Yakin untuk naik pelaminan? Cinta saja tidak cukup lho!

Menikah adalah keputusan besar. Masih pentingkah cinta sebagai satu-satunya pertimbangan? Atau Anda harus menggunakan logika, yang ternyata tak kalah penting?

28,397 views   |   188 shares
  • Menikah adalah sebuah keputusan besar. Bukan hanya mengakhiri masa lajang, menikah adalah mengawali suatu proses besar bernama keluarga. Dan ini bukanlah hal mudah. Pasalnya, di gerbang inilah seseorang harus mampu berubah menjadi orang yang lebih baik, melepaskan segala ketergantungan pada orangtua, mandiri dalam segala hal, berpikir jauh ke depan, dan bertanggung jawab. Karena dalam sebuah pernikahan, ada orang lain yang wajib kita jadikan bagian dari hidup kita.

  • Belum lagi, tanggung jawab finansial. Apalagi jika sang buah hati hadir mengisi hari-hari. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menikah, alangkah baiknya jika "perasaan" agak sedikit dikesampingkan.

  • Mulailah melakukan berbagai pertimbangan dengan logika. Baik dari memilih pasangan, hingga menilai kesanggupan diri sendiri. Dan mengapa kita memilih dia untuk jadi pasangan hidup hingga mati nanti.

  • Lupakanlah alasan-alasan seperti "umur sudah cukup" atau "Ibu sudah bawel minta menggendong cucu". Apalagi alasan-alasan yang amat sarat perasaan, seperti "Tidak tahu ya, rasanya cocok saja" atau, "Saya cuma punya cinta untuk menikahinya, dan menjalani hubungan sehidup semati"

  • Cinta memang penting sebagai landasan sebuah hubungan. Tapi cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipertimbangkan dengan logika. Perasaan adalah hal yang malah bisa menjadi bumerang karena bisa datang seenaknya. Mengandalkan rasa dalam menentukan sebuah keputusan besar seperti menikah biasanya akan membuat pernikahan mudah kandas. Sebelum memutuskan menikah, pertimbangkanlah hal-hal ini:

  • 1. Kesamaan visi dan misi dalam menjalani kehidupan

  • Kecocokan yang penting adalah memiliki visi dan misi yang sama, dan menjalani komitmen untuk mewujudkan visi dan misi tersebut.

  • 2. Rencana jangka pendek

  • Setidaknya untuk lima tahun ke depan, baik dari sisi finansial, maupun kesanggupan memiliki anak. Pertimbangan ini biasanya mencakup perhitungan gaji, lalu menentukan kapan harus keluar dari rumah orangtua, rencana kepemilikan rumah hingga berbagai tetek bengeknya.

  • 3. Rencana jangka panjang

  • Setelah menentukan rencana jangka pendek, hal besar lainnya adalah keputusan istri akan tetap bekerja atau tidak saat memiliki anak, lalu rencana tinggal di mana, hingga perencanaan matang sekolah anak dan tabungan serta investasi.

  • 4. Lakukan penilaian SWOT pada pasangan kita, dan hubungan yang akan kita jalani

  • Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) adalah penilaian dasar yang harus dilakukan setiap saat. Hal ini menjadi penting untuk mengenal siapa dirinya, dan bagaimana kita harus memerlakukannya kelak.

  • Advertisement
  • 5. Kenalilah keluarga masing-masing, dan pertanyakan pada diri sendiri, siapkah kita menghadapi orang-orang tersebut.

  • Karena menikah bukan hanya membina keluarga dengan satu orang tapi juga dengan satu keluarga besarnya. Jika ada hal-hal prinsip yang berpotensi merusak visi dan misi yang hendak kita wujudkan bersama pasangan, hal ini harus dicarikan solusinya sejak awal.

  • Jadi, pernikahan bukan sekadar cinta, bibit-bebet-bobot dan kekuatan fisik. Hal yang terpenting adalah penilaian secara rasional. Dengan ini, kita bisa terus maju menjalani mahligai rumah tangga dengan segala tantangannya.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Yakin untuk naik pelaminan? Cinta saja tidak cukup lho!

Menikah adalah keputusan besar. Masih pentingkah cinta sebagai satu-satunya pertimbangan? Atau Anda harus menggunakan logika, yang ternyata tak kalah penting?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr