Menyapih dengan cinta

Masa-masa indah memberikan ASI selama dua tahun, pada saatnya harus diakhiri. Sebab hal ini penting sebagai proses kemandirian seseorang. Namun siapkah ibu menyapih dengan cinta?

2,003 views   |   11 shares
  • Memberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak buah hati lahir, hingga usianya 2 tahun, adalah sebuah kenikmatan bagi setiap ibu. Selain lebih sehat, lebih mudah, juga lebih murah. Juga lebih membangun kedekatan antara ibu dan anak. Ada begitu banyak keuntungan dari pemberian ASI. Hal ini kadang terlalu menentramkan ibu, hingga lupa bahwa akan tiba saatnya anak harus disapih.

  • Menyapih, dan disapih, memang bukan hal mudah untuk kedua pihak. Buat anak, disapih adalah hal yang berat sebab ASI adalah makanan utamanya sejak lahir, dan menjadi sarana paling efektif baginya untuk merasa nyaman. Sementara untuk ibu, menyapih bisa jadi menimbulkan rasa kehilangan, sebab biasanya menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menenangkan anak, dan memudahkan proses tidur malam.

  • Berikut cara mudah proses menyapih:

  • 1. Ibu harus mampu menguatkan dan menenangkan diri sendiri

  • Dalam hal ini, sabar dan komitmen adalah hal yang utama. Sebelum berhasil mengajak anak untuk mampu mandiri, kuatkanlah terlebih dahulu perasaan ibu sendiri. Kemudian mengajak suami untuk turut membantu dan sama-sama berkomitmen. Jika sudah mulai muncul rasa tidak tega karena anak menangis ingin ASI, bekerjasamalah dengan suami untuk bersama-sama menenangkan anak, dan menguatkan hati anak.

  • 2.

  • Hypnoparenting

  • Cara paling baik, adalah dengan menanamkan sugesti di otak anak, jauh sebelum waktunya sapih. Misalnya sejak anak berusia 18 bulan, bisikkanlah di telinganya setiap malam sebelum tidur. Atau di setiap saat intim bersama anak. Katakanlah dengan lembut "Nanti kalau sudah dua tahun, berhenti minum ASI ya nak. Kan kamu sudah besar, sudah harus belajar mandiri" lakukan setiap saat. Hal ini akan tertanam di benak anak dan memudahkan proses tanpa membutuhkan banyak drama dan air mata.

  • 3. Tidak perlu terburu-buru

  • Abaikan saja kata-kata yang menurunkan semangat seperti "Sudah jangan kelamaan mimik ASI nya, nanti jadi anak manja,". Sebab, banyak ibu yang merasa tertekan dan merasa wajib terburu-buru memberhentikan ASI. hal ini kemudian berujung pada cara-cara penipuan, seperti mengoleskan asam, pahit atau bahkan rasa aneh di payudara, sehingga anak terpaksa berhenti. Cara ini memang cepat, tapi tidak baik sebab menyapih anak dengan membohonginya. Proses pemberian ASI dimulai dengan menyenangkan dan keintiman, hentikanlah juga dengan cara yang menyenangkan dan kehangatan. Membohongi anak, tidak akan pernah bisa dibenarkan

  • 4. Tidak perlu mengganti ASI dengan susu lainnya.

  • Advertisement
  • Hal ini juga cara instan untuk membantu anak berhenti menyusu. Namun, tidak menyelesaikan masalah. Sebab, anak hanya akan memahami bahwa ia berhenti menyusu pada payudara ibunya, namun ia tetap wajib minum susu sebelum tidur. Padahal susu yang ada sekarang bukan produk terbaik bagi kesehatannya. Selain itu, anak juga jadi tidak bisa memahami proses penyapihan. Bahwa ia harus berhenti menyusu karena ia sudah besar, dan sudah bisa mandiri. Tidur sendiri, dan belajar menenangkan dirinya sendiri. Bukannya mencari pelarian dari ASI ke susu sapi.

  • 5. Bicara dari hati ke hati.

  • Hal inilah yang harus paling sering dilakukan. Tantangan terbesar dari proses penyapihan, tapi sekaligus pencapaian besar orangtua. Sebab tidak mudah memberikan pemahaman soal kemandirian kepada balita usia dua tahun. Namun, saat berhasil memberikan pengertian, maka akan tercpta ikatan yang lebih kuat antara orangtua dan anak. Anak akan mengerti alasan penyapihan, dan belajar untuk menerima.

  • 6. Sama-sama belajar ikhlas

  • Saat orangtua sudah ikhlas dan bisa melepas maka anak pun akan lebih mudah ikhlas dan bisa dilepas. Hal ini adalah hal terindah yang bisa terjadi dari memberhentikan sebuah rutinitas dan momen-momen terbaik di awal kehidupan seseorang.

  • Esensi paling mendalam dari penyapihan adalah, tidak semua hal yang kita inginkan dapat kita raih. Kadang kita harus belajar mengikhlaskan apa yang sudah bukan milik kita lagi. Dan agar anak bisa memaksimalkan perkembangan otak dan kejiwaannya, ia harus melewati proses ini, lalu belajar memahami serta menenangkan dirinya sendiri.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menyapih dengan cinta

Masa-masa indah memberikan ASI selama dua tahun, pada saatnya harus diakhiri. Sebab hal ini penting sebagai proses kemandirian seseorang. Namun siapkah ibu menyapih dengan cinta?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr