Singkirkan ego. Mulailah dari diri sendiri.

Menuntut seseorang untuk berubah, memang mudah. Namun berpotensi menimbulkan pertengkaran di dalam suatu hubungan. Saling membela ego masing-masing, tidak akan pernah bisa menyelesaikan permasalahan. Bagaimana kalau kita mulai dari diri sendiri?

4,536 views   |   2 shares
  • Banyak orang merasa takut pada komitmen, dan keseriusan hubungan yang berujung pada pernikahan. Alasan utamanya adalah karena cinta biasanya menghilang seiring waktu berjalan dan berganti dengan pengertian. Sementara pengertian, biasanya diikuti oleh banyaknya tuntutan.

  • Menuntut, mungkin memang bagian dari sifat dasar manusia. Dalam karier, banyak orang menuntut kenaikan gaji karena merasa sudah bekerja maksimal, namun tidak ada perkembangan penghasilan. Begitu juga dalam hubungan percintaan. Memang ada begitu banyak tuntutan. Namun biasanya bermula dari tuntutan kecil seperti perhatian, atau pengakuan, kemudian merembet ke banyak hal dan memicu pertengkaran besar. Saling menyalahkan, saling tuding dan mengeluarkan keegoisan hingga menyentuh level tertinggi.

  • Sebab kadang, tanpa disadari, kita akan "membalas" hal yang sama dengan yang pasangan kita lakukan. Dia tidak perhatian, kita ikutan tidak perhatian. Dia asyik sendiri dengan gadgetsnya, kita membalas. Pria memilih menghabiskan minggu paginya di bengkel, dan dibalas oleh pasangannya dengan menghabiskan waktu di salon. Tak akan ada habisnya. Saat tuntutan datang, jawaban yang akan diberi adalah "Ya kamu juga begitu..."

  • Begitu juga saat kita sama-sama lelah pulang kerja. Ketimbang marah saat suami minta dibikinkan ini itu, lakukan saja duluan. Tanyakan, ia mau minum apa. Pijat pundaknya, ajak ia tertawa. Hal ini akan membuatnya nyaman, dan seterusnya akan bersikap baik. bahkan bukan tidak mungkin, ia akan menawarkan minum duluan, meski merasa lelah.

  • Meninggikan ego, biasanya tidak terlalu bermanfaat dalam menjalankan suatu hubungan. Apalagi menuntut terlalu banyak. Berkaca dan banyak melakukan introspeksi pada diri sendiri, rasanya akan lebih baik. ketimbang menyatakan "Kamu ini kok tidak berubah-berubah sih, tetap saja semaunya.." akan lebih baik membalik, dan menanyakan pada diri sendiri "Aku harus bagaimana agar dia mau berubah.."

  • Dengan mengalah, lalu mulai dari diri sendiri, keadaan akan menjadi lebih tenang dan kondusif. Pada saat seperti itu, pasangan bisa berkomunikasi dengan kepala dingin. Segala hal yang mengganjal bisa diceritakan sambil mengobrol santai, ditemani musik dan teh hangat. Tidak perlu marah-marah, yang pada akhirnya menghabiskan banyak energi penting yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna.

  • Lagipula, pertengkaran biasanya tidak menghasilkan solusi yang signifikan bagi peningkatan hubungan. Membela harga diri karena mementingkan ego, biasanya hanya akan membangun jarak, yang semakin lama semakin merentang lebar. Tak jarang akhirnya banyak pasangan yang menghabiskan sisa hidup pernikahannya dengan hambar. Atau bahkan berakhir begitu saja.

  • Advertisement
  • Jadi, mari kita mulai dari diri sendiri. Pernikahan bukan kompetisi, tidak ada kalah dan menang didalamnya. Ingatlah bahwa ia adalah orang yang sudah kita pilih untuk menghabiskan waktu hingga maut menjemput. Sahabat, bukan rival. Cinta, bukan tuntutan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Singkirkan ego. Mulailah dari diri sendiri.

Menuntut seseorang untuk berubah, memang mudah. Namun berpotensi menimbulkan pertengkaran di dalam suatu hubungan. Saling membela ego masing-masing, tidak akan pernah bisa menyelesaikan permasalahan. Bagaimana kalau kita mulai dari diri sendiri?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr