Jenuh? Yuk kita coba yang satu ini!

Pernahkah kita merasa jenuh dengan rutinitas ber-rumah-tangga? Di saat seperti itu, kita pasti membutuhkan 'me time', tetapi apakah pasangan mau mengerti?

10,896 views   |   3 shares
  • 'Me time'. Istilah ini menjadi booming di tengah kalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Istilah me time lebih banyak dibicarakan oleh para istri, yang meminta waktu pada suaminya untuk bisa bersantai sejenak melepas penat seharian mengurus anak, suami dan rumah tangga.

  • Tetapi, untuk suami yang cukup pengertian dengan kondisi ini, biasanya akan menyetujui kesepakatan itu. Suami bersedia membantu menjaga anak di kala istri butuh 'me time'. Ia memberikan ruang agar istri dapat melakukan aktivitas yang disukainya, untuk melepas stres. Aktivitas yang dipilih perempuan untuk me time juga beraneka ragam. Ada yang pergi ke salon, nonton bioskop, berbelanja, membaca buku, menonton dvd, dan lain-lain. Intinya refreshing.

  • Tapi apakah pernah terpikir oleh para istri, bahwa suami juga butuh me time?

  • Inilah yang diutarakan suami saya ketika saya meminta me time.

  • "Aku juga butuh me time, capek juga kerja sambil sekolah," tuturnya kepada saya.

  • Sejak itu saya sadar, bahwa suami juga manusia yang sama lelahnya karena harus bekerja di luar rumah, dan kita istri lelah bekerja di dalam rumah. Akhirnya kami pun sepakat untuk memberi kesempatan me time untuk satu sama lain, misalnya saya menjaga anak-anak ketika suami butuh istirahat berkualitas dan sebaliknya.

  • Lalu apakah arti me time buat para suami, apakah sama dengan yang sering dialami para istri?

  • "Dulu me time-ku nonton bola bareng, bisa teriak, gemes, marah dan bisa lepas begitu saja bersama teman-teman. Tapi sejak nikah semua harus dikurangi karena ada tanggung jawab untuk menjaga anak dan istri di rumah." (Gusti - Pegawai Bank, 31 tahun)

  • Ada yang merasa bahwa me time buat suami, adalah berkumpul dengan anak istri melakukan aktivitas apapun. Mulai dari berkebun, jalan-jalan, liburan, atau hanya kruntelan di kasur sepanjang hari.

  • Tetapi ada pula yang mengartikan me time sebagai waktu yang dihabiskan sendirian, melakukan hal yang paling disukai.

  • "Me time itu ketika aku masak dan istri tidak ada di belakangku" (Ery, Dokter, 31 tahun)

  • "Me time itu fleksibel dan berkembang. Dulu me time saya main game sendiri di kamar, sekarang main game sama anak. Apapun kegiatannya, selama charging energi dan sharpen my saw, that is 'me time' for me" (Guguh, Pegawai Swasta, 31 tahun)

  • Advertisement
  • Nah, jadi kesimpulannya bukan hanya istri yang membutuhkan me time, tetapi para suami juga. Yuk, buat kesepakatan dengan pasangan, untuk memberi ruang dan waktu untuk bisa ber-me time ria sejenak.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Jenuh? Yuk kita coba yang satu ini!

Pernahkah kita merasa jenuh dengan rutinitas ber-rumah-tangga? Di saat seperti itu, kita pasti membutuhkan 'me time', tetapi apakah pasangan mau mengerti?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr