ALS tidak kunjung melumpuhkan mereka dari berkarya

Mereka yang terdiagnosa ALS di usia 50 tahun biasanya hanya memiliki sisa waktu 5 tahun. Namun, di sela fakta itu, ilmuwan Stephen Hawking yang didiagnosa ALS sejak usia 21 tahun baru saja merayakan usianya yang ke 73 tahun, pada 8 Januari lalu.

900 views   |   shares
  • Di dunia ini ada sekitar 450.000 orang penderita ALS. Apa sih ALS itu? Bila Anda membuka YouTube, pasti Anda pernah melihat rekaman video dari orang-orang di AS yang mengguyur tubuhnya dengan se-ember air dan es. Mereka kemudian menantang orang lain untuk melakukan hal yang serupa.

  • Kalau hal ini dilakukan di Indonesia mungkin rasanya segar karena iklim Indonesia lembab dan cenderung panas. Tetapi bila hal ini dilakukan di Amerika yang dinginnya bisa mencapai minus 30 derajat Celcius, berarti orang yang menjalani tantangan ini sungguh-sungguh serius. Ya, mereka memang sedang menularkan gerakan yang bertujuan agar orang-orang lebih sadar akan ALS dan mau membantu jalannya penelitian untuk menyembuhkan penderita ALS.

  • Pada perhelatan Academy Awards tahun ini, juga dikampanyekan gerakan agar orang-orang lebih sadar akan ALS. Salah satu film yang dicalonkan sebagai pemenang piala Oscar adalah film berjudul "Theory of Everything".

  • Film ini mengisahkan tentang Stephen Hawking, seorang ahli fisika yang diharapkan mampu menggantikan Einstein. Sejak usia 21 tahun, Stephen didiagnosa mengidap ALS. Kebanyakan orang terkena ALS pada usia 50 tahun dan hanya mempunyai kesempatan sisa hidup 5 tahun.

  • Namun Stephen telah mencapai usia 73 tahun pada 8 Januari 2015 lalu dan dia mengalahkan ramalan dokter yang mengatakan bahwa dia tidak akan mencapai usia 25 tahun. Dia juga menjalani hidup yang aktif, selama 30 tahun menjadi profesor matematika di Universitas Cambridge dan sekarang ini masih melayani sebagai direktur pusat penelitian Theoritical Cosmology. Walau sekarang ini dia bergerak memakai kursi roda bermotor dan berbicara melalui komputer, dia tetap aktif.

  • Apa ALS itu? ALS adalah kepanjangan dari Amyotrophic Lateral Sclerosis. Ini adalah penyakit menurunnya kemampuan syaraf secara drastis yang mempengaruhi sel-sel syaraf di otak dan tulang punggung. Neuron penggerak bekerja dari otak ke syaraf tulang punggung dan menyebar ke otot-otot di seluruh tubuh. Bila neuron-neuron penggerak tidak lagi bekerja, otot-otot tubuh tidak lagi menerima pesan sehingga tidak mampu bergerak dan akhirnya mengecil. Akibatnya orang yang terkena ALS menjadi lumpuh dan bahkan meninggal bila otot paru-parunya terpengaruh.

  • Penyebab

  • 10% dari penderita ALS terkena penyakit ini karena keturunan. Apapun penyebabnya pada penderita ALS terlihat kumpulan protein yang abnormal pada otak.

  • Gejala

  • Gejala awal mungkin hanya berupa kram dan otot mata yang bergerak cepat (Jawa:kedutan). Kemudian kesulitan berbicara, menelan dan bernapas.

  • Advertisement
  • Obat

  • Di AS baru satu obat, Riluzole, yang disetujui badan obat-obatan di negara itu. Beberapa obat lagi masih dikembangkan dan penelitian dilakukan terus-menerus untuk mengalahkan penyakit ini.

  • Dampak

  • Setiap penderita ALS mengalami dampak yang berbeda. Ada yang penyakitnya berlangsung cepat, ada yang perlahan-lahan seperti Stephen Hawking. Kebanyakan orang yang didiagnosa mengidap ALS pada masa mudanya menemukan bahwa penyakit ini lambat berkembang. Di situs ini ada cerita beberapa orang yang terkena ALS. Seorang anak bercerita bagaimana ibunya yang gemar memasak mulai sering menjatuhkan baran-barang yang dipegangnya. Ketika dibawa ke dokter ternyata si ibu menderita ALS karena itu otot-otot tangan kanannya melemah. Ternyata sejak 6 bulan sebelum itu si ibu sudah menunjukkan gejala, suasana hatinya yang berubah-ubah cepat, perkataannya yang kadang susah dimengerti. Seorang ibu lain menderita ALS selama lima tahun, lumpuh, makan dan bernapas melalui selang ketika keadaannya sedang parah-parahnya. Dia sempat sembuh sehingga dapat bergerak, makan dan bernapas tanpa selang, sayangnya cuma hanya beberapa lama sebelum akhirnya dia meninggal.

  • Walaupun sampai sekarang ALS belum banyak diketahui penyebabnya sehingga belum ditemukan obat yang benar-benar manjur, tetapi para penderita ALS tidak putus asa.

  • Seperti dikatakan seseorang, "ALS adalah bagian dari hidupku, tetapi bukan seluruh hidupku." Maksudnya, dia tidak ingin memusatkan seluruh hidupnya hanya pada ALS, masih banyak hal lain yang dapat dilakukan.

  • Seperti halnya Dr. Stephen Hawking, seandainya dia hanya memusatkan perhatiannya pada ALS dia tidak akan mencapai begitu banyak prestasi yang luar biasa. Sebaliknya dia seakan-akan tidak peduli dan menjalani hidup dengan sepenuhnya. Dia tetap aktif meski pun banyak kesulitan yang harus dihadapinya akibat ALS.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

ALS tidak kunjung melumpuhkan mereka dari berkarya

Mereka yang terdiagnosa ALS di usia 50 tahun biasanya hanya memiliki sisa waktu 5 tahun. Namun, di sela fakta itu, ilmuwan Stephen Hawking yang didiagnosa ALS sejak usia 21 tahun baru saja merayakan usianya yang ke 73 tahun, pada 8 Januari lalu.
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr