Mari belajar dari alam!

Tuhan telah menyediakan alam untuk dinikmati dan dipelajari. Ajaklah anak-anak kembali bermain di tengah alam karena banyak hal bisa membuatnya tumbuh sehat, cerdas dan bahagia.

4,814 views   |   7 shares
  • "Belajarlah dari burung. Mereka tidak pernah berteriak menyuruh anaknya belajar terbang atau mencari makan. Mereka memberikan contoh." Merasa tersindir?

  • Orangtua seringkali meminta anak-anak melakukan hal yang mereka sendiri tidak lakukan. Seperti meminta maaf jika berbuat salah. Sebelum meminta anak untuk meminta maaf, sebaiknya orang tua bercermin dulu apakah diri mereka sendiri sudah meminta maaf jika melakukan kesalahan kepada anak?

  • Mulai saat ini, ada baiknya jika Anda mengurangi berjalan-jalan di mal, atau berlatih di gymnastic karena gymnastic, terutama untuk balita, fokus pada kegiatan sensori integrasi yang bisa ditemukan di alam. Berlari, berjalan di titian, bermain di pasir dan lainnya dapat melatih motorik halus yang dapat dilakukan di sekitar rumah tanpa biaya sepeser pun.

  • Banyak hal bisa Anda ajarkan kepada anak saat membawanya ke alam bebas. Warna, misalnya. Alam memiliki begitu banyak warna untuk dipelajari. Anda bisa menjelaskan bahwa mengapa daun berwarna hijau. Karena daun mengandung klorofil yang menyerap warna cahaya untuk tumbuh sehingga akhirnya warna yang terlihat adalah hijau. Penjelasan sederhana seperti itu bisa menjadi sebuah cerita yang panjang, dan itu hanya daun.

  • Mungkin tidak semua dari kita senang berkotor-kotor dengan tanah, atau senang berjalan kaki. Namun, percayalah, apa yang akan kita dapatkan akan setimpal. Anak akan tumbuh dengan bahagia dan belajar banyak. Ia juga akan mencintai alam. Pertumbuhannya pun sempurna karena ia cukup mendapatkan sinar matahari dan olahraga.

  • Biarkan anak merasakan embun di rerumputan, mandi hujan (selama tidak ada petir dan tidak terlalu deras), berlari telanjang kaki di tanah hingga seluruh tubuhnya berubah warna jadi kecoklatan. Ia akan mengenal teman-teman yang harus dijaganya di lingkungan sekitar. Siapa mereka? Pohon, burung-burung, kucing dan anjing terlantar, ulat, kaki seribu, kumbang, bunga-bunga, hingga langit, awan dan matahari.

  • Di kepalanya akan terus muncul pertanyaan, dan kita akan semakin kerepotan menjawab, jika tidak lebih sering membaca. Nah! Satu poin lagi. Mengajarkan anak mengenal alam akan membuat kita, para orangtua mau tak mau menjadi lebih pintar karena harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mulut mungil yang tak mau diam itu. Kita juga otomatis akan lebih sehat karena ikut berolahraga dan bersenang-senang di bawah sinar matahari dan udara segar.

  • Anak juga akan menjadi lebih mandiri. Setelah jatuh saat berlari di tanah licin, ia akan belajar untuk berhati-hati. Ia juga belajar dari hewan-hewan yang dilepas induknya sejak dini untuk mencari makan sendiri. Kebersamaan dengan alam akan membuat anak menyadari bahwa orangtuanya akan selalu ada di saat ia membutuhkan.

  • Advertisement
  • Karena itu, Anda tak perlu khawatir jika anak bermain di tempat yang kotor karena kotor bisa dibersihkan. Ajarkan anak untuk mampu mencuci tangan dan kakinya sendiri dengan benar. Kebahagiaan yang didapatkan karena menghabiskan waktu dengan orang yang dicintainya untuk belajar mencintai alam adalah segalanya.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mari belajar dari alam!

Tuhan telah menyediakan alam untuk dinikmati dan dipelajari. Ajaklah anak-anak kembali bermain di tengah alam karena banyak hal bisa membuatnya tumbuh sehat, cerdas dan bahagia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr