Ulang tahun

Pada hari-hari istimewa tersebut, biasanya selalu dilakukan pesta, padahal ulang tahun selalu terjadi setiap tahun demikian pula dengan pergantian tahun. Apakah itu sekadar alasan untuk berpesta atau ada alasan lain?

2,053 views   |   1 shares
  • Setiap tahun, pada waktu seseorang berulang tahun, kerabat dan teman-teman mengucapkan 'selamat ulang tahun'. Setiap pergantian tahun, orang saling menyapa 'selamat tahun baru', demikian pula setiap ada peristiwa 'besar' lain, seperti perkawinan. Semua dilakukan sebagai tata krama serta untuk menyenangkan hati seseorang. Pada hari-hari istimewa tersebut, biasanya selalu dilakukan pesta, padahal ulang tahun selalu terjadi setiap tahun demikian pula dengan pergantian tahun. Apakah itu sekadar alasan untuk berpesta atau ada alasan lain?

  • Tapi anehnya, mengapa tidak ada ucapan 'selamat meninggal' kepada keluarga yang ditinggal mati oleh kerabat yang dikasihi, atau 'selamat bercerai' untuk mengingatkan hari di mana seseorang telah bercerai? Bukankah kematian adalah lawan kelahiran dan juga merupakan peristiwa besar? Bukankah perceraian adalah lawan pernikahan dan juga sebuah peristiwa besar dalam hidup seseorang?

  • Memang ada ucapan 'selamat tinggal' untuk mereka yang sedang melakukan perjalanan. Kematian seseorang dapat dianggap sebagai perjalanan hidup selanjutnya. Bukankah seharusnya kita ucapkan 'selamat tinggal, sayang' juga kepada orang yang kita kasihi yang meninggal dunia? Jadi, memang sebenarnya ada, hanya tidak diulang-ulang. Apa logika di balik tidak diulanginya ucapan tersebut? Apakah karena kematian hanya terjadi sekali? Mengapa, bukankah kelahiran juga hanya terjadi sekali? Jadi, sebenarnya tidak ada alasan kita tidak merayakan hari kematian seseorang setiap tahun. Mungkin ada yang merayakannya setiap tahun baik untuk hari kelahiran maupun hari meninggalnya seseorang.

  • Pesta untuk orang yang meninggal juga ada, tetapi biasanya tidak setiap tahun. Biasanya, secara tradisional untuk kematian dilakukan pada 100 hari, kemudian tiga tahun kemudian (1000 hari), kalau tidak salah. Namun demikian, belum pernah terdengar ada lagu untuk orang yang meninggal yang sama seperti lagu 'selamat ulang tahun' yang populer itu.

  • Orang selalu mengira bahwa kelahiran dan pernikahan selalu dihubungkan dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Pergantian tahun dirayakan karena ada harapan baru. Bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa kelahiran seorang bayi 'pasti' akan mendatangkan kebahagiaan bagi keluarganya dan bayi itu? Bagaimana kalau bayi tersebut melakukan kejahatan ketika sudah dewasa? Bagaimana kalau bayi itu nantinya bernasib sial, misalnya dipenjara bukan karena kesalahannya?

  • Sering kali dalam mengucapkan 'selamat ulang tahun' selalu disertai dengan kata-kata 'semoga sehat dan panjang umur.' Kalimat pertama mungkin masih dapat diterima, tetapi kalimat kedua sebenarnya bisa berarti agar seseorang 'menderita' lebih lama di dunia ini. Apakah Anda akan mengucapkan 'semoga panjang umur' kepada seseorang penderita kanker pada tingkat terminal? Mungkin tidak. Semoga Anda tidak menggantinya menjadi 'semoga cepat sembuh'. Mungkin kalimat itu merupakan 'ejekan' bagi telinga penderita.

  • Advertisement
  • Bagaimana seseorang mengetahui bahwa pernikahan akan mendatangkan kehidupan yang bahagia buat kedua mempelai? Ataukah ucapan tersebut hanya untuk hari itu, di saat pesta pernikahan sedang berlangsung? Bukankah nasib manusia 'seperti roda pedati, sekali di atas dan sekali di bawah'? (Kecuali ketika sedang parkir, yang di bawah bisa berada di bawah terus).

  • Bagaimana seseorang tahu bahwa dunia akan memberi harapan baru ketika sedang memasuki tahun baru? Pada Desember 31 tahun 1938 orang-orang juga merayakan tahun baru dengan harapan baru, tetapi apa yang terjadi? Perang dunia pecah di tahun 1939 dan berakhir dengan penuh kesengsaraan hingga tahun 1945.

  • Dalam suatu pertandingan, misalnya lari marathon, di garis start seorang pendukung biasanya mengucapkan 'selamat bertanding, semoga menang.' Di situ ada ribuan peserta, ada ribuan pendukung, semua mengharapkan menang, padahal mereka semua tahu bahwa dalam pertandingan itu pemenangnya selalu satu. Mengapa kita masih membuang waktu untuk mengucapkan sesuatu yang kita sadar tidak akan terjadi?

  • Di garis finish, anehnya tidak ada ribuan orang yang mengucapkan 'selamat gagal' bagi peserta yang tidak berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Jadi, sebenarnya untuk tujuan apa ucapan 'semoga menang' di garis start tersebut?

  • Ucapan-ucapan semacam itu adalah sekadar basa-basi yang tidak memiliki arti. Ini hanya bagian dari tradisi dan kalaupun ada tujuannya, maka tujuan basa-basi tersebut adalah sekadar untuk menyatakan bahwa pengucapnya adalah orang yang ramah dan tidak ada maksud permusuhan. Tak seorang pun tahu dari mana asal usul tradisi tersebut dimulai, karena sebagaimana sebuah tradisi, maka tradisi mengucapkan selamat untuk peristiwa 'besar' diturunkan dari satu generasi kepada generasi lainnya.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Ulang tahun

Pada hari-hari istimewa tersebut, biasanya selalu dilakukan pesta, padahal ulang tahun selalu terjadi setiap tahun demikian pula dengan pergantian tahun. Apakah itu sekadar alasan untuk berpesta atau ada alasan lain?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr