Sudah menikah, lalu kapan kalian mau momong anak?

Sepertinya harus ada jawaban atau reaksi yang tepat untuk tiap pertanyaan yang seringkali memborbardir Anda sebagai pengantin baru. Bagaimanakah kita harus bersikap dengan tepat?

3,591 views   |   shares
  • Di dalam kehidupan bersosialisasi, Anda pasti sering mendengar pertanyaan-pertanyaan ini: "Mana pasangannya? Kok tidak dibawa? Kapan dongmau dikenalin sama kita-kita?" atau, "Kapan mau nikah? Jangan lama-lama lho pacarannya." Tunggu, masih ada lagi, "Sudah 'isi' belum? Jangan ditunda-tunda lho, tidak baik!" Duh,kalau sudah begini, rasanya kuping panas ditambah lagi tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi apa sajakah yang bisa dijadikan dasar dari jawaban-jawaban kita atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini?

  • # 1. Bersikaplah apa adanya

  • Walau mungkin sedikit kesal, Anda tetap akan menghadapi pertanyaan yang serupa, baik dari teman, keluarga dekat, atau lingkungan sekitar. Tidak ada cara untuk menghindarinya. Tentu tidak semua yang ada dalam benak tentang rencana masa depan dapat Anda disampaikan pada mereka. Anda perlu bekerjasama dengan pasangan untuk bersikap apa adanya tanpa harus memberikan banyak penjelasan, karena toh waktunya belum tiba.

  • # 2. Jalani hidup dengan semangat

  • Seringkali beberapa pasangan memang sengaja menunda dengan alasan tertentu misalnya karena kuliah belum selesai dan ada juga yang merasa belum saatnya untuk dikaruniai momongan. Dalam menghadapi hal tersebut tidak perlu kecil hati tapi bersikap sabar dan jalani hidup semangat. Sikapi pertanyaan-pertanyaan itu secara bijaksana.

  • # 3. Percayalah pada keputusan yang telah dibuat

  • Bila Anda dan pasangan telah membuat keputusan untuk menunda mempunyai momongan karena sesuatu hal yang cukup beralasan, pastikan tidak akan ada ucapan atau pertanyaan orang lain yang bisa mempengaruhi keputusan itu.

  • # 4. Kesiapan pribadi

  • Jangan sampai salah satu dari Anda ada yang merasa belum siap menyandang status baru sebagai orang tua karena mungkin saja hal ini justru akan menciptakan jarak di dalam perkawinan itu sendiri. Biarlah keputusan Anda dalam berumahtangga didasarkan pada kesiapan Anda pribadi.

  • # 5. Prioritaskan kebahagiaan pernikahan

  • Keinginan Anda dan pasangan untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan didapat dengan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Apapun yang orang pikirkan tentang rumah tangga Anda sebaiknya jangan sampai mempengaruhi kebahagiaan Anda berdua.

  • Perlu kesadaran dari setiap orang bahwa seorang anak adalah karunia dari Tuhan. Ada atau tidaknya anak adalah sesuatu yang harus dijalani penuh kesabaran, tawakal dan rasa ikhlas. Kehidupan dalam pernikahan harus diupayakan selalu harmonis dan menyenangkan agar dapat tercipta suatu keluarga yang bahagia.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Sudah menikah, lalu kapan kalian mau momong anak?

Sepertinya harus ada jawaban atau reaksi yang tepat untuk tiap pertanyaan yang seringkali memborbardir Anda sebagai pengantin baru. Bagaimanakah kita harus bersikap dengan tepat?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr