Belajar ikhlas pada 'demam'

Kita semua pasti pernah terserang demam. Tahukah Anda, kalau Anda pernah sakit demam, itu tandanya Anda juga bisa melalui masa-masa sulit ketika kehilangan. Ya, Anda akan baik-baik saja. Lalu, dimana hubungan antara masa kehilangan dan sakit demam?

1,626 views   |   2 shares
  • Sedari kecil, kita sudah terbiasa diajarkan untuk tidak mudah menyerah. Tanpa sadar, banyak dari kita yang terlalu keras pada diri sendiri. Seiring dengan sikap yang terus memertahankan sesuatu itu, akhirnya muncul tekanan yang terlalu besar, terutama ketika Tuhan berkehendak mengambil hal yang kita cintai.

  • Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika duka menghampiri? Demam bisa menjadi analogi yang tepat, yang tanpa sadar sudah mengajarkan kita tentang apa yang harus kita lakukan selama duka menghampiri. Apa sajakah itu?

  • 1. Keluarkan panas

  • Lepaskan saja air mata, isak tangis dan perih yang menyesakkan dada itu. Biarkan rasa kehilangan, rasa rindu dan rasa tidak bisa menerima kenyataan itu keluar. Layaknya sakit demam, cara terbaik adalah mengeluarkan panas dari dalam tubuh dengan berkeringat.

  • 2. Berendam

  • Sebab, cara untuk menurunkan demam biasanya dengan berendam di air hangat. Mungkin, saat kesedihan melanda, berendamlah, 'nikmatilah' sedih itu sendirian. Karena di saat itulah kita bisa berpikir tenang dan mungkin bisa memahami maksud Tuhan di balik cobaan yang kita alami.

  • 3. Berbagi

  • Setelah itu, demam, bisa juga dibantu turun dengan skin to skin contact. 'Membagi' demam dengan orang lain. Begitu pula dengan duka. Berbagi-lah rasa duka itu dengan anggota keluarga, sahabat, bahkan dengan hewan peliharaan. Setidaknya, kita meyakini bahwa kita tidak sendirian. Akan selalu ada orang yang bisa mendengar dan memberikan pelukan.

  • 4. Banyak makan dan tidur

  • Menghilangkan demam juga bisa dengan mengonsumsi banyak minum air putih, buah, sayur dan istirahat. Kesedihan mendalam, kerap menyebabkan tubuh mengalami kelelahan, dan rentan terserang penyakit. Maka, selarut apapun kita dalam kesedihan, air putih, buah, sayur dan tidur, adalah komponen yang tak boleh terlewatkan. Sebab, penyakit yang kelak timbul, malah akan memperburuk situasi.

  • Karena Tuhan bekerja dengan cara yang amat misterius. Dia-lah yang menciptakan kita, maka Dialah yang paling mengerti, jalan apa yang terbaik untuk kita. Dia akan membuat kita menorehkan 'happily ever after' kita, dengan benar dan sesuai.

  • Selain itu, berdamailah dengan diri sendiri, bukan melawan diri sendiri, rasanya lebih efektif dalam menanggulangi rasa kehilangan. Biarkan kesedihan itu lepas, nikmati hari-hari dalam rundungan kesedihan, lalu bangkit perlahan seiring waktu berjalan.

  • Tidak semua kisah hidup berakhir bahagia, karena hidup memang bukan dongeng. Namun kita tetap harus percaya, cerita apapun yang berjalan dalam rentang waktu kehidupan kita ini, adalah yang terbaik. Selalu yang paling baik, untuk kita jalani, dan kita ambil sebagai pelajaran. Bukankah ini juga akhir yang bahagia?

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Belajar ikhlas pada 'demam'

Kita semua pasti pernah terserang demam. Tahukah Anda, kalau Anda pernah sakit demam, itu tandanya Anda juga bisa melalui masa-masa sulit ketika kehilangan. Ya, Anda akan baik-baik saja. Lalu, dimana hubungan antara masa kehilangan dan sakit demam?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr