Menjadi perfeksionis terkadang bisa membahayakan. Tahukah Anda?

Pernah mendengar kata Perfeksionis? Apa yang terlintas dalam pikiran Anda?

5,561 views   |   2 shares
  • Sifat perfeksionis yang umum biasanya didefinisikan sebuah sifat atau karakter yang dimiliki seseorang yang selalu ingin tampil sempurna. Perfeksionis sendiri dibentuk oleh banyak faktor, bisa pola asuh orang tua dari kecil yang selalu meminta anak melakukan semua hal nomor 1, bisa dari lingkungan sehingga anak termotivasi untuk menjadi yang terbaik, bisa karena pengalaman dan pergaulan di sosial. Intinya sifat atau karakter itu dibentuk, bukan serta merta ada sejak lahir.

  • Perfeksionis sendiri sebenarnya tidak selalu dinilai negatif, tetapi ada pula sisi positifnya. Hanya saja banyak orang beranggapan orang perfeksionis tidak bisa bekerja dalam tim, karena selalu menuntu kesempurnaan. Selain itu orang perfeksionis juga cenderung kaku dan tidak fleksibel terhadap perubahan. Sedangkan kreatif dan inovatif sangat diperlukan dalam sebuah pekerjaan. Tetapi orang perfeksionis seperti mempunyai penilaian sendiri yang dianggapnya benar.

  • Sisi positifnya adalah orang perfeksionis sangat rapi, teliti, menyukai keteraturan dan sangat senang jika bekerja berkaitan dengan hal-hal detil. Karena ia akan menemukan banyak hal yang mungkin tidak ditemukan oleh orang biasa pada umumnya.

  • Tahukan Anda, jika perfeksionis diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, maka hal ini bisai dikategorikan kecemasan. Karena setiap tingkah laku yang dilakukan oleh seorang perfeksionis akan dinilai oleh dirinya sendiri selalu kurang dan tidak sempurna. Jika emosi ini selalu muncul, tidak aka nada rasa puas, yang muncul justru perasaan khawatir apakah ia telah melakukannya dengan sempurna. Emosi lain yang muncul adalah perasaan menyalahkan diri sendiri, perasaan dinilai buruk oleh orang lain, yang akhirnya justru berdampak pada penurunan kinerja.

  • Tentu ada tidak mau kan mengalami hal seperti itu?

  • Beda dengan orang yang mempunyai mimpi, ia akan melakukan apa saja untuk mencapai mimpinya, dan ia akan menikmati setiap proses yang dilaluinya selama mencapai mimpi-mimpi tersebut. Sedangkan perfeksionis, ia akan terobsesi pada sesuatu hal, ia akan berusaha menjadi yang terbaik, tetapi setiap tindakannya tidak pernah ada rasa puas, sehingga muncul perasaan menyalahkan diri sendiri. Akhirnya obsesi itu tidak terwujud.

  • Anda mau pilih yang mana? Perfeksionis atau Bermimpi? Keduanya punya tujuan tapi berbeda cara, kami kembalikan jawabannya kepada Anda.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Menjadi perfeksionis terkadang bisa membahayakan. Tahukah Anda?

Pernah mendengar kata Perfeksionis? Apa yang terlintas dalam pikiran Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr