Ketika si kecil mulai berbicara kotor

Ketika buah hati Anda berbicara kotor, sebagai orang tuanya Anda jangan malah tertawa apalagi memujinya. Hal ini jangan dijadikan lelucon supaya buah hati Anda dapat segera menyadari akan kesalahannya.

2,581 views   |   shares
  • Sebagai orang tua tentunya Anda akan merasa sangat bahagia ketika mengetahui buah hati Anda sudah mulai bisa berbicara beberapa patah kata. Namun, betapa terkejutnya Anda bila secara tiba-tiba tanpa disengaja buah hati Anda mampu mengucapkan kata-kata kotor.

  • Dilansir dari pelbagai sumber, berikut adalah cara mengatasinya:

  • 1. Tenangkan diri Anda

  • Anda tidak perlu panik, meskipun mungkin harus menahan rasa malu karena didengar oleh orang-orang di sekeliling Anda. Kuatkan dan tenangkan diri Anda, tegur dengan lembut buah hati Anda dan beri pemahaman bahwa kata-kata tersebut sangat tidak sopan untuk diucapkan.

  • 2. Jangan mudah marah

  • Jangan langsung marah sebisa mungkin kuasai dan kendalikan emosi Anda, jangan mudah terprovokasi oleh ucapan yang tak segaja telah dilontarkan oleh mulut kecil mereka. Anak-anak dapat menangkap respon dari orang tua mereka, bila orang tua membalas dengan kemarahan, maka biasanya mereka justru tidak akan menghargai Anda.

  • 3. Jangan melakukan kekerasan fisik

  • Betapapun kesalnya Anda jangan pernah melakukan kekerasan fisik. Kekerasan fisik tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Bila Anda ingin buah hati Anda menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi, tunjukanlah teladan Anda dan beri pemahaman bahwa kata-kata tersebut sangat buruk dan tidak sopan untuk diucapkan.

  • 5. Jangan menganggapnya sebagai lelucon

  • Banyak orang tua menganggap hal ini lucu dan tetap membiarkan buah hati mereka terus melakukannya, hingga segala sesuatunya sudah terlambat dan akhirnya justru sulit untuk mengubahnya.

  • 6. Tanyakan padanya siapa yang mengajari

  • Orang tua perlu tahu siapakah yang mengajari buah hatinya untuk berbicara kotor, bila ternyata ada pihak-pihak tertentu yang telah mengajarinya, maka Anda harus menegurnya. Namun, bila ternyata pengaruh dari teman-teman atau lingkungan di mana dia bermain yang memengaruhinya, maka Anda harus lebih protektif lagi dengan buah hati Anda.

  • 7. Perkenalkan punishment and rewards

  • Bila Anda telah memperingatkan mereka tetapi tetap tidak dipatuhi, kini saatnya bagi Anda untuk menunjukkan ketegasan Anda. Tidak perlu melakukan ancaman, bentakan atau bahkan pukulan, terapkan "punishment and rewards." Artinya Anda akan memberikan imbalan bila mereka mampu untuk tidak lagi mengucapkan kata-kata kotor dan sebaliknya akan menghukum mereka bila kedapatan masih tetap mengucapkan kata-kata kotor tersebut.

  • 8. Berikan teladan Anda

  • Advertisement
  • Sebagai seorang "peniru sejati" anak-anak sangat membutuhkan bimbingan dan teladan dari figur orang orang tua yang penuh kasih dan bertanggung jawab. Segala bentuk didikan yang salah dapat mengakibatkan anak tumbuh menjadi pribadi-pribadi tidak baik yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.

  • 9. Ajari mereka untuk berempati

  • Anak-anak perlu memahami bahwa mengucapkan kata-kata kotor sama sekali tidak ada gunanya, itu hanya merendahkan dirinya sendiri dan dapat melukai perasaan orang lain. Anak-anak perlu mengetahui bahwa orang lain tidak akan menghormati mereka jika tutur katanya tidak sopan.

  • 10. Memindahkannya

  • Bila segala upaya telah Anda lakukan tetapi tetap tidak membuahkan hasil, bila pengaruh dari lingkungan tempat tinggal dan teman-teman bermainnya dirasa begitu kuat memengaruhi, maka tidak ada cara lain selain memindahkannya ke tempat yang lebih baik.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Ketika si kecil mulai berbicara kotor

Ketika buah hati Anda berbicara kotor, sebagai orang tuanya Anda jangan malah tertawa apalagi memujinya. Hal ini jangan dijadikan lelucon supaya buah hati Anda dapat segera menyadari akan kesalahannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr