Pasanganku Sahabatku

Senang curhat masalah rumah tangga kepada orang lain? Efektifkah hal tersebut dalam penyelesaian masalah? Bukankah sebaiknya curhat dilakukan dengan pasangan saja? Jadikan ia sahabat dan selesaikan masalah berdua saja.

18,557 views   |   61 shares
  • Ada istilah "What Happens In The Garage, stays in the Garage" untuk menggambarkan bahwa segala hal yang terjadi di ruang privat, tak perlu dibawa ke ranah publik.

  • Hal ini biasanya dikaitkan dengan permasalahan dalam rumah tangga. Memang tak ada rumah tangga yang bebas dari persoalan. Namun, masih banyak dari kita yang terbiasa curhat mengenai permasalahan rumah tangga kepada orang luar. Padahal, yang terjadi hanya pertengkaran biasa, selisih pendapat, tanpa kekerasan dan hal-hal yang berbahaya.

  • Hal ini dapat berakibat buruk karena tidak semua orang bisa dipercaya. Ada yang akan menyebarkannya kepada orang lain hingga banyak yang tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga kita. Hal ini tentu tidak baik bagi rumah tangga. Pasalnya, rumah tangga adalah urusan yang amat personal dan seharusnya bisa diselesaikan sendiri dengan pasangan.

  • Nah, mulailah belajar menyelesaikan konflik dengan kepala dingin bersama pasangan kita. Ingat lagi mengapa kita menikahinya. Sebelum menikah, kita pasti sudah memiliki pertimbangan-pertimbangan matang yang berujung pada keputusan besar tersebut, kan?

  • Jadikan pasangan kita sebagai sahabat, satu-satunya tempat curhat yang kita miliki. Bagaimana caranya? Biasanya toleransi kita pada seorang teman jauh lebih tinggi ketimbang pada pasangan, mungkin karena merasa tak ada ikatan. Maka, anggaplah pasangan kita sebagai teman, orang yang akan selalu ada untuk kita, dan begitupun sebaliknya. Kita harus mengenalnya lebih baik daripada orang lain. Apa yang ia sukai, apa yang dibencinya, apa yang bisa membuatnya tertawa, bagaimana ia bercerita, bagaimana ia bisa mendengar kita saat bercerita.

  • Misalnya, pasangan kita adalah seseorang yang pendiam dan tidak suka basa-basi. Ia bukanlah orang yang bisa berlama-lama mendengar suara orang bercerita, apalagi mengenai topik yang tidak membuatnya tertarik. Pelajarilah dengan baik kapan ia pasti akan mendengar, dan gaya bercerita seperti apa yang akan membuatnya menaruh minat.

  • Berbeda pendapat mengenai beberapa hal juga lumrah. Perdebatan dan pertengkaran mungkin terjadi. Namun yang penting diingat adalah jangan marah terlalu lama. Karena pasangan Anda adalah sahabat seumur hidup satu-satunya. Kemarahan hanya akan membuat kita merasa kesepian. Cepatlah dinginkan kepala, dan ajak ia mengaitkan kelingking, seperti kita berbaikan dengan sahabat.

  • Ajak ia tertawa lagi, dan saling melempar guyonan yang bisa mencairkan suasana. Setelah sudah sama-sama dingin, barulah saling curhat bisa dimulai. Ceritakanlah hal-hal yang Anda inginkan, dan bandingkan dengan yang pasangan Anda inginkan. Tidak ada permasalahan yang hadir tanpa solusi. Dan saat waktunya bernegosiasi pun, lakukanlah dengan tenang. Ingat, karena ia sahabat Anda.

  • Advertisement
  • Jalanilah hubungan dengan "seru" dan penuh canda.

  • Ketimbang harus menceritakan uneg-uneg persoalan rumah tangga yang kecil, dan malah bisa berakibat runyam karena mulut orang lain, lebih baik bersahabat dengan pasangan. Saling bercerita, dan berbagi tawa, duka, lara, kisah demi kisah, akan menguatkan hubungan. Menghangatkan hati, dan yang jelas, kebahagiaan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pasanganku Sahabatku

Senang curhat masalah rumah tangga kepada orang lain? Efektifkah hal tersebut dalam penyelesaian masalah? Bukankah sebaiknya curhat dilakukan dengan pasangan saja? Jadikan ia sahabat dan selesaikan masalah berdua saja.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr