Jangan panik saat anak mengalami kejang demam

Seorang ibu harus siap sedia bila suatu hari salah satu anaknya mengalami kejang yang acapkali timbul karena suhu badan anak meninggi.

2,452 views   |   3 shares
  • Seorang ibu harus siap sedia bila suatu hari salah satu anaknya mengalami kejang yang acapkali timbul karena suhu badan anak meninggi. Kejang demam pada anak biasanya berlangsung beberapa detik atau menit dan bila hal itu terjadi untuk pertama kali sering membuat para ibu menjadi panik. Di dalam pikirannya terlintas bahwa anaknya akan segera meninggal karena bola mata berputar-putar hingga terlihat bagian putih saja dan anak juga mengalami kesulitan bernapas. Pengalaman nyata yang terjadi pada kedua wanita di bawah ini dapat berguna dalam mengantisipasi kejang akibat demam pada anak balita.

  • Rita (31 th) seorang ibu rumah tangga menuturkan pengalamannya

  • Putra pertama kami pertama kali mengalami kejang pada usia 3 tahun karena demam yang sebenarnya tidak begitu tinggi. Kami merasa dia akan baik-baik saja dan membiarkan dia ikut berenang bersama ayahnya. Kemudian tiba-tiba dia mengalami kejang dan berlangsung 3 menit, bukan kepalang kagetnya karena dia tidak sadarkan diri, tangan dan kakinya menjadi kaku. Segera kami membawanya ke dokter. Kejadian yang sama terulang kembali ketika demam tinggi menimpanya meskipun kami telah memberikan obat penurun panas atas anjuran dokter. Selanjutnya segera saya mengompres anak kami dengan alkohol 70% guna menurunkan panas. Setelah dia sadarkan diri, beristirahat dan menjadi tenang baru diberikan obat penurun panas. Keadaan ini sangat merisaukannya karena dia sering mendengar informasi bahwa kejang pada anak dapat merusak otak. Setelah mendapatkan cukup informasi dari dokternya diketahui bahwa hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan karena berlangsung singkat.

  • Pengalaman ibu Sari (27 th) dengan anaknya

  • Suatu pagi anaknya Anto yang berusia 5 tahun dalam keadaan kurang sehat tetapi tetap ingin pergi ke sekolah. Sang ibu ikut menemaninya karena merasa khawatir dengan keadaannya, akhirnya sebelum kelas berakhir dia memutuskan membawanya pulang ke rumah. Setelah cukup beristirahat kira-kira pada tengah hari panas badan Anto meninggi, kejang-kejang tidak sadarkan diri, terlihat busa pada mulut dan wajahnya tampak pucat serta kebiru-biruan. Dia menjadi terkejut dan kebingungan, berdasarkan tradisi kuno dari ibunya dia perlu membungkus sendok dengan serbet kecil lalu memasukkan ke dalam mulut agar lidah sang anak tidak tergigit. Penanganan selanjutnya beliau membiarkan anaknya istirahat, setelah sadar membawanya ke dokter.

  • Berdasarkan pengalaman yang ada

  • Bila hal itu terjadi di rumah atau sekolah carilah posisi untuk membaringkannya entah di lantai ataupun di kasur. Setelah itu Anda harus pindahkan benda-benda yang mungkin berbahaya seperti gelas atau gunting. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak misalnya jari tangan, sendok atau kayu. Dan Anda pun jangan berusaha membangunkan anak, biarkan keadaan kejang berlangsung apa adanya. Jika anak Anda sudah sadar miringkan tubuhnya. Berdasarkan pengalaman para ibu tersebut di atas Anda perlu mencatat lamanya kejang, hal ini penting untuk diketahui dokter untuk menilai efek kejang demam anak Anda.

  • Advertisement
  • Belajar dari pengalaman orang lain

  • Seorang anak yang mengalami kejang dia tidak merasakan nyeri atau tidak nyaman selama kejang berlangsung atau sesudahnya, jadi jangan terlalu kuatir. Kejang demam bukanlah epilepsi. Menurut para dokter yang telah dikunjungi oleh para ibu tersebut, anak-anaknya tidak perlu minum obat secara teratur. Biasanya setelah mengalami kejang, anak Anda akan mulai sadar sekitar 10 sampai 15 menit kemudian. Dalam keadaan ini anak agak sensitif dan sering juga tidak mengenali orang di sekitarnya. Jadi hadapilah kondisi ini secara bijak dengan membuat lingkungan terasa nyaman bagi anak. Setelah terjadi kejang, jangan segan untuk membawa anak Anda ke dokter terdekat guna menerima masukkan atau nasihat untuk pengobatan yang tepat.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

My motto in life is to "Never give up, and life must go on".

Jangan panik saat anak mengalami kejang demam

Seorang ibu harus siap sedia bila suatu hari salah satu anaknya mengalami kejang yang acapkali timbul karena suhu badan anak meninggi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr