15 tahun merantau, pria ini selalu pulang di akhir pekan demi bertemu istri dan anak tercinta

Anak tertuanya protes, bertanya mengapa tidak cari pekerjaan lain saja atau mengapa tidak pindahkan seluruh keluarga ke kota tempat sang bapak bekerja. Sang bapak hanya bisa menghela napas dan memberi penjelasan.

3,938 views   |   10 shares
  • Keluarga adalah lembaga terpenting yang telah Tuhan ciptakan bagi kesejahteraan manusia. Oleh karena di dalam keluargalah seseorang dapat dididik dan dibimbing agar bisa mengerjakan tugas-tugas mulia dalam hidup ini. Cerita di bawah ini mungkin dapat menginspirasi Anda:

  • Siang itu, sebuah stasiun kereta api nampak ramai dipadati oleh ribuan calon penumpang yang mengantre tiket. Di antara ribuan wajah, terlihat seorang bapak tampak gelisah karena telah menunggu terlalu lama. Sesekali dia melirik jam tangan, sambil mengusap peluh di dahi. Sambil menunggu, saya memulai sebuah obrolan dengannya. Obrolan yang awalnya hanya basa-basi itu ternyata menjadi cerita inspiratif. Sang bapak menyampaikan keluh kesahnya sebagai seorang karyawan yang kerap meninggalkan keluarganya karena harus bekerja di luar kota, dan harus selalu pulang pada akhir pekan agar dapat berkumpul bersama seluruh anggota keluarganya di rumah.

  • Dia mengatakan, "Saya ini PJKA." Anda pasti mengira bahwa yang dia maksud adalah Perusahaan Jawatan Kereta Api.Bukan, bukan itu yang dia maksud. PJKA yang dimaksudnya adalah kependekan dari "Pulang Jum'at Kembali Ahad". Sambil menunggu panggilan dari petugas loket, dia kemudian menceritakan pengalamannya bahwa cara "PJKA" ini sudah dilakukannya selama kurang lebih 15 tahun sejak awal dia menikah, hingga kini dikaruniai tiga anak. Dan PJKA akan terus dia lakukan sampai tiba waktu pensiun nanti.

  • "Awalnya memang sangat sulit membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan," ujarnya, "Apalagi jika hanya memiliki waktu kurang dari tiga hari setiap minggu untuk bisa berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarga di rumah." Kadang anak tertuanya pun protes, bertanya mengapa tidak cari pekerjaan lain saja yang lebih dekat atau mengapa tidak pindahkan saja seluruh keluarga ke kota tempat sang bapak bekerja. Sang bapak hanya bisa menghela napas, tetapi melalui penjelasan yang masuk akal akhirnya anak tertuanya bisa memahami dan menerima keadaannya.

  • Meskipun hanya memiliki waktu kurang dari tiga hari setiap minggu untuk bisa berkumpul bersama keluarga, sang bapak tidak menyesalinya. Menurutnya, kualitas pertemuanlah yang paling penting, bukan kuantitas waktu. Oleh sebab itu, kesempatan bisa berkumpul di akhir pekan selalu dimanfaatkan sebaik mungkin, diisi oleh berbagai kegiatan positif. Tak terasa obrolan tersebut harus berhenti karena tiba-tiba salah seorang petugas loket memanggil nomor antrean sang bapak.

  • Advertisement
  • Tetapi obrolan pendek tersebut membuat saya terus merenung. Sebagai seorang karyawan, terkadang kita kerap harus meninggalkan keluarga demi memenuhi tugas serta tanggung jawab pekerjaan. Pengalaman bapak tersebut yang selama 15 tahun melakukan perjalanan pulang di akhir pekan demi bisa berkumpul bersama keluarga patut kita teladani. Tak peduli betapa sibuk pekerjaannya, betapa lelah tubuhnya, dia tetap menyempatkan untuk pulang. Baginya tentu keluarganya sangat penting, sehingga tidak ada alasan untuk tidak berkumpul dengan keluarga.

  • Ya, keluarga adalah inspirasi untuk mencapai puncak, dan yang akan menghibur kita di saat kita goyah. Semoga kita semua dapat menyadari bahwa tidak ada hal lain yang sepadan yang dapat menggantikan keluarga.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

15 tahun merantau, pria ini selalu pulang di akhir pekan demi bertemu istri dan anak tercinta

Anak tertuanya protes, bertanya mengapa tidak cari pekerjaan lain saja atau mengapa tidak pindahkan seluruh keluarga ke kota tempat sang bapak bekerja. Sang bapak hanya bisa menghela napas dan memberi penjelasan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr