeberangi jalan yang ramai kendaraan, daripada membentak dan memukul mereka, lebih baik mengajar mereka cara melihat ke kiri dan kanan dan menunjukkan cara menyeberang yang benar dengan menanti hingga sepi kendaraan baru menyeberang.

    • Walaupun anak Anda membuat kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan tersebut, dia tidak butuh tambahan kritik atau omelan, misalnya, "Bukankah sudah saya ingatkan sebelumnya?" atau "Kalau saja kamu mau mendengarkan nasihat saya …" dan seterusnya. Biarkan dia belajar sendiri dari pengalaman buruknya, sehingga dia dapat mengambil keputusan sendiri waktu dewasa. Bukankah manusia selalu membuat kesalahan dalam hidup?

    • Bila anak Anda suka membongkar-bongkar barang miliknya, misalnya mainan sewaktu masih balita dan sepedanya waktu remaja, dan menjumpai kesulitan mengembalikannya ke keadaan semula, jangan sekadar salahkan dia. Bila Anda sendiri tidak tahu bagaimana mengembalikannya ke keadaan semula, beri dia dukungan dengan kata-kata, misalnya, "Memang sulit, tetapi saya yakin kamu dapat melakukannya …" Bila perlu undang mereka yang punya pengalaman sehingga dia akan merasakan keberhasilan dan belajar dari pengalaman itu.

  • Advertisement
  • Dengan demikian, maka anak Anda dibesarkan tanpa merasa selalu dipersalahkan dan menjadi orang dewasa yang berani mengambil risiko untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Bantu kami menyebarkan

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Jangan sekadar menyalahkan

Anak-anak menganggap orangtua mereka selalu benar. Mereka mengenal dunia luar melalui kaca mata orangtuanya. Anak-anak menyerap apa saja yang dikatakan dan diperbuat oleh orangtua mereka termasuk kritikan dan teguran.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr