Kapan saat yang tepat bagi anak kita untuk pacaran?

Pasti para orangtua akan mulai was–was jika sudah mendengar bahwa anaknya sudah mulai berpacaran. Jangankan berpacaran, mengetahui anaknya sedang menyukai seseorang saja mungkin sudah membuat orangtua pusing memikirkannya.

22,493 views   |   32 shares
  • Pasti para orangtua akan mulai was-was jika sudah mendengar bahwa anaknya sudah mulai berpacaran. Jangankan berpacaran, mengetahui anaknya sedang menyukai seseorang saja mungkin sudah membuat orangtua pusing memikirkannya. Orangtua cenderung memandang efek buruk yang muncul saat anaknya mulai berpacaran. Perkembangan zaman yang serba canggih ini membuat banyak faktor yang mendukung adanya fenomena pacaran yang dimulai sejak berada di bangku SMP atau bahkan SD.

  • Lalu kapan saat yang tepat untuk memperbolehkan anak kita untuk berpacaran?. Tidak ada waktu yang pasti untuk memperbolehkan anak untuk berpacaran karena pada usia 11 sampai 20 tahun yang dikenal dengan masa pubertas rasa suka atau tertarik dengan lawan jenis sudah mulai muncul. Hal ini terjadi karena hormon seksual atau reproduksi meningkat. Sehingga tidak heran jika seorang remaja sudah mulai tertarik dengan lawan jenis, hal ini sebagai bentuk proses pendewasaan diri.

  • Hal yang terbaik yang dapat kita lakukan saat kita tahu bahwa anak kita sedang berpacaran atau menyukai seseorang adalah berusaha untuk mendampinginya dan mengarahkan gaya pacarannya. Jangan sekali-sekali untuk melarang dan memutuskan dengan cara yang cenderung kasar kepada anak. Bukannya berpisah dengan pacarnya si anak malah memutuskan untuk backstreet atau pacaran di belakang tanpa diketahui orangtua. Hal ini akan sangat merugikan orangtua karena tidak dapat mengontrol perkembangan si anak sudah sejauh mana hubungan si anak dengan pacarnya itu. Saat mengetahui anak mulai berpacaran atau sedang menyukai seseorang hal berikut dapat orangtua lakukan :

  • 1. Jangan terburu terbawa emosi saat mengetahui anak kita berpacaran dengan seseorang, karena remaja memiliki emosi yang labil dan sensitif. Ditakutkan jika kita langsung memarahinya anak akan bersikap tertutup dan tidak mau mendengar nasihat kita

  • 2. Biarkan si anak menikmati hubungan yang sedang dibinanya. Tetapi bukan membiarkan lepas tangan tanpa pengawasan, tetap awasi dan perhatikan si anak.

  • 3. Sesering mungkin untuk berkomunikasi dengan si anak, dengarkan curahan hati si anak tentang kehidupannya dan hubungannya dengan pasangannya. Bangun hubungan yang dekat dengan si anak dengan begitu kita bisa memberikan nasihat tanpa harus ada adu mulut atau permusuhan.

  • 4. Berikan penjelasan tentang pacaran dalam segi psikososial, norma, sopan santun dan agama agar anak mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan pacaran. Dan kemas penjelasan tersebut dalam bentuk sebuah diskusi interaktif di mana anak bisa memberikan pendapatnya. Hal ini akan lebih efektif dalam memberikan penjelasan dan nasihat.

  • Advertisement
  • 5. Sering berkonsultasilah dengan orang yang berpengalaman menghadapi hal-hal seperti ini seperti saudara, teman, tenaga professional seperti psikolog, dan tokoh agama agar kita bisa mengatasi ketidaktahuan kita dan memberikan tuntunan yang benar kepada anak kita.

  • 6. Tetap berdoa untuk anak kita agar dia terlindung dari hal-hal yang tidak baik yang dapat merugikan dirinya dan juga kita sebagai orangtuanya.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

Kapan saat yang tepat bagi anak kita untuk pacaran?

Pasti para orangtua akan mulai was–was jika sudah mendengar bahwa anaknya sudah mulai berpacaran. Jangankan berpacaran, mengetahui anaknya sedang menyukai seseorang saja mungkin sudah membuat orangtua pusing memikirkannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr