Pelajaran Formal vs Life Skills

Life Skills, seringkali dianggap remeh dan dinilai kalah penting ketimbang pelajaran formal. Padahal, dalam keseharian masih sering terlihat orang yang menyelak antrean, tidak mau bersabar, mengambil hak orang lain, dan tidak peduli pada sekitar.

905 views   |   1 shares
  • Lebih penting mana, penguasaan penuh pelajaran klasikal seperti mampu membaca, berhitung, menulis sejak dini, atau life skills (keterampilan hidup)?

  • Ada begitu banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya di kelompok bermain sejak usianya 2 tahun, kemudian menambahkan les ini dan itu untuk mengisi hari-harinya. Evaluasi yang dilakukannya kemudian, adalah, sudah mampukah anaknya membaca, berhitung dan menulis?

  • Padahal, anak tersebut masih belum toilet training, belum bisa makan sendiri, belum mampu naik dan turun tangga dengan aman, juga belum bisa bersabar mengantre giliran. Lalu untuk apa keahlianya membaca, berhitung dan menulis, saat menjalani kehidupan pun semuanya masih harus dibantu?

  • Hal ini pernah diungkapkan Ayah Edy dalam tulisannya yang terkenal "Budaya etika antri vs pintar matematika" dalam tulisan tersebut Ayah Edy menceritakan obrolannya dengan seorang guru di Australia yang menyatakan bahwa dirinya tak terlalu khawatir jika anak-anak di sekolah dasarnya tidak pandai matematika. Ia justru khawatir jika mereka tak pandai mengantri.

  • Sebab, guru hanya perlu melatih anak selama tiga bulan saja secara intensif untuk bisa matematika. Sementara melatih anak untuk mengantre membutuhkan waktu pelatihan yang lebih lama, bahkan membutuhkan waktu hingga 12 tahun atau lebih. Dan selalu ada pelajaran berharga di balik proses mengantre.

  • Apalagi, menurut guru tersebut, tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali tambah, kali, kurang dan bagi. Sebagian anak akan menjadi atlet, penyanyi, pelukis, penari dan sebagainya. Namun semua murid pasti akan membutuhkan etika moral dan pelajaran berharga dari mengantre di sepanjang hidup mereka kelak.

  • Pelajaran tersebut adalah:

  • 1. Anak belajar menajemen waktu.

  • Jika ingin mengantre paling depan, ia harus datang lebih awal dan melakukan persiapan lebih awal.

  • 2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba. Terutama jika ia berada di antrean paling belakang.

  • 3. Anak belajar menghormati hak orang lain.

  • Yang datang lebih awal mendapatkan giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri paling penting

  • 4. Anak belajar kreatif.

  • Karena mengalami kebosanan mengantre, anak harus memikirkan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantre.

  • 5. Anak belajar disiplin dan tidak mengambil hak orang lain

  • 6. Anak bisa belajar bersosialisasi dengan menyapa dan mengobrol bersama orang lain di dalam antrean.

  • Advertisement
  • 7. Anak belajar tabah menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

  • Jadi, masih kerap merasa kesal saat menghadapi para pengendara kendaraan motor yang gemar menyalip antrean? Atau lelah dengan calo-calo yang tak pernah bisa habis karena masih banyak orang yang menggunakan jasanya?

  • Mungkin mereka itu masih harus belajar mengantre bersama anak-anak kita.

  • Jadi, mana lebih penting? Pelajaran formal atau life skills?

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pelajaran Formal vs Life Skills

Life Skills, seringkali dianggap remeh dan dinilai kalah penting ketimbang pelajaran formal. Padahal, dalam keseharian masih sering terlihat orang yang menyelak antrean, tidak mau bersabar, mengambil hak orang lain, dan tidak peduli pada sekitar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr