Sudahkah suami kita jujur?

Jiika suami bisa cerita apapun tanpa beban, kita pasti merasa semakin lengkap sebagai istri. Karena memang demikianlah seharusnya suami dan istri; sepasang karib yang bisa bercakap-cakap tentang apapun tanpa batas. Bagaimana dengan Anda dan suami?

55,348 views   |   155 shares
  • Siapa yang tidak mau mempunyai suami jujur. Pasti setiap istri ingin sekali jika suaminya bisa jujur dan terbuka tentang apapun yang dialaminya. Baik itu peristiwa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.

  • Rasanya jika suami bisa cerita tanpa beban, kita sebagai istri merasa lebih plong. Karena posisi kita dan suami seperti sahabat karib yang bisa bercakap-cakap dengan leluasa. Saat kita mencari pasangan, pastilah kita mencari orang yang mau berbagi suka dan duka seperti sahabat karib. Benar'kan?

  • Sehingga ada pepatah yang mengatakan, lebih baik mana jika sahabat jujur demi kebaikan kita kemudian hari dan selamanya, atau sahabat berbohong demi kebaikan kita juga, tetapi kita kecewa karena ia berbohong.

  • Sama halnya dalam hubungan suami istri. Ada harapan agar suami bisa memberikan jawaban atau komentar yang jujur apa adanya. Dengan konsekuensi istri siap menerima jawaban yang diberikan suami. Tidak ada kesal, tidak ada sakit hati. Tetapi di sisi lain ada pula istri yang berharap dalam hati; "yah maunya suami bisa jujur tapi lihat dan perhatikan juga suasana hati saya saat itu."

  • Beberapa contoh nyata terjadi pada beberapa kerabat saya, misalnya saja saat sedang menonton televisi. Terjadi percakapan antara suami dan istri. "Yah, Dian Sastro cantik gak? Cantik mana sama bunda?" "Hmmm... cantik bunda" "Aarrgghh ayah bohong, mana mungkin cantikkan bunda" "Ya sudah, cantikan Dian Sastro" "Ayah tega, masa istri sendiri gak dibilang cantik"

  • Atau pertanyaan yang biasanya ditanyakan istri saat masih pengantin baru. "Kenapa papa mau nikahin mama?" "Karena mama berwajah ibu rumah tangga, sudah terlihat aura keibuan bisa ngurus anak dan suami" "Berwajah ibu rumah tangga?" "Iya mama, ada yang salah dengan ibu rumah tangga? Ibu rumah tangga itu bisa mengerjakan semua pekerjaan. Mulai dari guru, koki, ahli keuangan, dan lain-lain".

  • "Oh, ok baiklah."

  • Ada pula yang begini "Yang, aku gemukan yah?" "Iya, sayang gemukan. Tapi tetap seksi kok"

  • Nah, kalau sudah begini. Suami sudah berkata jujur. Tetapi karena waktu dan pemilihan kalimat yang rasanya kurang pas, bagi kita. Akhirnya yang ada kita menjadi uring-uringan sepanjang hari. Kemudian terjadilah pertengkaran kecil antara kita dan suami. Lalu bagaimana?

  • "Aku sama istri termasuk tipikal yang blak-blakan. Kalau istri tanya dia gemuk apa kurus, ya aku jawab apa adanya. Kalau dia mulai kelihatan kurus, aku pasti komen gak suka. Karena aku lebih suka liat istriku gemuk" (Alfan, Wirausaha)

  • Advertisement
  • Menurut Alfan, hubungan suami istri lebih baik mengatakan terus terang dalam hal apapun. Dan melihat tipikal karakter masing-masing juga. Jika memang kondisinya seperti Alfan dan istri, yang terbiasa bicara blak-blakan. Hal sekecil apapun, akan diberi komentar apa adanya. Jadi tidak ada masalah dan tidak ada yang tersinggung satu sama lain.

  • Tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa komentar jujur para suami, kalau bisa dipilah-pilah. Dalam artian lihat waktu dan suasana hati istri. Supaya tidak salah persepsi, apakah suami sedang bercanda atau berkata serius.

  • "White lies, lihat situasi kondisi dan mood mungkin yah. Kadang istri juga tahu kok kalau suami lagi bohong demi menyenangkan hati istri. Itu 'kan berarti suami berusaha menghargai dan mempertimbangkan perasaan kita istrinya. Meskipun dalam hakikatnya, berbohong tetap saja gak baik. Tetapi selama semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik dan saling percaya. Kayaknya gak ada masalah kalau cuma buat lucu-lucuan" (Ferra, Ibu rumah tangga)

  • Dari dua kisah ini, berarti suami memang selayaknya harus selalu berkata jujur pada istri. Begitu pula istri kepada suami. Dalam hal apapun, baik itu komentar-komentar ringan saat obrolan sore sambil menikmati teh bersama. Atau saat pembicaraan yang serius. Yang jelas antara suami dan istri wajib hukumnya untuk menyelami karakter masing-masing. Sehingga tidak ada lagi rasa khawatir, sungkan, tidak enak dan perasaan tersinggung satu sama lain.

Baca, hidupkan, bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Sudahkah suami kita jujur?

Jiika suami bisa cerita apapun tanpa beban, kita pasti merasa semakin lengkap sebagai istri. Karena memang demikianlah seharusnya suami dan istri; sepasang karib yang bisa bercakap-cakap tentang apapun tanpa batas. Bagaimana dengan Anda dan suami?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr