Dampingi sahabat yang baru saja mengalami keguguran

Kematian tidak terelakkan. Tetapi kematian seorang anak tentu akan sangat menyakitkan dan menyedihkan bagi orang tuanya.

543 views   |   0 shares
  • Kematian memang tidak terelakkan. Tetapi kematian seorang anak tentu sangat menyakitkan dan menyedihkan bagi orang tuanya. Seorang dokter mengatakan, "Kematian seorang anak berarti hilangnya impian masa depan dan lenyapnya pengalaman yang belum sempat dinikmati." Perasaan kehilangan yang sangat dalam seperti ini juga dialami oleh seorang wanita yang kehilangan bayi di kandungannya.

  • Walau sudah memiliki beberapa anak, Mona sangat menantikan kelahiran bayinya. Dia berbicara, bersenandung dan bermimpi tentang bayinya. Hubungan antara seorang ibu dengan bayinya yang belum lahir sangatlah kuat. Kata Mona, "Arieli adalah bayi yang menendang buku dari perut saya. Saya masih ingat tendangannya yang pertama, seperti sentuhan lembut yang penuh kasih. Saya mengenalnya dengan sangat baik sehingga saya tahu saat dia sakit. Tetapi dokter tidak percaya sampai akhirnya terlambat. Namun saya merasa bahwa dia meninggal. Keesokan harinya, dia sudah tiada."

  • Pengalaman Mona ini banyak terjadi di dunia ini. Menurut buku Surviving Pregnancy Lost (Mengatasi Kesedihan karena Keguguran) karya Friedman dan Gradstein, di Amerika Serikat satu juta wanita mengalami keguguran setiap tahunnya. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa keguguran adalah tragedi yang sulit dilupakan, tak terkecuali seorang suami. Seorang wanita mengatakan, "Saya sungguh kecewa kepada suami saat itu. Dia tidak bisa merasakan kesedihan yang aku alami."

  • Reaksi ini mungkin lumrah bagi seorang suami karena dia tidak merasakan hubungan fisik dan emosi sekuat yang dialami istrinya. Walaupun begitu, tentu dia juga merasa kehilangan. Sungguh penting bagi suami dan istri untuk menyadari bahwa mereka berduka bersama, meski dengan cara yang berbeda. Untuk itu, para suami, nyatakanlah perasaan Anda. Jika tidak, istri akan menganggap Anda kurang sensitif.

  • Nah, bila seorang sahabat mengalami keguguran, Anda juga dapat membantunya. Tips di bawah ini mungkin dapat Anda lakukan:

  • 1. Jadilah pendengar yang baik, dengarkan keluhan teman Anda.

  • 2. Yakinkan bahwa mereka sudah berusaha sebaik mungkin.

  • 3. Dampingi teman Anda tidak hanya pada hari-hari pertama, tetapi juga hari-hari selanjutnya. Catatlah tanggal saat keguguran terjadi agar Anda dapat menemaninya di tanggal tersebut di bulan berikutnya.

  • 4. Undanglah ke rumah. Jika teman Anda menolak, jangan menyerah begitu saja, bujuklah terus.

  • Dan sebaiknya, Anda menghindari hal-hal di bawah ini:

  • 1. Jangan Anda menghindar karena tidak tahu apa yang harus dikatakan. Seringkali perkataan dan perbuatan yang sederhana dapat menghibur.

  • Advertisement
  • 2. Jangan pula berkata, "Akan ada bayi lain." Seorang anak tidak dapat digantikan oleh bayi lain karena masing-masing anak itu unik.

  • 3. Jangan terburu-buru menyarankan untuk menyingkirkan baju-baju bayi. Biarkan teman Anda menyimpannya dan membereskannya sendiri bila sudah waktunya.

  • 4. Jangan melarang teman Anda untuk bersedih. Meneteskan air mata akan membantunya merasa lega.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Dampingi sahabat yang baru saja mengalami keguguran

Kematian tidak terelakkan. Tetapi kematian seorang anak tentu akan sangat menyakitkan dan menyedihkan bagi orang tuanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr