Mencegah kekerasan dari rumah

Belakangan marak terjadi kasus-kasus kekerasan, dengan remaja sebagai pelaku. Baik perampokan, pembegalan, tawuran, bully di sekolah, bahkan sampai ke tingkat pembunuhan. Apa yang salah? Bisakah hal ini dicegah dari rumah, sejak dini?

944 views   |   1 shares
  • Belakangan, makin marak kasus kekerasan yang terjadi, dan dilakukan oleh remaja belasan tahun. Hal ini amat menyedihkan, sebab, anak-anak ini sesungguhnya adalah harapan untuk kita semua. Namun mereka malahan melakukan bully, tawuran, dan bahkan melakukan pembegalan, penembakan, pembunuhan terencana atau seperti di banyak kasus, membantai banyak nyawa tak bersalah.

  • Banyak asumsi yang beredar bebas terkait penyebab utama ABG melakukan kekerasan. Salah satunya adalah, menyalahkan kegiatan anak muda yang gemar bermain video game. Memang, banyak dari game-game yang beredar kini, kontennya amat berbau kekerasan, penembakan, pemukulan. Namun menurut Michael Moore, seorang sineas yang biasa melahirkan karya-karya dokumenter, di Jepang, yang merupakan negara produsen video game, angka kekerasan yang dilakukan remaja tidak tinggi.

  • Lalu ada juga pihak yang menyalahkan musik metal, yang banyak didengarkan remaja, sebagai salah satu penyebab perilaku kekerasan. Hal yang kemudian dibantah habis-habisan oleh para musisi, dengan mengatakan bahwa musik tidak berkaitan. Sebab banyak dari pelaku kekerasan, bahkan tidak menyukai musik metal.

  • Maka, Moore kemudian memberikan kesimpulan ini: "Ketika menonton tv, orang dijejali berita buruk hingga jadi takut: ada bencana banjir, virus AIDS, pembunuhan di mana-mana…lalu tiba-tiba iklan datang, memotong berita dan menawarkan beragam produk untuk dikonsumsi. Dan inilah cara kerjanya: buat masyarakat takut, maka mereka akan jadi penurut dan membeli apapun yang ditawarkan."

  • Menjadi amat masuk akal. Hal ini pun kini mulai terlihat di negara kita. Masyarakat seolah dikondisikan untuk hidup dalam ketakutan. Berbagai berita buruk bebas berseliweran di internet, televisi dan media-media lainnya. Bahkan banyak berita palsu yang mengerikan, dan tersebar dengan mudah di broadcast message pada gawai setiap orang.

  • Didorong ketakutan imajiner ini, satu sama lain saling curiga dan membentengi rumah dengan teralis besi dan pintu yang berlapis. Masyarakat sudah mulai terlihat frustasi, dan hal ini harus mulai diatasi. Sepertinya, cara paling efektif bukan dengan menakut-nakuti anggota keluarga, namun mencegahnya sejak dini.

  • Perhatikan film-film asing yang masuk dan bebas ditonton anak-anak, belakangan ini. Begitu banyak tema "Evolusi" yang dibawa. Yakni, mengajak kita berpikir bahwa menghabisi penduduk bumi, dan membangun ulang dunia dengan bibit unggul atau robot dan sebagainya, agar dunia bisa diperbaiki. Cara mudah untuk menyelesaikan masalah.

  • Advertisement
  • Hal ini amat berbahaya. Maka, cobalah dari mengurangi konsumsi film-film sarat kekerasan, berita-berita buruk dan kembalikan dunia bermain pada mereka. Batasi televisi, mungkin cukup efektif. Kemudian, dengarkanlah suara mereka. Sesibuk apapun orangtua, siapkanlah telinga dan pelukan untuk menjadi pendengar dan teman yang baik bagi setiap kegamangan yang mereka alami. Kadang, hal ini jadi penentu kebahagiaan seorang remaja, dan bisa membantu mengatasi berbagai resah maupun ketakutan.

  • Kembalikan kearifan lokal yang dulu diajarkan oleh para tetua. Keluarga yang utuh, orangtua yang punya banyak waktu bagi anak-anaknya, aktivitas kebersamaan, berikan makanan yang sehat, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan bersama-sama melakukan aktivitas untuk mampu membela diri.

  • Bekali anggota keluarga dengan rasa aman dan nyaman, berikan pemahaman bahwa dunia mungkin bukan lagi tempat yang ramah namun kita harus selalu baik. kembalikan kehidupan bertetangga, dan silaturahmi antar keluarga maupun teman. Bangun kepercayaan dari lingkungan terdekat, sehingga kebersamaan semakin kuat.

  • Kenali prioritas dalam kehidupan. Uang bisa selalu dicari, namu keluarga adalah segalanya. Dahulukan kebersamaan keluarga, dan buatlah kehidupan berjalan seharmonis dan sestabil mungkin. Perubahan masif, bisa jadi solusi untuk kita semua. Mari kita kembali pada tatanan keluarga yang ideal.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mencegah kekerasan dari rumah

Belakangan marak terjadi kasus-kasus kekerasan, dengan remaja sebagai pelaku. Baik perampokan, pembegalan, tawuran, bully di sekolah, bahkan sampai ke tingkat pembunuhan. Apa yang salah? Bisakah hal ini dicegah dari rumah, sejak dini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr