Memang mulutnya harus dibagaimanakan?

Karena sudah terlalu senang berbicara, sampai–sampai kita melupakan saat kapan harus menutup mulut. “Semua ada saatnya “, kalimat ini tepat diberikan kepada seseorang yang terlalu suka berbicara.

1,119 views   |   3 shares
  • Memiliki kemampuan berbicara di depan umum dengan lancar adalah keinginan semua orang. Jadi bersyukurlah jika Anda adalah salah seorang yang memiliki kemampuan tersebut. Tetapi ada baiknya jika kemampuan tersebut digunakan pada saat yang tepat pula. Karena sudah terlalu senang berbicara, sampai–sampai kita melupakan kapan seharusnya menutup mulut. "Semua ada saatnya", kalimat ini tepat diberikan kepada seseorang yang terlalu suka berbicara. Ada saatnya kita untuk diam dan memberikan kesempatan berbicara kepada orang lain. Berikut adalah saat yang tepat di mana kita harus menutup mulut kita.

  • 1. Saat orang tua memperingatkan dan memberikan wejangan

  • Hal yang sering dianggap sepele oleh anak muda sekarang yaitu menganggap enteng didikan orang tua. Sangat tidak sopan saat orang tua memperingatkan dan memberi nasihatnya lalu kita memotong pembicaraannya atau mungkin berbicara lebih seolah–olah Anda lebih berpengalaman daripada orang tua Anda.

  • 2. Saat bertengkar dengan pasangan

  • Pertengkaran dengan pasangan tidak akan ada habisnya jika kedua belah pihak sama–sama egois dan tidak ada yang mau mengalah. Mau menutup mulut dan mendengarkan dia berbicara adalah cara ampuh untuk menyelesaikan pertengkaran. Setelah dia sudah mulai lelah berbicara baru kita berbicara tanpa ada emosi.

  • 3. Saat mengerjakan sebuah pekerjaan

  • Berbicara dengan teman kerja saat sedang mengerjakan pekerjaan adalah sangat tidak efektif untuk dilakukan. Bukan berarti kita tidak boleh berbicara dengan teman kerja tetapi ada baiknya jika Anda melihat situasi yang sedang Anda hadapi saat itu.

  • 4. Saat seseorang sedang mencurahkan isi hati

  • Jika Anda diminta untuk menjadi teman berbagi cerita oleh teman atau saudara Anda hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersilakan dia untuk bercerita dan tidak menyela pembicaraannya saat dia sedang berbicara. Coba bayangkan sedang asyiknya teman Anda berbicara tentang permasalahannya lalu Anda memotong pembicaraannya dan menyuruh dia mendengarkan Anda yang berbicara, hal itu akan sangat menyakitkan bagi dia.

  • 5. Saat pembicaraan yang mulai menjelekkan orang lain

  • Jika pembicaran yang sedang Anda ikuti sudah mulai mengarah untuk menjelekkan dan memojokkan seseorang, sebaiknya mulailah untuk menutup mulut Anda dan tidak perlu memberikan opini negatif. Bersikaplah seolah–olah Anda tidak tertarik dengan apa yang sedang dibicarakan.

  • 6. Saat Anda dikuasai oleh rasa emosi

  • Jika Anda sedang marah karena suatu hal, coba untuk kendalikan diri Anda dengan menutup mulut Anda karena biasanya hanya kata-kata yang negatif yang meluncur keluar. Cobalah untuk berdiam diri sejenak dan memikirkan dampak apa yang akan terjadi jika Anda menuruti rasa marah Anda.

  • Advertisement
  • 7. Menjaga rahasia seseorang

  • Menjaga rahasia seseorang susah–susah gampang untuk dilakukan. Terkadang kita tidak sengaja membuka rahasia seseorang di depan orang lain padahal orang tersebut sudah mau memberikan rahasianya kepada Anda berarti orang tersebut telah memberikan kepercayaan kepada Anda. Jangan sampai kita merusak kepercayaan itu, jangan mudah terpancing untuk membeberkan rahasia seseorang.

  • 8. Saat Anda tidak tahu apa topik yang sedang dibahas

  • Banyak orang beranggapan bahwa kalau kita banyak tahu artinya kita pandai. Tetapi tidak untuk yang satu ini. Lebih baik Anda diam dan mendengarkan apa yang sedang dibahas jika Anda memang tidak tahu tentang topik yang dibahas. Jika Anda memaksakan untuk berbicara akan terasa aneh karena pendapat yang Anda berikan sangat tidak berhubungan dengan topik yang dibahas. Tidak ada salahnya jika kita hanya menjadi pendengar saja, daripada membuat malu diri sendiri.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

Memang mulutnya harus dibagaimanakan?

Karena sudah terlalu senang berbicara, sampai–sampai kita melupakan saat kapan harus menutup mulut. “Semua ada saatnya “, kalimat ini tepat diberikan kepada seseorang yang terlalu suka berbicara.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr