Ingatkah kita untuk membalas budi baik orangtua?

Seiring bergulirnya waktu, terkadang kita lupa bahwa sampai detik ini banyak sekali yang sudah orangtua lakukan untuk kita. Padahal hubungan orangtua dan anak tidak akan pernah putus.

2,796 views   |   4 shares
  • Tidak ada yang bisa memisahkan hubungan antara orang tua dan anak hingga kita dewasa. Kita akan selalu menjadi anak dan mereka akan selalu menjadi orang tua kita, bahkan setelah kita menjadi orang tua baru untuk anak-anak kita.

  • Yah, hubungan orang tua dan anak tidak akan pernah putus, bahkan jika mereka sudah terpisah di kehidupan yang berbeda. Tapi seiring bergulirnya waktu, terkadang kita lupa bahwa sampai detik ini banyak sekali yang sudah orangtua lakukan untuk kita. Ada yang memberikan pengalaman menyenangkan, ada pula yang tidak menyenangkan. Tetapi sebagai anak, sudah sepantasnya-lah kita tetap bersikap baik, hormat dan selalu mendoakan mereka.

  • Apakah ada orangtua yang pamrih? Ada.

  • Apakah ada orangtua yang ikhlas memberikan apapun? Ada.

  • Lalu dengan sikap orang tua yang seperti itu, apakah kita harus membalas dengan cara yang sama pada mereka? Tentu tidak.

  • Kita mempunyai pilihan untuk tetap membalas budi baik mereka dengan cara yang sesuai dengan kemampuan kita. Jadi lakukanlah apa yang memang bisa kita lakukan.

  • "Sekarang biaya air dan listrik di rumah menjadi tanggungan saya. Meskipun tidak banyak, sementara baru ini yang bisa saya lakukan untuk mereka," Reno, wiraswasta.

  • Bagi Reno yang belum menikah dan masih tinggal dengan orangtua, yang bisa ia lakukan untuk membalas budi baik orangtua adalah membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti air dan listrik. Tapi suatu hari ia berharap dapat memberikan lebih.

  • Berbeda dengan Dona, yang tinggal berbeda pulau dengan orangtuanya.

  • "Karena jauh, yang bisa saya lakukan adalah menelponnya setiap hari, entah melalui telepon biasa ataupun skype. Kalau secara materi, sejauh ini hanya membelikan pulsa atau tiket pesawat pulang pergi orangtua ketika mengunjungi saya di Jakarta," Dona, ibu rumah tangga.

  • Saya sendiri, yang juga tinggal di negara yang berbeda dengan kedua orang tua, belum bisa memberikan apapun secara materi. Tetapi yang bisa saya lakukan adalah memberi perhatian yang intens dengan berkomunikasi melalui Whatsappdan Skype, mendengarkan keluh kesah kedua orangtua saya atau hanya mendengarkan cerita aktivitas mereka setiap hari.

  • Lain halnya dengan Icha, yang selalu tidak pernah merasa cukup membalas budi baik kedua orangtuanya.

  • "Saya selalu ingin menangis ketika mengingat apa yang telah dilakukan orangtua kepada saya hingga saat ini. Tidak pernah sebanding apa yang mereka berikan dengan apa yang kita berikan. Orangtua saya benar-benar seperti sahabat," Icha, seniman.

  • Advertisement
  • Apa yang mereka lakukan, mungkin ada yang membuat kita kesal. Apa yang mereka ucapkan, mungkin ada yang menyakitkan. Apa yang mereka inginkan pada diri kita, mungkin terkadang berlebihan. Tetapi terlepas dari itu semua, pastilah ada kehendak Tuhan di sana karena mereka adalah orang tua kita. Dan Tuhan menjadikan diri kita seperti saat ini , juga karena doa kedua orangtua kita.

  • Jadi, haruskah kita membalas budi baik mereka?

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Ingatkah kita untuk membalas budi baik orangtua?

Seiring bergulirnya waktu, terkadang kita lupa bahwa sampai detik ini banyak sekali yang sudah orangtua lakukan untuk kita. Padahal hubungan orangtua dan anak tidak akan pernah putus.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr