7 tips menjaga kualitas hubungan ibu dan anak

Tidak cukup hanya dengan ucapan "Ibu sayang kamu Nak", tetapi nyatanya perilaku kita cuek saja terhadap anak ketika mereka membutuhkan kita, ketika mereka haus akan pelukan dan ciuman kita.

2,328 views   |   6 shares
  • Siapa yang tidak ingin meluangkan begitu banyak waktu untuk si buah hati? Tapi apalah daya, jika waktu sebanyak itu terbuang percuma begitu saja. Sebabnya, kurang adanya komunikasi yang hangat dan mendalam antara ibu dan anak. Tidak cukup hanya dengan ucapan "Ibu sayang kamu Nak", tetapi nyatanya perilaku kita cuek saja terhadap anak ketika mereka membutuhkan kita, ketika mereka haus akan pelukan dan ciuman kita. Atau seringkali kita membiarkan anak hanya menonton televisi dan bermain gadget, tetapi tidak terjalin komunikasi dua arah. Apakah ini juga bukti perhatian kita pada mereka?

  • Bahkan ketika kita lelah bekerja seharian di kantor dan mengurus rumah sehingga yang kita butuhkan hanya ingin segera tidur. Tetapi di situ kita lupa, ada hak mereka anak-anak kita yang menunggu dengan antusias waktu kita untuk bermain dengan mereka.

  • Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas bersama-sama dengan mereka?

  • 1. Jadwalkan waktu bermain bersama

  • Luangkan 1-2 jam dalam sehari untuk bermain bersama mereka. Bermain apapun, baik di dalam rumah ataupun di luar rumah. Ciptakan aktivitas yang memacu daya kreativitas mereka dan meningkatkan kemampuan mereka, baik itu fisik/motorik, bahasa, sosial, emosi dan kognitif. Walaupun hanya bermain kuda-kudaan, mencoret-coret buku gambar, membuat bola-bola dari kertas koran bekas. Semuanya bisa dilakukan, selama kita bisa melakukannya bersama-sama dengan mereka.

  • 2. Kontrol diri kita sendiri

  • Selama bermain, jauhkan gadget yang kita miliki. Fokuslah mendampingi mereka di waktu yang sudah kita persiapkan. Jika memang ingin ada dokumentasi, setelah selesai mengambil maka jauhkan kembali gadget tersebut. Untuk hal yang satu ini, perlu adanya konsistensi dari dalam diri kita sendiri. No gadget untuk diri sendiri.

  • 3. Bertanya "apa" dan "kenapa"

  • Ajak anak berpikir kritis dari setiap aktivitas yang dilakukan, misalnya dengan memulai pertanyaan kepada anak, dengan menggunakan kata tanya "Apa ini Nak?" atau "Kenapa ini bisa begini Kak?", sehingga anak akan menjawab dan memberikan respons dengan imajinasi yang dimilikinya. Meskipun mereka belum mampu berkomunikasi dengan baik, maka tugas kitalah sebagai ibu yang memberi pertanyaan, tetapi juga memberi jawaban. Jangan ragu dan merasa sia-sia. Ketika mereka mampu mendengar dengan baik, maka yakinlah mereka paham dengan apa yang kita sampaikan.

  • 4. Bebaskan dan dampingi

  • Biarkan dia menciptakan sesuatu sesuai apa yang dia inginkan. Misalnya mewarnai sesuka hati, bermain pasir dengan kreasi dia sendiri, membentuk playdough dan mencampur semua warnanya. Yang penting tugas kita sebagai orangtua, memberikan semua fasilitas tersebut untuk merangsang kemampuan berpikir dan kreativitasnya.

  • Advertisement
  • 5. Menjadi mama yang kreatif

  • Ciptakan permainan sendiri bersama anak-anak kita. Tidak perlu biaya mahal. Kita bisa memanfaatkan semua yang ada di sekitar kita. Baik itu flora, fauna, barang-barang bekas dan semua hal yang sudah diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Semua mempunyai manfaat untuk pembelajaran. Kita juga dapat menambahkan unsur ke-TUHAN-an dalam setiap pembelajaran tersebut.

  • 6. Pujian di waktu yang tepat

  • Berikan pujian di saat yang tepat, ini penting karena anak akan mengetahui kapan dia benar-benar berhasil melewati sebuah tantangan. Kapan pujian itu menjadi biasa saja diucapkan. Lihatlah situasi di mana anak memang membutuhkan pujian dari kita orangtuanya. Terlalu sering memberikan pujian, juga tidak baik untuk perkembangan emosi anak.

  • 7. Cerewetlah menjadi seorang ibu

  • Anak yang berkembang dengan baik adalah anak yang seimbang perkembangan kognitif, bahasa, emosi, sosial, serta fisik dan motoriknya. Langkah pertama mereka dapat mengenal stimulus yang berfungsi untuk perkembangan-perkembangan mereka semua bermula dari kecerewetan kita sebagai ibunya. Semakin ibu cerewet bertanya, menjelaskan dan mengajak anak berbicara sejak anak masih di dalam kandungan, semakin baik untuk perkembangan otak anak.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

7 tips menjaga kualitas hubungan ibu dan anak

Tidak cukup hanya dengan ucapan "Ibu sayang kamu Nak", tetapi nyatanya perilaku kita cuek saja terhadap anak ketika mereka membutuhkan kita, ketika mereka haus akan pelukan dan ciuman kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr