7 risiko kehamilan dan pencegahannya

Ibu hamil yang mengalami darah tinggi biasanya bukan disebabkan oleh bayi yang dikandung, akan tetapi lebih sering diakibatkan oleh faktor usia serta riwayat penyakit darah tinggi yang dimiliki sebelum kehamilan.

9,391 views   |   6 shares
  • Bagi pasangan yang baru menikah bisa segera memiliki seorang anak adalah dambaan terbesar. Akan tetapi rasa was-was, rasa takut serta keraguan pasti akan membayangi, apakah si calon bayi nanti akan bisa dilahirkan dengan sehat serta selamat ke dalam dunia ini. Dalam proses mempersiapkan kehamilan setiap wanita hendaknya sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan yang akan bertugas memantau perkembangan janin yang dikandungnya nanti. Segala kekhawatiran hendaknya sudah didiskusikan supaya si calon ibu bisa merasa tenang dan tidak dibayangi perasaan-perasaan cemas yang dapat merugikan dirinya. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi selama masa kehamilan dan bagaimana cara mengatasinya.

  • 1. Anemia

  • Wanita hamil rentan mengalamai anemia, yaitu suatu kondisi dimana jumlah sel-sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) berada di bawah angka normal, hal ini terjadi karena selama masa kehamilan tubuh seorang wanita membutuhkan lebih banyak zat besi serta vitamin-vitamin penunjang lainnya bagi pertumbuhan janin yang dikandung. Tanda-tanda yang sering menyertai penderita anemia adalah: mudah lelah, wajah pucat, mudah pusing, dan gemetaran. Bila Anda mengalami hal ini, maka segera lakukan tindakan pencegahan dengan cara: mencukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang, perbanyak makan makanan yang kaya mengandung zat besi (seperti: daging merah, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan), serta bisa juga mengonsumsi suplemen makanan yang kaya mengandung zat besi.

  • 2. Gizi Buruk

  • Umumnya hanya terjadi bila seorang ibu hamil tidak memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya. Resiko terbesar bila seorang ibu hamil sampai mengalami gizi buruk adalah calon bayi dapat lahir prematur, berat badan rendah, dan mengalami kecacatan fisik maupun mental.

  • 3. Sungsang

  • Adalah suatu kondisi di mana posisi atau letak kepala bayi tidak berada tepat di jalan lahir. Belum diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi, tetapi menurut beberapa ahli sungsang terjadi karena proses adaptasi dari si bayi itu sendiri selama berada di dalam kandungan. Saat ini sungsang bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan apabila si ibu dan petugas medis mengetahui prosedur yang tepat dalam membantu mengeluarkan bayi tersebut. Lakukan beberapa olahraga ringan yang dapat membantu membetulkan posisi kepala bayi supaya tepat berada di jalan lahir.

  • 4. Darah Tinggi

  • Ibu hamil yang mengalami darah tinggi biasanya bukan disebabkan oleh bayi yang dikandung, akan tetapi lebih sering diakibatkan oleh faktor usia serta riwayat penyakit darah tinggi yang dimiliki sebelum kehamilan. Risiko yang sering dialami oleh ibu hamil dengan darah tinggi adalah _Abrupsio Plasenta_, yaitu kondisi di mana plasenta lepas dari dinding rahim sebelum kelahiran, sehingga dapat menyebabkan pendarahan hebat yang membahayakan keselamatan ibu dan si bayi.

  • Advertisement
  • 5. Diabetes

  • Kehamilan yang terjadi pada penderita diabetes merupakan kehamilan berisiko tinggi karena dapat mengancam keselamatan si ibu dan bayi yang dikandung. Apalagi selama kehamilannya ibu hamil dengan diabetes juga dilarang untuk mengonsumsi obat-obatan pengontrol kadar gula karena dapat mempengaruhi kondisi kesehatan janinnya. Bagi wanita hamil dengan diabetes mereka harus mampu mengontrol pola makannya dan selalu memeriksa secara rutin kadar gula darahnya supaya selalu dalam batas normal.

  • 6. Prematur

  • Bayi prematur lahir ketika usianya tidak sampai 37 minggu dan memiliki berat badang kurang dari 2,5 kg. Hal ini menyebabkan organ-organ penting di dalam tubuhnya belum mampu bekerja secara maksimal, sehingga berisiko besar mengalami gangguan-gangguan kesehatan. Ada banyak faktor penyebab mengapa bayi bisa lahir prematur dan salah satunya adalah gaya hidup dari si ibu itu sendiri seperti merokok, minum-minuman keras, mengonsumsi narkoba, dan stres.

  • 7. Keguguran

  • Menurut sebuah penelitian 50 – 70% keguguran pada tiga bulan pertama sering diakibatkan oleh kelainan kromosom pada saat proses pembuahan, sehingga embrio yang telah dibuahi tidak dapat berkembang secara normal. Di dalam penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa setiap wanita yang hamil memiliki resiko mengalami keguguran, tetapi lebih besar risikonya pada wanita yang: hamil di atas usia 40 tahun, memiliki riwayat keguguran sebelumnya, memiliki kelainan kromosom, gangguan rahim, masalah genetik, memiliki gaya hidup tidak sehat, tinggal di lingkungan tidak sehat, memiliki masalah kejiwaan, kegemukan, dan sperma suami yang tidak sehat.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

7 risiko kehamilan dan pencegahannya

Ibu hamil yang mengalami darah tinggi biasanya bukan disebabkan oleh bayi yang dikandung, akan tetapi lebih sering diakibatkan oleh faktor usia serta riwayat penyakit darah tinggi yang dimiliki sebelum kehamilan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr