Ditegur keras oleh bos? Tak perlu sakit hati!

Jika bos menegur Anda dengan keras, jangan terlalu diambil hati. Anggap saja tegurannya sebagai kritik yang membangun.

4,143 views   |   9 shares
  • Menikmati dan mencintai pekerjaan tentu hal yang penting demi membuat Anda merasa nyaman dalam bekerja. Tapi tak hanya suka, tentu tak jarang pula Anda merasakan duka di dunia kerja, seperti ditegur oleh atasan, membuat surat pernyataan atau bahkan, lebih buruk lagi, dipecat.

  • Nah, jika Anda pernah mengalami salah satunya - atau mungkin bahkan ketiganya - cobalah untuk introspeksi diri. Tentu saja, kejadian tidak mengenakkan itu akan memancing emosi. Anda mungkin merasa kerja keras Anda tidak dihargai. Dan jika Anda tak dapat membendung emosi, Anda bisa saja memutuskan untuk melawan atasan dan menentang aturan yang ditentukan perusahaan. Sebelum hal itu terjadi, ingatlah bahwa tak ada gunanya memperkeruh suasana. Itu hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.

  • Jika bos menegur Anda dengan keras, bukan berarti ia tidak menyukai Anda. Ia hanya menginginkan pekerjaan Anda sesuai yang diminta oleh perusahaan dan tidak merugikan perusahaan. Jika ia tidak melakukan hal tersebut dengan tegas maka ia tidak layak menjadi pemimpin. Anda pastinya sudah mengerti tanggung jawab pemimpin yang seharusnya.

  • Nah, jika memang Anda mendapatkan teguran keras dari atasan, apa yang harus Anda lakukan?

  • 1. Mendengarkan

  • Dengarkan kritik yang disampaikan oleh pemimpin agar Anda tahu kesalahan yang telah dilakukan. Menerima dengan hati yang lapang dan berpikiran positif akan membantu diri Anda melakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang diberikan.

  • 2. Perbaiki kesalahan

  • Daripada melawan argumentasi atasan, lebih baik Anda memperbaiki kesalahan. Bekerjalah sesuai aturan yang ditentukan dan dengan lebih serius. Bos akan menilai Anda mampu bekerja sesuai dengan yang perusahaan inginkan dan kembali percaya bahwa Anda mampu menjalankan tugas.

  • 3. Hindari berpikir negatif

  • Hindari pikiran negatif terhadap apa yang telah terjadi dan tidak perlu merasa bahwa kerja keras Anda tidak dihargai, karena pemimpin mempunyai kualifikasi penilaian sesuai dengan jabatan dan bagian masing-masing. Anggap bahwa teguran keras pemimpin merupakan kritik membangun.

  • 4. Serahkan kepada Sang Pencipta

  • Selalu menghadapkan diri dan berdoa kepada Sang Pencipta agar diberikan jalan terbaik pada setiap permasalahan yang dihadapi. Mintalah kebesaran hati dan lapang dada kepada-Nya sebagai tameng penguat diri dalam hidup, dan agar Anda dapat menerima setiap kritik dari atasan dengan kepala dingin. Sikap jujur juga dapat membuat posisi Anda senantiasa aman.

  • Advertisement
  • Perlu diingat bahwa perusahaan membutuhkan orang yang dapat bekerja secara profesional, sedangkan kita membutuhkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan diri kita. Jika kita menyadari kedua hal tersebut, kita dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan menyelesaikan segala permasalahan dalam bekerja dengan tuntas. Selamat bekerja!

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Ditegur keras oleh bos? Tak perlu sakit hati!

Jika bos menegur Anda dengan keras, jangan terlalu diambil hati. Anggap saja tegurannya sebagai kritik yang membangun.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr