Tugas tersulit seorang ibu. Apakah itu?

Menjadi ibu memang kebanggaan. Tugas utamanya adalah membesarkan seorang insan manusia. Tapi mengapa kini banyak ibu lebih mementingkan memiliki anak yang bisa dipamerkan?

5,249 views   |   15 shares
  • Salah satu pekerjaan yang tersulit di dunia adalah menjadi seorang ibu. Berkarier seumur hidup, harus profesional, punya banyak kesabaran dan serius berkomitmen. Tidak ada cuti, tidak ada libur, tidak digaji dengan uang, dan harus banyak belajar.

  • Betul?

  • Iya betul.

  • Hal ini kadang membuat seorang ibu merasa tertekan karena ingin menjadi ibu yang terbaik, terhebat, dan sempurna di hadapan anak, suaminya, keluarga, tetangga, bahkan semua orang di dunia.

  • Hal itu pulalah yang kerap membuat seorang ibu lupa dengan tugas utamanya. Tugas seorang ibu bukanlah menjadi yang terhebat. Tapi membesarkan insan manusia. Dan ini bukan sesuatu yang mudah.

  • Keinginan ibu untuk menjadi yang terbaik di mata dunia membuatnya lupa bahwa ia hanya perlu menghadapi anaknya dan menemani si buah hati melewati setiap perkembangannya. Tak jarang, seorang ibu menjadi emosional kepada anak hanya agar dapat membanggakan prestasi sang anak di hadapan orang lain.

  • Lelah dan khawatir juga akan selalu terasa. Apalagi saat fase-fase sulit terjadi, seperti anak telat bicara, tidak mau makan, atau anak mulai melawan, mudah menangis, dan sebagainya.

  • Saat hal-hal rumit itu terjadi, kembalilah lagi ke tujuan awal menjadi seorang ibu: membesarkan seorang insan manusia yang bertanggung jawab sepenuhnya pada Tuhan. Dan seorang manusia harus berbahagia serta mampu menjalani hari-harinya dengan kuat. Dia harus bisa mencari jalan keluar dari setiap masalah. Dia, bukan ibunya. Anak bukanlah harga diri ibunya.

  • Seorang ibu pasti amat mencintai anaknya. Anak juga pasti akan membalas cinta itu, percayalah. Maka, cintailah anak-anak dengan benar. Belajar lebih banyak untuk mengerti seluruh fase dan milestone-nya. Berusaha sekuat tenaga untuk tetap ada dan mendengarkan mereka, memberikan saran atas kesulitan mereka, memberikan senyum dan tawa untuk meredakan sedihnya.

  • Katakan hal-hal baik yang dapat menjadi motivasi, dan contohkan perbuatan-perbuatan terpuji yang bisa mereka tiru. Semua untuk mereka, bukan untuk harga diri ibunya. Bukan untuk menjadi kebanggaan ibunya di mata publik.

  • Ketika anak sudah besar, tidak semua tindakannya bisa selalu dalam kontrol ibu. Apalagi di zaman sekarang yang semakin menantang. Maka dari itu, ibu jangan lupa berdoa. Kembalikan segalanya kepada Yang Maha Kuasa. Bukan malah memarahi atau memaksakan kehendak pada anak.

  • Doa ibu adalah doa yang paling mujarab di dunia. Ucapan baik seorang ibu adalah doa yang didengar Tuhan. Berikanlah anak-anak doa setiap hari, setiap menit, setiap detik. Jika tak mungkin menemani setiap langkahnya, biarkan doa yang menemaninya. Jika tak mampu memeluk saat dia sedih, biarkan doa yang mendampingi.

  • Advertisement
  • Karena tujuan seorang ibu adalah membesarkan seorang manusia. Bukan membanggakan manusia yang dibesarkan untuk harga diri sendiri. Dapatkan harga diri anak, banggakan dia apa adanya, jadilah apapun yang dibutuhkannya, dan doakan. Dan begitulah karier profesional seorang ibu yang jauh lebih rumit daripada rumus fisika apa pun.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tugas tersulit seorang ibu. Apakah itu?

Menjadi ibu memang kebanggaan. Tugas utamanya adalah membesarkan seorang insan manusia. Tapi mengapa kini banyak ibu lebih mementingkan memiliki anak yang bisa dipamerkan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr