Sosial media bukan tempat curhat. Anda setuju?

Berbagi, adalah kebutuhan dasar manusia. Namun berbagi keluhan di sosial media, tidaklah elok. Hal ini, hanya akan menyebarkan semangat negatif pada banyak orang. Bagaimana mungkin mengharapkan adanya perubahan, jika terus menyebar kabar pesimis?

3,054 views   |   23 shares
  • Punya laman media sosial? Pernah mengeluh, berdoa yang sarat kesedihan, bahkan memaki di status-status yang kita buat?

  • Nampaknya banyak dari kita yang pernah melakukan hal itu, baik disengaja maupun tidak.

  • Sebab, sebagai netizen, kita kerap merasa dunia kita terperangkap di tengah teman-teman media sosial, dan kebutuhan berbagi (atau pamer) menjadi amat tinggi. Sepertinya kita ingin berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari diketahui oleh orang lain, diberikan simpati melalui komentar, lalu kita merasa lebih bahagia karenanya.

  • Pernahkah terpikir bahwa keluhan kita itu mampu memicu keluhan-keluhan lain dari teman-teman di media sosial? Misalnya kita menulis "Aduh capek banget deh kena macet, sampai lupa kalau ada pedal gas di mobil. Mana lapar, hujan, dan kerjaan masih banyak. Sebeeelll!!". Apa yang terjadi saat seseorang membacanya? Berpikir hal yang sama, kan? Lalu membuat status baru "Ih masih untung ya kalo pulang telat kena macet, tapi masih di dalam mobil AC. Nah aku, di angkot, panas, berisik. Capeknya triple!!"

  • Begitu seterusnya.

  • Yang terjadi adalah pamer kelelahan, saling merasa paling capek, dan menyebarkan energi negatif bagi banyak orang di ruang publik tersebut. Rasanya setiap kita, yang terjebak dalam dunia industrialisasi dan dinamisme kota sudah pasti merasa lelah. Rasakanlah dengan hati, setiap kita juga pasti merindukan kabar baik yang mampu membangkitkan lagi semangat yang terus turun. Betul kan?

  • Kita semua sesungguhnya tidak pernah diajarkan untuk menjadi lemah dan menggadang-gadang kesedihan. Lalu apa bedanya kita dengan modus penipuan pengemis jalanan? Mencari perhatian dari kelemahan dan kesedihan. Mulailah berubah. Berikan kabar baik untuk teman-teman kita yang merasa letih. Secapek dan sesibuk apapun hari ini, tulislah hal-hal yang terus mampu membangkitkan semangat.

  • Sebab, dukungan dari komen atas status kesedihan kita, bukanlah hal yang pantas diharapkan. Mulailah mendukung orang lain lewat tulisan yang menyenangkan hati, dan membangkitkan semangat. Pernah nonton Pay It Forward? Sebuah film yang dirilis tahun 2000 dari sutradara Mimi Leder. Lakukanlah hal-hal yang diajarkan oleh film tersebut.

  • Saat seseorang berbuat baik, balaslah kebaikan tersebut dengan berbuat baik lagi pada orang-orang lain. Mungkin kecil, tapi setidaknya hari ini kita sudah berupaya menyebarkan kebaikan. Menguatkan orang lain, akan membuat kita semakin kuat. Menyenangkan hati oran lain, akan menghasilkan lingkungan yang lebih menyenangkan.

  • Advertisement
  • Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat terhadap sesamanya. Maka, bagaimana kita bisa memberikan manfaat jika yang kita bagi dengan dunia selalu keluh kesah dan kepedihan? Bukankan berbagi kebahagiaan merupakan salah satu cara efektif untuk mendapatkan kebahagiaan?

  • Terutama bagi kita yang sudah menjadi orang tua. Beban di pundak kita untuk menjaga keluh dari eksploitasi ruang publik, lebih tinggi lagi. Sebab, ada mahluk yang akan mencontoh segala tindak tanduk yang kita lakukan. Apakah anak kita akan menjadi orang yang lemah, atau yang kuat dalam menghadapi dunia dan seisinya?

  • Penderitaan bukanlah kebanggaan. Kelemahan dan keletihan kita, bukanlah sesuatu yang pantas untuk tertulis di ruang publik, dapat dibaca siapapun, bahkan bertahan catatannya di rekaman data untuk selama-lamanya. Berceritalah mengenai kebaikan, berbagilah kepada orang-orang dengan semaksimal kekuatan yang kita punya. Sebab yang kuat, selalu lebih baik.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Sosial media bukan tempat curhat. Anda setuju?

Berbagi, adalah kebutuhan dasar manusia. Namun berbagi keluhan di sosial media, tidaklah elok. Hal ini, hanya akan menyebarkan semangat negatif pada banyak orang. Bagaimana mungkin mengharapkan adanya perubahan, jika terus menyebar kabar pesimis?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr