Ketika rasa sepi melanda, apa yang harus Anda lakukan?

Bagaimana mengatasi rasa kesepian? Apakah kesepian dapat memberi dampak yang buruk bagi kehidupan kita?

4,955 views   |   9 shares
  • Siapa pun tentu pernah merasa kesepian, bahkan selebriti pun bisa merasakannya. Pertanyaannya, bagaimana mengatasi rasa kesepian? Apakah kesepian dapat memberi dampak yang buruk bagi kehidupan kita? Apa saja yang harus kita ketahui mengenai rasa sepi?

  • Kita tidak sendiri

  • Para peneliti yang menganalisa hasil dari 148 studi menyimpulkan bahwa kurangnya pergaulan sosial merupakan pertanda dari kematian dini. Faktor ini dua kali lebih berbahaya daripada kegemukan yang berlebihan dan sama berbahayanya dengan menghisap 15 batang rokok sehari.

  • Kesepian membuat rapuh

  • Fakta menunjukkan bahwa kesepian membuat kita bersedia menerima siapa saja yang mau berteman dengan kita. "Bila kita kesepian, kita lapar akan perhatian," ujar seorang anak muda bernama Alam. "Kita mulai berpikir bahwa lebih baik ada sedikit perhatian daripada tidak ada sama sekali. Dan inilah awal dari persoalan kita."

  • Teknologi tidak selalu dapat menghapus kesepian

  • "Saya mungkin mengirim teks atau surel kepada 100 orang sehari tetapi saya masih saja sangat kesepian," jelas Natalia. "Mengirim teks adalah seperti makan kudapan. Bertemu secara pribadi bagaikan makan lengkap," sambung Tono, seorang remaja.

  • Jadi, apa yang harus kita lakukan?

  • Hindari prasangka buruk

  • Bila kita kesepian, kita mungkin berpikir, "Orang-orang menghindariku." Prasangka-prasangka buruk seperti itu akan membuat kita tenggelam lebih dalam di lautan kesepian. Pikiran semacam itu dapat menciptakan lingkaran setan. Kita merasa terkucil sehingga kita lebih malas bergaul. Ini membuat kita kesepian, sehingga kita makin merasa terkucil.

  • Rela menjadi teman bagi orang yang lebih tua atau muda

  • Kita tidak selalu harus memilih teman yang sebaya. Banyak orang tua merasa kesepian karena kemampuan bergerak mereka terbatas. Selain teman sebaya, tidak ada salahnya kita memiliki teman yang jauh lebih tua. Kita dapat belajar dari pengalaman mereka dan mereka pasti kaya akan cerita tentang masa lalunya. Ketika penulis kembali kuliah di usia setengah baya, ada program menarik di kampus setempat bagi para mahasiswanya. Mereka dapat "mengadopsi" nenek atau kakek di rumah jompo. Mereka datang pada hari tertentu untuk mengobrol, membacakan sesuatu bagi nenek atau kakek angkat mereka. Dengan demikian mereka menjalin persahabatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Sebaliknya kita juga dapat mempunyai teman yang jauh lebih muda.

  • Menghargai manfaat kesendirian

  • Ada orang yang merasa kesepian begitu mereka sendirian. Hanya karena tidak ada orang di sekitar kita, kita tidak perlu merasa kesepian. Janganlah menganggap keadaan itu kurang menguntungkan. Sebaliknya kita dapat memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk merasa bersyukur atas teman atau apa saja yang kita miliki. Memiliki pandangan positif dalam kehidupan akan membuat kita lebih disukai orang. Sebaliknya juga jangan terlalu menyukai kesendirian, kita akan menjadi individualis, tidak mementingkan pergaulan sosial.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Ketika rasa sepi melanda, apa yang harus Anda lakukan?

Bagaimana mengatasi rasa kesepian? Apakah kesepian dapat memberi dampak yang buruk bagi kehidupan kita?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr