Pria Bisa Patah Hati?

Kaum wanita mungkin menyangka bahwa hanya mereka yang menderita bila patah hati. Ternyata mereka keliru. Kaum pria juga bisa patah hati separah lawan jenisnya.

13,023 views   |   2 shares
  • Kaum wanita mungkin menyangka bahwa hanya mereka yang menderita bila patah hati. Ternyata mereka keliru. Kaum pria juga bisa patah hati separah lawan jenisnya. Tidak percaya? Coba dengarkan lagu Patah Hati yang disenandungkan Rahmat Kartolo, trenyuh, kan? Atau Crying yang dinyanyikan Roy Orbison, pasti ikutan nangis. Bagi generasi baru yang menggemari Adam Lambert, dengarkan gaya dia melantunkan Track of My Tears-nya Smoky Robinson di kontes American Idol season 8. Semua itu menggambarkan bahwa pria dapat memiliki perasaan yang halus walaupun pendapat umum mengatakan pria lebih berpikir dengan logika. Menurut penelitian terakhir Elite Singles, sebuah situs kencan dari Inggris, 25% lebih banyak pria daripada wanita yang mengakui patah hati sesudah putus cinta.

  • Jadi bagaimana pria mengatasi patah hatinya?

  • Menurut penelitian, sama seperti wanita sebagian besar dari pria yang patah hati menumpahkan perasaannya kepada teman-temannya. Sedangkan hampir setengahnya mengalihkan perhatian pada pekerjaannya. Seperempat bagian lagi menghibur diri dengan video game. Sebagian kecil mengobati lukanya dengan makan, dan sisanya dengan gonta ganti pacar. Jarang sekali yang balas dendam terhadap mantannya.

  • Mengapa pria tampak lebih tangguh?

  • Di luarnya saja pria tampak tangguh, dalam hati dia menderita sama parahnya dengan wanita. Wanita mungkin melarikan diri dengan makan es krim dan pergi belanja. Bagi wanita tidak ada salahnya memasang muka murung, tetapi bagi pria hal itu pantang. Betapa pun hancurnya hati, dia akan mengeluh kepada sahabatnya namun dia menyembunyikannya dari dunia.

  • Dampaknya lebih parah bagi pria

  • Menurut Jill Cirillo Ph.D., seorang ahli jiwa dari Long Island, New York, mengatakan bahwa lebih banyak pria bunuh diri dibanding wanita bila mereka patah hati. Bagi pria, bila mereka sudah menjalin hubungan erat, sulit untuk memutuskannya jika bukan atas kehendaknya sendiri. Tidak seperti wanita yang memiliki intuisi dan dapat berjaga-jaga, mereka akan merasa seperti menabrak tembok batu jika pasangannya meninggalkannya.

  • Sebuah kisah nyata

  • Seorang pria muda pulang ke rumah sehabis bekerja dan menemukan istri serta kedua anaknya yang masih kecil-kecil tidak di rumah. Dia melihat cincin kawin istrinya di meja. Selama hampir 10 tahun cincin itu tidak pernah lepas dari jari istrinya. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan perasaannya waktu itu. Dia merasa seakan-akan dunianya runtuh, ingin rasanya dia lari ke luar untuk mencari keluarganya, namun dia tidak tahu mereka ada di mana. Sebetulnya sudah ada petunjuk-petunjuk kecil yang mendahului kejadian itu. Istrinya bahkan pernah menulis sederet daftar ucapan terima kasih atas segala yang mereka miliki selama ini. Tetapi dia sama sekali tidak menyangka istrinya akan tega berbuat seperti itu. Dia menangis menyesali kekurangannya. Selama hampir dua tahun dia berusaha keras merebut kembali hati istrinya. Mereka bahkan pergi konsultasi ke penasihat perkawinan, namun usahanya sia-sia. Dua tahun itu membuat dia merasa seperti di neraka. Kesedihannya ditambah dengan kerinduan kepada anak-anaknya. Dia melewati tahap-tahap getir penolakan dirinya terhadap kenyataan, kemarahan terhadap nasibnya, berusaha mati-matian mempertahankan rumah tangganya dan akhirnya sesudah tidak ada lagi yang dapat diperbuatnya, dia menyerah menerima kenyataan. Dia mencoba mengurangi deritanya dengan bekerja keras, bermain video game di waktu senggang bersama teman-teman yang berusaha menghiburnya dan menjadi ayah yang baik bagi kedua putranya di akhir pekan. Merekalah yang menyelamatkannya dari keputusasaan. Untunglah dengan berlalunya waktu, pria ini berhasil mengambil sikap tegas untuk bercerai karena istrinya tidak pernah mau kembali dan memperlakukannya seperti layang-layang. Sebentar diulur, sebentar ditarik. Tidak lama sesudah bercerai dia menemukan teman hidup lain yang lebih baik.

  • Advertisement
  • Sebaliknya dari kejadian di atas ada sebagian kecil pria yang tidak mampu menerima kenyataan dan melarikan diri ke jalan yang salah bila istrinya meninggalkannya. Mereka menghancurkan dirinya sendiri dengan mabuk-mabukan, bahkan mengambil nyawanya untuk membuat istrinya merasa bersalah. Atau sebaliknya mereka nekat membunuh mantannya bersama keluarganya karena menganggap merekalah yang membuat dirinya berada di jurang kesengsaraan. Untungnya ini tidak banyak terjadi di masyarakat.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Pria Bisa Patah Hati?

Kaum wanita mungkin menyangka bahwa hanya mereka yang menderita bila patah hati. Ternyata mereka keliru. Kaum pria juga bisa patah hati separah lawan jenisnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr