Bagaimana menghadapi dan mengurangi percekcokan dalam rumah tangga

Percekcokan dan ketidaknyamanan antara suami istri umum terjadi. Terkadang setiap pasangan suami istri jadi berpikir ternyata rasa cinta saja belum cukup untuk mewujudkan segalanya.

6,096 views   |   9 shares
  • Memiliki rumah tangga yang bahagia pasti menjadi impian setiap pasangan suami istri. Bahkan sebelum mengarungi bahtera rumah tangga, impian tersebut sudah dinantikan. Namun, kenyataannya, mengapa yang terjadi justru kebalikannya? Percekcokkan dan ketidaknyamanan antara suami istri yang sering terjadi. Percekcokan dan ketidaknyamanan antara suami istri umum terjadi. Terkadang setiap pasangan suami istri jadi berpikir ternyata rasa cinta saja belum cukup untuk mewujudkan segalanya. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pasangan suami istri yang bahagia meskipun percekcokan sering melanda rumah tangga Anda:

  • 1. Menerima apa adanya

  • Sering kali Anda menuntut kesempurnaan dari pasangan Anda. Seiring berjalannya waktu, kekurangan pasangan Anda akan terlihat dengan jelas. Namun, jika Anda sudah masuk dalam sebuah ikatan pernikahan, setiap perbedaan tersebut harus menjadi acuan untuk mewarnai kehidupan rumah tangga Anda menjadi lebih baik. Anda harus menerima sifat atau watak pasangan, termasuk sifat yang bertentangan dengan keinginan Anda. Jangan menjadikan kekurangan atau kelemahan pasangan Anda menjadi penghambat kebahagiaan Anda berdua. Pikirkanlah, di balik kekurangan pasangan Anda, pasti tersimpan kelebihan yang Anda tidak ketahui. Berani memutuskan untuk menjalin ikatan pernikahan berarti Anda harus berani menerima apa adanya keadaan pasangan Anda. Baik atau buruknya harus Anda terima dengan sukacita.

  • 2. Belajar mandiri

  • Usahakan jangan melibatkan orang lain untuk ikut berperan dalam rumah tangga Anda. Apabila terjadi pertengkaran atau masalah dalam hubungan Anda jangan mengeluh kepada orang lain termasuk keluarga Anda. Jika memungkinkan, Anda berdua dapat menyelesaikannya sendiri. Belajarlah mandiri untuk menyelesaikan masalah Anda berdua. Melibatkan pihak ketiga biasanya malah membuat suasana menjadi rumit. Bahagia itu Anda berdualah yang menciptakannya.

  • 3. Keterbukaan antar suami dan istri

  • Mulailah untuk belajar jujur dan terbuka terhadap apapun. Tidak jujur akan membuat Anda untuk belajar berbohong pada pasangan Anda. Utarakan apapun yang mengganjal dalam hati Anda. Keterbukaan jauh lebih baik daripada ketidakjujuran. Walaupun kenyataanya pahit atau tidak nyaman bagi pasangan Anda, namun kejujuran akan membuat perasaan Anda tenang dan tidak ada beban lagi. Semua masalah akan dapat dikomunikasikan dengan baik apabila tidak ada yang ditutup-tutupi.

  • 4. Melupakan masa lalu pasangan

  • Advertisement
  • Hal ini seringkali sangat sensitif untuk dibicarakan bagi setiap pasangan suami istri. Apalagi menyangkut masa lalu pasangan Anda yang tidak menyenangkan atau yang menyakitkan hati Anda. Mengingat kembali masa lalu pasangan Anda bisa menghambat kebahagiaan Anda berdua. Pikirkanlah kehidupan Anda yang sekarang dan yang akan datang. Bangunlah masa depan yang bahagia bersama pasangan Anda. Biarlah masa lalu pasangan Anda menjadi bagian dari kehidupan Anda berdua. Tidak ada untungnya juga untuk mengingat yang telah lalu. Tidak akan merubah keadaan yang telah ada. Anda menikahi pasangan Anda bukan untuk membangun masa lalu tetapi untuk membangun masa depan. Yang lalu biarlah berlalu, Anda sendiri juga memiliki masa lalu. Yang pasti, Anda tidak ingin pasangan Anda mengingatnya juga. Cobalah bersihkan hati dan pikiran Anda dari hal-hal yang tidak perlu.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Bagaimana menghadapi dan mengurangi percekcokan dalam rumah tangga

Percekcokan dan ketidaknyamanan antara suami istri umum terjadi. Terkadang setiap pasangan suami istri jadi berpikir ternyata rasa cinta saja belum cukup untuk mewujudkan segalanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr