Bunda, ayo ajar balita kita ke toilet

Tidak perlu takut memulai toilet training pada si kecil. Terutama jika usianya sudah menginjak 2 tahun. Sebab, pelatihan ini adalah cara efektif untuk mengurangi penggunaan popok sekali pakai, dan melatih kemandirian anak.

1,297 views   |   shares
  • Keluhan popok sekali pakai (pospak) yang mahal, sudah kerap terdengar dari curhat ibu-ibu masa kini. Karena memang pospak ini mahal betul harganya, semakin terasa mahal, sebab penggunaannya yang setiap hari, dan bisa beberapa kali ganti dalam waktu 24 jam saja.

  • Belum lagi dampak lingkungannya yang cukup besar. Sebab, bahan utama dari pospak adalah plastik, yang tak bisa didaur ulang. Tebal, dan cukup berperan dalam memperbanyak sampah yang merusak lingkungan. Sungguh tak menyenangkan bagi kelangsungan sumber daya alam, dan hewan-hewan liar.

  • Maka kini, banyak juga orangtua yang mulai beralih ke popok kain tebal dengan lapisan microfiber, dan umum disebut Cloth Diapers (Clodi). Namun, keluhan tak kunjung reda, karena rasa malas ketika harus mencucinya. Clodi ini memang solusi dari pencemaran lingkungan, namun cara mencuci dan perawatannya cukup menghabiskan waktu serta tenaga. Apalagi harganya juga sebenarnya tidak murah, meski bisa dipakai berulang kali tidak seperti pospak.

  • Serba salah jadinya.

  • Maka, solusi yang terbaik adalah; toilet training. Terutama jika balita Anda sudah berusia dua tahun. Sebab, menurut Dr William Sears; earlier is not always better. Langkah pertamanya, anak harus mengerti dulu proses latihannya. Jadi, santai saja, pelan-pelan. Akan lebih efektif, memang, jika toilet training dilakukan saat si anak sudah bisa bicara dan berkomunikasi.

  • Tetapi, seperti kasus-kasus lain dalam pendidikan anak. Tipsnya hanya dua poin; sabar dan konsisten. Sebab, cara belajar utama balita adalah pengulangan. Maka, ajak dia ke toilet tiap saat, meski tidak hendak buang air. Dari 30 menit sekali, kemudian meningkat ke satu jam sekali, lalu ke dua jam sekali. Terus demikian, hingga ia terbiasa dan paham dengan konsep toilet.

  • Lalu ingatkan bahwa kini anak anda harus bilang setiap kali ingin buang air. Di tahap awal pelatihan, anda mungkin akan mengalami beberapa kali 'kebocoran'. Hal ini wajar, namanya juga belajar. Maka, terus semangati anak anda, agar tidak lupa aturan pergi ke toilet.

  • Hal-hal yang perlu diingat adalah, sebagai orangtua, kita pun harus selalu waspada dengan perubahan gesture serta ekspresi muka. Jadi, di tahap awal kita memberanikan diri untuk melepaskan ketergantungan terhadap pospak, pastikan kita sudah paham betul ekspresi wajahnya terkait urusan toilet.

  • Orangtua wajib disiplin, agar terus membawa anak ke kamar mandi, sesuai jamnya. Semakin cepat ia memahami konsep toilet, semakin cepat pula ia mampu melepaskan dirinya dari ketergantungan akan pospak.

  • Advertisement
  • Cobalah konsep Hypno-parenting untuk menyugesti anak agar mengerti konsep buang air di toilet. Diulang terus setiap hari, menjelang tidur, bangun tidur dan di waktu-waktu tenang, sampai si anak hapal.

  • Tambahan dari Dr Sears; ada beberapa anak yang sering merasa ketakutan dengan toilet. Maka sebaiknya buatlah toilet rumah kita jadi lebih ramah anak. Misalnya meletakkan mainan anak, atau buku-buku yang tahan air. Serta melakukan banyak kegiatan menyenangkan saat mandi atau berlatih ke toilet.

  • Ada juga beberapa anak yang mengalami kesulitan beradaptasi, karena tidak suka perubahan dan tidak termotivasi. Hal ini bisa diakali dengan membuang air tetap di pospak, namun melakukannya sambil duduk di toilet.

  • Apapun itu kasusnya, yang terpenting adalah jangan terlalu memaksa, karena jika ini dilakukan sebelum si anak siap, ia pasti akan bersikap kontraproduktif. Kebanyakan kasus yang terjadi adalah, si anak kemudian sibuk menahan buang air, agar ia tak perlu pergi ke toilet. Tentunya, hal ini berbahaya bagi kesehatan, sebab bisa menyebabkan konstipasi.

  • Maka, mari kita beralih ke celana dalam kain yang tipis bagi anak-anak balita. Selain melatih kemandirian, toilet training juga mampu menghemat banyak dari anggaran bulanan yang biasa membeli pospak. Membiasakan anak ke toilet juga membantu kita menghemat tenaga, sebab tidak perlu mencuci clodi.

  • Tak ada slaahnya sekali-sekali memberikan reward , jika si anak berhasil mengaplikasikan ajaran toilet trainingnya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bunda, ayo ajar balita kita ke toilet

Tidak perlu takut memulai toilet training pada si kecil. Terutama jika usianya sudah menginjak 2 tahun. Sebab, pelatihan ini adalah cara efektif untuk mengurangi penggunaan popok sekali pakai, dan melatih kemandirian anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr