Siapkah anak memelihara hewan?

Bermain bersama hewan domestik, adalah salah satu hal yang digemari anak-anak. Akan tiba saatnya anak meminta memelihara. Hal yang baik, tetapi ada banyak hal yang harus diperhatikan. Terutama terkait kesiapan anak dalam memikul tanggung jawab.

420 views   |   0 shares
  • Anak-anak dan hewan peliharaan adalah teman karib, sejak dulu. Bahkan sejak usia dini, anak kecil memiliki rasa penasaran pada berbagai jenis hewan. Tidak heran jika di usia tertentu, anak mulai meminta dibelikan hewan peliharaan pada orangtuanya.

  • Sebagai orangtua, kadang kita tak kuasa menolak, dan mulai mengajak anak berkeliling toko hewan untuk mencari peliharaan yang paling disukai anak. Namun, hal yang kerap terjadi adalah, anak, dan bahkan kita melalaikan tanggung jawab dalam pemeliharaan hewan tersebut. Sebab, pada awalnya hanya membeli karena hewan itu terlihat lucu. Kemudian lupa bahwa ia adalah juga mahluk hidup yang, sama seperti kita, membutuhkan perawatan, makanan sehat, minuman bersih, tempat yang aman dan nyaman, kasih sayang, serta berbagai kebutuhan lainnya.

  • Ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum mengizinkan anak memelihara hewan:

  • 1. Pelajari terlebih dahulu jenis hewan dan kemampuan kita memelihara

  • Berbagai informasi bisa didapatkan dari internet, buku maupun film. Hal yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah kondisi rumah, kesibukan kita dan anak-anak. Misalnya, memelihara anjing besar tentu membutuhkan tempat tinggal yang cukup besar, dan waktu yang cukup banyak untuk rutin mengajaknya keluar dan berjalan-jalan. Lalu pelajari dengan seksama, makanan, perawatan, dan segala peralatan yang harus dimiliki, jika ingin memelihara. Anjing besar membutuhkan makanan dalam jumlah yang besar. Kucing bulu panjang membutuhkan waktu untuk disisir rutin setiap hari. Mampukah kita?

  • 2. Datangi tempat-tempat yang menyediakan hewan, dan duduk di situ untuk benar-benar memahami konsekuensi memelihara.

  • Ada toko hewan, ada komunitas-komunitas pecinta hewan. Ajak anak-anak berkunjung, dan terlibat dalam kegiatan pemeliharaan hewan yang mereka inginkan. Ingatkan bahwa hewan juga butuh tidur, makan, dan buang air. Sanggupkah anak-anak mengurus hal itu?

  • 3. Tanyakan pada anak, sejauh mana komitmen mereka

  • Memelihara hewan adalah tangggung jawab yang besar, karena terkait nyawa makhluk hidup. Maka, saat anak meminta hewan, tanyakan berulang-ulang sampai dibatas mana komitmen mereka. Ingatkan bahwa hewan yang akan mereka pelihara, adalah sepenuhnya tanggung jawab mereka. Jangan hanya ingin main-main dan mengelusnya saja, tapi juga harus rajin membersihkan rumah dan menjaga kenyamanan hewan tersebut.

  • 4. Ajak anak ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bersama hewan, sebelum benar-benar memelihara.

  • Advertisement
  • Mirip dengan berkunjung ke tempat hewan, kali ini, ajaklah anak-anak berkegiatan di tempat hewan berada. Sudah benar-benar siapkah mereka untuk merawat dan menjaga peliharaannya. Sebab ada konsekuensi besar di dalamnya. Bisa dengan mengunjungi shelter hewan, dan mengikuti kegiatan memandikan hewan dan sebagainya.

  • Jika anak sudah benar-benar yakin akan pilihannya, dan berjanji akan menjalankan komitmen, berikan sudut pandang baru mengenai hewan kepadanya.

  • Misalnya dengan memperkenalkan anak pada lembaga-lembaga pecinta hewan yang kini sudah banyak di Indonesia. Ada Animal Defenders, Jakarta Animal Aid Network, atau pejaten shelter yang bergerak di bidang penyelamatan hewan terlantar. Ajak mereka memahami bahwa ada pilihan lain yang lebih mulia ketimbang membeli hewan: menyelamatkan yang tidak dipedulikan orang. Ada begitu banyak hewan yang ditelantarkan pemiliknya, atau disiksa dan dibiarkan menderita di jalanan. Menyelamatkan hewan-hewan ini dan menjadikannya anggota keluarga, lebih penting ketimbang membeli. Ada nilai sosial yang bisa ditanamkan, dan kepekaan terhadap sesama.

  • Memperkenalkan anak pada lembaga-lembaga ini juga bisa menjadi solusi, jika kita menilai anak belum siap memelihara. Sebab, anak tetap bisa bermain dan turut membantu keberlngsungan kehidupan hewan-hewan tersebut dengan berpartisipasi aktif. Baik dengan donasi dari menyisihkan uang jajan, menjadi relawan, dan bermain dengan hewan-hewan itu untuk menanamkan rasa kasih sayang.

  • Mengajak anak menghabiskan pagi hari dengan berkeliling lingkungan sekitar, untuk memberi makan hewan di sekitar pun bisa jadi opsi bagi anak yang belum siap memelihara.

  • Jadi, sudah siapkan anak, dan orangtua, untuk menambah hewan sebagai anggota keluarga?

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Siapkah anak memelihara hewan?

Bermain bersama hewan domestik, adalah salah satu hal yang digemari anak-anak. Akan tiba saatnya anak meminta memelihara. Hal yang baik, tetapi ada banyak hal yang harus diperhatikan. Terutama terkait kesiapan anak dalam memikul tanggung jawab.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr