Suara hati para suami

"Surgamu karena ridhoku sebagai suami. Dosaku tidak menjadi tanggunganmu. Tapi dosamu menjadi tanggung jawabku sebagai suami. Lalu di saat kami juga lelah, apakah itu bukan menjadi urusan istri?"

38,373 views   |   211 shares
  • Banyak sekali ibu rumah tangga yang terkadang mengeluh dengan aktivitasnya di rumah.

  • Kelelahan mengurus buah hati, membersihkan rumah, memasak, mempersiapkan kebutuhan suami, bahkan juga dituntut untuk bisa menjadi perempuan yang multitasking agar bisa melakukan segala sesuatunya bersamaan.

  • Terkadang yang dikeluhkan hanya masalah sepele, yakni pembagian tugas dalam mendidik buah hati. Yang mana itu menjadi tanggung jawab bersama, yaitu kita dan suami sebagai orangtuanya, sehingga tidak ada batasan antara ayah atau ibu. Semua punya peran yang sama. Ini menurut para istri.

  • Tetapi pernahkah, para suami kita menceritakan isi hatinya saat mereka bekerja di luar rumah? Mereka harus meninggalkan istri dan anak-anaknya seorang diri. Ada perasaan khawatir, cemas dan waspada karena tidak bisa menjaga kita dan anak-anak selama 24 jam.

  • Atau ketika mereka beradu dengan terik matahari, debu, hujan dan badai. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarganya hari ini dan masa depan.

  • Berikut ini adalah beberapa curahan hati seorang suami bernama Aam (32 tahun), seorang ayah dari dua anak, dan suami dari seorang istri yang sangat dikaguminya. Aam begitu saya memanggilnya, hanya ingin berbagi pemikirannya sebagai seorang suami guna mewakili suami-suami yang ada di luar sana, yang seringkali ia temui mengeluhkan beberapa hal terkait rumah tangganya.

  • Kalimat-kalimat ini saya rangkum satu persatu, agar bermanfaat bagi kita para istri untuk dapat mengenali apa yang dirasakan suami kita selama ini. Guna merefleksikan kembali keluhan kita sebagai istri yang terkadang tanpa sadar kita ucapkan pada suami.

  • "Ibu membangun emosional anak. Bapak membangun karakter anak. Emosi di sini adalah membangun kepekaan dari seorang anak, seperti simpati dan empati. Sedangkan karakter disini lebih kepada pola pikir dan tindakan yang dipersiapkan pada anak. Agar kelak menjadi manusia yang tangguh dan mandiri di kemudian hari."

  • "Kita menghabiskan waktu hidup kita untuk bekerja. Memberikan yang terbaik untuk masa depan keluarga kita. Kita memberikan tanggung jawab kepada istri kita di rumah. Kenapa? Itu karena kita percaya bahwa anak-anak kita dididik dan dirawat oleh istri yang luar biasa. Yang itu berarti kelak anak-anak kita akan menjadi orang-orang yang juga sangat luar biasa."

  • "Janganlah para istri terlalu menyalahkan suami. Di saat kami mencari nafkah, berpeluh dan berdarah. Mempertaruhkan harga diri dan nyawa. Apakah kami masih salah? Surgamu karena ridhoku sebagai suami. Dosaku tidak menjadi tanggunganmu. Tapi dosamu menjadi tanggung jawabku sebagai suami. Lalu di saat kami juga lelah, apakah itu bukan menjadi urusan istri?"

  • Advertisement
  • Semoga kita para istri menjadi lebih baik lagi dalam melayani suami dengan kelembutan, kasih sayang dan yang pasti keikhlasan.

  • Karena sebaik-baiknya suami, hanya merekalah yang masih kembali untuk pulang berkumpul dengan orang-orang tercinta yang dirindukannya. Yaitu kita istrinya dan anak-anak kita yang merupakan darah dagingnya.

  • Selamat menjalankan tugas wahai para istri. Sabarmu, senyummu, tangismu dan ikhlasmu tak pernah luput dari perhatiannya, yaitu suami kita.

Baca, hidupkan, bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Suara hati para suami

"Surgamu karena ridhoku sebagai suami. Dosaku tidak menjadi tanggunganmu. Tapi dosamu menjadi tanggung jawabku sebagai suami. Lalu di saat kami juga lelah, apakah itu bukan menjadi urusan istri?"
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr