Ketika harus menjelaskan masa lalu pada anak

Masa lalu akan terus Anda ingat dan menjadi pembelajaran bagi Anda. Mungkin berat bagi Anda untuk membagikan masa lalu yang buruk pada anak-anak Anda, namun akan lebih baik jika mereka langsung mendengarkannya dari Anda dan bukan dari orang lain.

1,353 views   |   shares
  • Saat kita berada dalam kehidupan yang penuh tantangan dan cobaan, terkadang kita membuat pilihan-pilihan buruk yang tidak kita banggakan. Terkadang kesalahan yang kita buat pada masa lalu akan terus menghantui kita, bahkan setelah kita berusaha untuk melupakan dan tidak mengulangi kesalahan. Ada beberapa kesalahan yang kita buat yang akan kita pikul seumur hidup. Ada peribahasa Indonesia yang mengatakan 'nasi telah menjadi bubur,' yang berarti apa yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Namun apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menyikapinya adalah yang terpenting. Saat kita beranjak dewasa dan memiliki anak-anak, kita tentunya ingin mereka memiliki pengalaman hidup yang lebih baik dari kita. Kita ingin mereka untuk belajar dari pengalaman-pengalaman buruk yang kita alami. Kita membantu mereka untuk memahami bahwa setiap orang akan melakukan kesalahan, akan tetapi selalu ada cara untuk berubah. Berikut adalah beberapa cara untuk menceritakan masa lalu kita kepada anak-anak kita:

  • 1. Menyesal akan perbuatan Anda

  • Pertama-tama Anda harus menyesal atas perbuatan yang telah Anda lakukan. Penyesalan merupakan awal dari suatu perbuatan. Penyesalan membuat Anda ingin meninggalkan kesalahan yang telah Anda buat. Saat menceritakannya kepada anak Anda, bagikan perasaan menyesal Anda serta sedikit penderitaan yang Anda alami. Sehingga anak menjadi lebih berhati-hati dalam kehidupannya karena belajar dari pengalaman yang dulu Anda alami.

  • 2. Menceritakan dengan kasih

  • Saat kita berada dalam emosi yang tidak terkendali, sering kali kita mengucapkan hal-hal yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Jika anak Anda melakukan kesalahan kecil, ada kemungkinan Anda akan membeberkan kesalahan atau kegagalan Anda pada masa lalu. Kondisi Anda yang emosional dan perasaan anak Anda yang merasa bersalah tidak membantu Anda dalam menceritakan masa lalu Anda yang kelam. Anda perlu menceritakan masa lalu Anda dalam suasana yang penuh kasih sayang sehingga si anak dapat mengerti dan melihat Anda sebagai seseorang yang telah berubah.

  • 3. Jangan menceritakan terlalu detail

  • Jika Anda telah melakukan sesuatu yang berakibat fatal atau kesalahan yang berat, jangan menceritakannya kepada anak Anda secara detail. Anda harus memahami bahwa anak-anak memiliki pemahaman yang sedikit tentang kerasnya dunia ini. Anda dapat mengatakan kepada dia bahwa Anda telah melakukan kesalahan yang Anda tidak banggakan dan telah berakibat buruk. Jika anak Anda telah beranjak dewasa, mungkin Anda dapat menjelaskan kesalahan yang Anda buat untuk pembelajaran mereka. Ceritakan saja akibat-akibat yang Anda alami dari kesalahan yang dulu Anda alami. Ketika Anda menceritakan terlalu detail terkadang dapat membuat anak menjadi menantang Anda karena berpikir, orang tua saya saja melakukan itu, mengapa saya tidak boleh. Jangan sampai hal-hal negatif yang pernah Anda alami ditiru anak Anda nantinya

  • Advertisement
  • 4. Memberikan harapan bahwa setiap orang dapat berubah

  • Selalu ada kesempatan bagi setiap orang yang melakukan kesalahan. Ceritakan kepada anak Anda apa saja yang Anda lakukan untuk memperbaiki dan merubah hidup Anda. Jelaskan kepada mereka bahwa jika seseorang benar-benar ingin berubah, apa pun masa lalunya dapat ditinggalkan. Ajarkan bahwa jika mereka melakukan suatu kesalahan nantinya, selalu ada harapan bagi mereka untuk berubah dan melanjutkan kehidupan.

  • 5. Kesalahan Anda adalah pembelajaran yang mereka tidak perlu alami

  • Masa lalu akan terus Anda ingat dan menjadi pembelajaran bagi Anda. Mungkin berat bagi Anda untuk membagikan masa lalu yang buruk pada anak-anak Anda, namun akan lebih baik jika mereka langsung mendengarkannya dari Anda dan bukan dari orang lain. Dengan begitu, meskipun anak Anda mungkin nantinya akan mendengar dari orang lain, anak Anda tahu dan akan lebih percaya kepada Anda. Dengan menceritakan pembelajaran yang telah Anda dapatkan dari pengalaman, Anda dapat mengingatkan dan menegaskan kepada anak Anda bahwa cukup Anda saja yang mengalaminya dan jangan sampai mereka mengalaminya juga. Dengan begitu anak akan dapat belajar dan juga dapat membantunya dalam proses pendewasaannya.

  • Salah satu cara yang terpenting dalam menceritakan masa lalu Anda adalah saat Anda hanya berdua saja dengan anak Anda. Privasi membuat Anda merasa bebas mengungkapkan isi hati Anda tanpa gangguan dari luar. Anak Anda juga memiliki keleluasaan untuk membagikan perasaannya dari pengalaman yang telah Anda ceritakan. Dengan menceritakan masa lalu Anda pada anak, tidak saja anak akan mendapatkan pembelajaran yang berharga bagi hidupnya, anak juga akan merasa semakin dekat dengan Anda.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Ketika harus menjelaskan masa lalu pada anak

Masa lalu akan terus Anda ingat dan menjadi pembelajaran bagi Anda. Mungkin berat bagi Anda untuk membagikan masa lalu yang buruk pada anak-anak Anda, namun akan lebih baik jika mereka langsung mendengarkannya dari Anda dan bukan dari orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr