Cerita di balik telur-telur Paskah

Perayaan Paskah atau Hari Bangkitnya Yesus Kristus pertama kali jatuh di kala musim semi baru dimulai. Karena itulah, Paskah dalam bahasa Inggris disebut Easter, yang artinya sama; musim semi. Tapi kenapa Paskah identik dengan telur berhiaskan warna?

8,617 views   |   8 shares
  • Paskah, dirayakan oleh seluruh umat Kristiani di berbagai belahan dunia. Inilah hari yang mengingatkan mereka akan kebangkitan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, setelah kematiannya di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia di muka bumi.

  • Di hari yang penuh makna bagi kaum Nasrani ini, selain diperingati dengan pergelaran drama penyaliban di gereja-gereja, Paskah juga identik dengan permainan menghias telur Paskah berwarna-warni oleh anak-anak dan remaja.

  • Mengapa telur?

  • Awal mula telur pada perayaan Paskah sendiri adalah dari budaya orang-orang Indo-Eropa. Di mana setiap orang di sana menyambut musim semi dengan saling memberikan telur sebagai hadiah. Ya, Paskah jatuh bertepatan dengan mulainya musim semi.

  • Musim semi adalah musim di mana bunga-bunga kembali bermekaran, cuaca kembali cerah dan hangat, dan tentunya menandakan hari yang baru telah tiba. Sama dengan telur, selain sebagai representasi kelahiran, telur juga merupakan simbol lahirnya hidup yang baru.

  • Begitu pula 'kehidupan baru' yang berhasil dibawa oleh Kristus setelah kebangkitan-Nya. Bahwa tubuh-Nya yang telah mati disemayamkan di sebuah gua kembali bangkit pada hari ke-3. Roh dan tubuhnya kembali menyatu menandakan kebangkitan-Nya.

  • Ia pertama kali memunculkan diri-Nya di hadapan Maria Magdalena dan beberapa muridnya. Sebagian tak percaya, tapi Ia kemudian menengadahkan tangan-Nya dan memperlihatkan luka tembusan paku seraya mengatakan, "inilah Aku."

  • Di awal-awal tahun perayaan Paskah, telur-telur diwarnai dengan warna merah saja, sebagai tanda bahwa merah adalah warna darah Yesus yang telah mengalir untuk menghapus dosa-dosa manusia. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, telur-telur pada perayaan Paskah kemudian diwaenai dengan warna-warna cerah.

  • Warna cerah dipilih sebagai tanda keceriaan, kebahagiaan menyambut kebangkitan Sang Juru Selamat.

  • Permainan yang kemudian diperuntukkan bagi anak-anak adalah, telur-telur yang sudah dihias kemudian disebarkan di berbagai sudut tempat untuk lomba menemukan telur terbanyak. Dalam kesempatan inilah biasanya anak-anak merasa antusias setiap merayakan hari Paskah setiap tahunnya.

  • Selain itu, menurut sejarah di negeri Eropa, King Edward I dari Inggris memerintahkan pelayannya untuk merebus 450 butir telur ketika menjelang Paskah. Ia kemudian meminta mereka untuk menghiasnya dengan bungkus emas untuk dibagi-bagikan kepada seluruh anggota keluarga kerajaan.

  • Kisah tersebut kemudian tersebar hingga orang-orang di Irlandia juga punya tradisi menghadiahkan telur pada saat Paskah. Di zaman sekarang, telur Paskah sudah mengalami banyak modifikasi. Warna yang digunakan tidak lagi terbatas pada warna merah bahkan ada yang kemudian membentuknya menjadi serupa pohon telur Paskah dan dipajang selama Paskah berlangsung.

  • Advertisement
  • Selamat merayakan hari raya Paskah untuk seluruh keluarga Kristiani. Semoga kebangkitan-Nya selalu mengingatkan kita akan penebusan-Nya atas dosa-dosa kita.

Bantu kami menyebarkan

Wiwin Wirwidya Hendra is a graduate of English Literature. Started her career as a reporter for a national newspaper and editor for several lifestyle magazines. Writing has been her biggest passion.

Situs: http://uniqueones@wordpress.com

Cerita di balik telur-telur Paskah

Perayaan Paskah atau Hari Bangkitnya Yesus Kristus pertama kali jatuh di kala musim semi baru dimulai. Karena itulah, Paskah dalam bahasa Inggris disebut Easter, yang artinya sama; musim semi. Tapi kenapa Paskah identik dengan telur berhiaskan warna?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr