Gejala Asperger

Beda yang nyata adalah bahwa kelainan kecemasan sosial (social anxiety disorder) disebabkan oleh faktor psikologis sedangkan gejala asperger adalah murni kelainan respon saraf (neurological respond) seseorang.

872 views   |   1 shares
  • Ada yang bertanya tentang perbedaan antara kelainan kecemasan sosial dengan gejala Asperger atau Asperger Syndrome, karena gejala yang disebutkan dalam kelainan kecemasan sosial dan gejala asperger sebelumnya memiliki kesamaan. Beda yang nyata adalah bahwa kelainan kecemasan sosial (social anxiety disorder) disebabkan oleh faktor psikologis cara berpikir dalam menyikapi suatu situasi secara berlebihan sehingga memicu rasa kecemasan, ketakutan (phobia) dan kekhawatiran. Sedangkan gejala Asperger adalah murni kelainan respon saraf (neurological respond) seseorang. Jadi yang satu adalah psikologis yang lain adalah kelainan fisik.

  • Disebut Asperger menurut nama dokter anak-anak yang menemukan gejala kelainan tersebut. Dia seorang dokter asal Austria yang bernama Hans Asperger. Di tahun 1944 dia sedang mempelajari anak-anak yang sulit melakukan komunikasi non verbal, tidak memiliki kemampuan memahami emosi anak-anak sebaya mereka, dan memiliki kemampuan fisik yang kurang cekatan. Jadi, Asperger lebih mendekati autisme.

    • Anak-anak Asperger memang lebih suka menyendiri, tetapi bukan karena ketakutan (phobia) yang dipicu oleh permainan pikirannya sendiri, tetapi karena respon saraf mereka yang pada hakikatnya tidak memiliki kemampuan berinteraksi dengan sesama dalam situasi sosial. Kerumunan orang banyak mengganggunya karena otaknya harus bekerja sangat keras untuk menerjemahkan setiap perilaku insan yang ada di kerumunan orang itu agar dia merasa nyaman dan memahaminya.

    • Kadang-kadang mereka tidak memiliki kemampuan memahami waktu. Orang-orang yang dewasa dengan kelainan Asperger sering kali terobsesi oleh sesuatu yang sedang dikerjakannya, sehingga mereka tidak kenal waktu. Kalau sudah begini, orang-orang ini akan terus bekerja hingga entah kapan. Itulah sebabnya orang seperti Thomas A. Edison dapat tidak tidur selama 5 hari untuk menyelesaikan proyek penemuan bola lampu yang seperti kita gunakan sekarang.

    • Penderita Asperger akan mengalami kesulitan untuk mengenali tempat, sehingga orang-orang seperti ini sering 'tersesat' bila sedang berada di tempat yang baru atau asing. Itulah sebabnya dia kaku, dan lebih menyenangi rutinitas, memahami sesuatu secara harfiah, selalu mencari fakta, dan buta akan emosi seseorang sehingga sering melukai perasaan orang lain dengan kata-kata yang tajam dan terus terang. Bagi mereka, kata-kata tajam tersebut hanya merupakan fakta yang diutarakannya.

    • Memiliki kesulitan memandang wajah dan mata seseorang waktu berbicara, mereka lebih cenderung memperhatikan bibir atau mulut seseorang yang sedang berbicara, karena itulah yang bergerak.

    • Memiliki minat khusus yang kadang-kadang membuatnya terobsesi sehingga membicarakannya tanpa berhenti, seperti Issac Newton yang tetap memberi kuliah dalam kelas yang sudah kosong.

    • Mereka menerjemahkan dunia sekelilingnya dan perilaku manusia secara berbeda dari kebanyakan orang dan mengambil kesimpulan yang aneh dan perilaku aneh kalau diukur oleh standar konvensional. Einstein pernah berkata, "Perasaan tanggung jawab dan sosial saya selalu berlawanan dengan kenyataan bahwa saya sangat sedikit membutuhkan hubungan dengan sesama dan masyarakat manusia. Sesungguhnya saya adalah seorang petualang yang tidak bergantung pada negara, rumah, teman saya, atau bahkan keluarga dekat saya; namun demikian saya tidak pernah putus hubungan dengan mereka meskipun berada jauh dan sendirian …" (sumber: autism-hel.org).

    • Sangat peka atas sentuhan, suara, sinar yang terang, cita rasa, dan stimuli lain. Untuk anak-anak kecil, biasanya mereka menolak dipeluk oleh orang tua mereka apalagi bila mereka mengenakan baju dengan tekstur yang kasar, misalnya. Kalau sudah dewasa, pilihan pakaian yang dikenakan adalah bahan yang lembut bagi kulitnya. Kadang-kadang saking senangnya, sehingga dia tidak suka berganti pakaian dan terkesan 'jorok' dan 'membosankan', karena dia mengenakan sesuatu yang sama dari hari ke hari. Dia tidak peduli dengan perasaan orang yang di sekitarnya, karena anak-anak demikian tidak peka dan terikat secara emosional.

    • Butuh banyak bantuan dalam mengurusi hidupnya. Salah satu kelemahan yang menonjol para penderita adalah ketidakmampuan membuat inisiatif, tetapi mereka sangat reaktif. Oleh karena itu, seorang penderita akan sulit untuk bertanya, menelepon, dan memulai suatu pembicaraan atau hubungan, yang semuanya membutuhkan inisiatif seseorang. Biasanya seorang penderita memiliki banyak informasi, karena dia tidak dapat memahami banyak hal. Untuk dapat hidup tenteram dalam dunia manusia, dia harus mempelajari banyak hal, seolah-olah dia adalah anak dari planet lain. Tanpa ditanya, dia akan 'bungkam', tetapi begitu diberi kesempatan, maka dia akan dapat menjelaskan mendetail suatu perkara yang telah dipelajarinya. Mungkin dia memiliki beberapa keahlian atau piawai dalam beberapa bidang, tetapi untuk memasarkan keahliannya akan menjadi masalah buatnya. Dia butuh orang lain untuk membantunya, karena dia tidak memiliki keahlian sosialisasi sama sekali.

  • Advertisement
  • Mengapa masalah ini diangkat ke permukaan? Karena sering kali kita salah paham dengan anak-anak atau orang demikian, terutama dalam masyarakat yang kental dengan hubungan sosial, seperti Indonesia, yang mentabukan 'kelainan' atau 'keanehan'. Ketidakmampuan seseorang bersosialisasi dianggap 'sombong', jalan pikiran yang berbeda dianggap melanggar 'etika' atau 'moral', perilaku yang lain daripada yang dimiliki masyarakat kebanyakan bisa dianggap 'tidak waras'. Ketika semua orang masih berasumsi bahwa Tuhan menciptakan segala makhluk hidup sebagai barang jadi seperti yang terlihat di abad ini, Charles Darwin berteori bahwa makluk hidup menjadi seperti sekarang sebagai hasil evolusi yang panjang. Tentu saja pikiran semacam itu tidak dapat diterima oleh orang-orang di zamannya bahkan pergulatan antara kubu penciptaan dan kubu evolusi masih tetap berlansung hingga sekarang. Mungkinkah jalan pikiran yang 'menyimpang' tersebut, yang sekarang justru menjadi dasar ilmiah, adalah hasil dari Asperger Syndrome?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Gejala Asperger

Beda yang nyata adalah bahwa kelainan kecemasan sosial (social anxiety disorder) disebabkan oleh faktor psikologis sedangkan gejala asperger adalah murni kelainan respon saraf (neurological respond) seseorang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr