Mengecap indahnya Nyepi

Berbeda dengan kebanyakan kita yang merayakan tahun baru dengan kemeriahan pesta, umat Hindu di seluruh dunia menyambut tahun yang baru dengan menyepi. Di momen Nyepi-lah mereka berkontemplasi, merenung, berintrospeksi dan berdoa.

2,226 views   |   0 shares
  • Di Indonesia, hari raya Nyepi paling banyak diperingati oleh penganut Hindu di pulau Bali. Mulai dari pukul 6 pagi 21 Maret hingga 6 pagi keesokan harinya, mereka pantang melakukan pekerjaan apapun. Ya, apapun. Tidak terkecuali. Nah, pernahkah terlintas di benak Anda untuk sesekali mengecap keindahan perayaan Nyepi di Pulau Dewata?

  • Di hari Nyepi, tidak ada seorangpun boleh menyalakan api; jangankan kompor, pemantik api kecil untuk merokok pun tidak diperkenankan. Siapapun dilarang berpergian kemanapun, sekalipun dekat. Bahkan, ada pemeluk Hindu yang tidak makan sama sekali selama ber-Nyepi.

  • Intinya, 24 jam tanpa bekerja, tanpa hiburan, kesenangan dan bahkan obrolan. Di Bali, setiap Hari Raya Nyepi, jalanan selalu sepi, di rumah-rumah tidak terdengar suara televisi atau radio. Bandara I Gusti Ngurah Rai pun ikut tidak beroperasi, demi menghormati para penganut Hindu yang menempati pulau Dewata.

  • Bagaimana ya, rasanya menyepi selama satu hari penuh? Sanggupkah kita tidak melakukan apa-apa selama itu?

  • Hati-hati jika berada di Bali tepat pada Hari Raya Nyepi, karena jika Anda melanggar peraturan, ada Pecalang yang akan menegur Anda sekalipun Anda bukan umat Hindu.

  • Pecalang adalah petugas keamanan tradisional yang dimiliki umat Hindu di Bali. Dia-lah satu-satunya sosok yang bisa terlihat di jalanan terbuka ketika Nyepi berlangsung. Tugasnya, memastikan bahwa seluruh warga dan turis menaati peraturan yang ada selama hari raya Nyepi.

  • Mereka mengenakan seragam hitam yang juga dikenakan ketika upacara doa, lengkap dengan ikat kepala khas Bali.

  • India, adalah Negara dengan penganut Hindu terbanyak di dunia. Para penganut di sana jugalah yang pertama kali membawa agama Hindu ke Indonesia. Di India, Nyepi dikenal dengan istilah Ugadi dengan tanggal perayaan yang sama, 21 Maret setiap tahunnya. Ugadi memiliki tujuan untuk menjaga keseimbangan alam, begitupun dengan Nyepi.

  • Adalah kisah Raja Kaniska I dari India, yang terkenal dengan karakter kebijaksanaan serta toleransi di tengah umat Hindu dan Budha, yang kemudian menjadi dasar dari kegiatan Nyepi setiap Tahun Baru Saka.

  • Jika ingin membayangkan kota sesibuk Bali, dengan kemeriahan di setiap ujung jalan, keramahan penduduk setempat yang terasa tidak pernah absen, tiba-tiba haru hening di kala Nyepi, bayangkanlah sehari hanya dengan suara binatang peliharaan seperti anjing, burung dan serangga di malam hari.

  • Ritual Nyepi juga merepresentasikan sikap membersihkan diri dari segala kesalahan di tahun yang lalu dan siap menyongsong tahun yang baru dengan semangat yang baru. Para penganut Hindu di Bali sangat menghargai ritual keagamaan ini hingga turun temurun. Pasti ini jugalah yang membuat Bali menjadi pulau yang unik dan tidak tertandingi di dunia. Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 2015 untuk seluruh keluarga yang merayakan. Damai senantiasa di dunia.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Wiwin Wirwidya Hendra is a graduate of English Literature. Started her career as a reporter for a national newspaper and editor for several lifestyle magazines. Writing has been her biggest passion.

Situs: http://uniqueones@wordpress.com

Mengecap indahnya Nyepi

Berbeda dengan kebanyakan kita yang merayakan tahun baru dengan kemeriahan pesta, umat Hindu di seluruh dunia menyambut tahun yang baru dengan menyepi. Di momen Nyepi-lah mereka berkontemplasi, merenung, berintrospeksi dan berdoa.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr