Akur dengan Ibu? Mana mungkin!

Seorang remaja putri sering kali tidak “akur” dengan ibunya. Perbedaan usia dan masa remaja yang penuh gejolak bisa menjadi jurang pemisah keduanya. Namun selalu ada cara untuk mengatasinya.

1,685 views   |   6 shares
  • Seorang remaja putri sebut saja Ira sering kali tidak "akur" dengan ibunya. Saat ini dia berusia 20 tahun, dia bekerja bersama ibunya di bidang usaha perhiasan perak. Dia pernah berkata pada dirinya sewaktu remaja, bahwa dia tidak akan pernah menggeluti usaha keluarganya tersebut. Katanya, "Saya mengapresiasi bisnis perak ibu, tapi saya lebih senang bekerja di tempat lain." Dari apa yang dialaminya dia memang butuh waktu untuk penyesuaian agar dapat berkerja sama dengan ibunya. Hal-hal inilah yang dia lakukan yang membuatnya bisa "akur" dengan ibunya:

  • 1. Menghargai perbedaan yang ada

  • Setiap insan memiliki kepribadian dan ketertarikan yang berbeda, hal itu perlu disadari. Jangan sampai perbedaan itu membuat kita remaja puteri tidak dapat membangun hubungan yang baik dengan ibu kita. Kerja sama dalam usaha ataupun pekerjaan tetap dapat berhasil dengan masing-masing mengerjakan sesuai keahliannya dan saling menutupi kekurangan yang ada. Tidak ada salahnya kita remaja putri berbeda dengan ibu kita asalkan dapat selaras menjalin ikatan keluarga atau kerja sama dalam hubungan pekerjaan.

  • 2. Menunjukkan rasa hormat padanya

  • Sebagai seorang remaja puteri, kita perlu senantiasa mencoba untuk menjaga perasaan dan menjauhkan suasana perubahan hati kita dari ibu. Lebih baik memikirkan bagaimana perasaan seseorang, bahkan terhadap ibu kita sendiri. Hal inilah yang perlu kita lakukan untuk menunjukkan rasa hormat dalam hubungan antara ibu dan anak.

  • 3. Melakukan kegiatan bersama

  • Mengapa tidak, ibu dan kita sebagai remaja puterinya dapat menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan bersama, entah berbelanja, jalan-jalan, termasuk juga memasak makanan favorit keluarga. Lakukan pula kegiatan rutin bersama seperti mengunjungi salon kecantikan, yang akan memberikan waktu jeda untuk merawat tubuh bersama.

  • 4. Mendengarkan dia

  • Sebagai remaja kita pun dapat belajar dari ibu kita. Acap kali seorang ibu mengatakan bahwa kecantikan itu muncul dari dalam diri kita. Kita juga dapat belajar bahwa bila ibu mengatakan "tidak" untuk sesuatu biasanya dia memiliki alasan yang kuat untuk itu.

  • 5. Cobalah untuk tidak perlu malu karena dia

  • Sesuatu yang alami bila kita remaja puteri kadang merasa malu akan ibu kita. Bila perasaan ini datang, ingatlah bahwa ibu kita adalah orang yang paling berjasa yang melahirkan kita ke dunia. Sudah tentu sebagai seseorang yang mencintai kita, ibu sering ingin tahu semua sisi kehidupan kita dan biasanya kita menjadi tidak nyaman karenanya. Jadikan ibu kita sebagai sahabat di mana kita dapat mencurahkan isi hati kita. Bila hubungan kita dan ibu kita menjadi sedemikian akrab, teman-teman kita akan mengatakan betapa hebatnya ibu kita.

  • Advertisement
  • 6. Mengagumi dia

  • Mohon diingat selalu bahwa ibu kita telah banyak berkorban bagi kita. Dia selalu ada untuk kita. Keberadaan seorang ibu di rumah pada saat ini mungkin sulit ditemukan karena fakta membuktikan bahwa sekarang ada banyak ibu yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Oleh karena itu sikapi dengan bijaksana dan berikanlah rasa penghargaan atas apa yang telah dilakukannya selama ini.

  • Sebuah peribahasa 'Surga terletak di telapak kaki ibu' merupakan ungkapan betapa berharganya dan sentralnya peran ibu dalam keluarga dan masyarakat kita.

Bantu kami menyebarkan

My motto in life is to "Never give up, and life must go on".

Akur dengan Ibu? Mana mungkin!

Seorang remaja putri sering kali tidak “akur” dengan ibunya. Perbedaan usia dan masa remaja yang penuh gejolak bisa menjadi jurang pemisah keduanya. Namun selalu ada cara untuk mengatasinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr