Tips dasar agar kue Anda tidak gagal

Membuat kue sesungguhnya tidaklah terlalu sulit, asalkan Anda mau mengikuti dan mengetahui aturan-aturan yang ada.

48,774 views   |   107 shares
  • Sering kali para ibu bertanya, "Mengapa setiap kali saya membuat kue selalu gagal?" Atau beberapa orang menyerah ketika melihat bentuk kue yang mereka buat pertama kali yang jadi bantat atau tidak mengembang dengan baik. Membuat kue sesungguhnya tidaklah terlalu sulit, asalkan Anda mau mengikuti dan mengetahui aturan-aturan yang ada. Mari kita menambah pengetahuan kita tentang dasar-dasar membuat kue yang mungkin selama ini sering kita abaikan.

  • 1. Membaca Resep dengan Benar

  • Jika Anda adalah seorang pemula dalam membuat kue, siapkanlah resep yang baik. Anda bisa mendapatkan resep dari buku-buku resep, majalah, tabloid, internet atau dari seorang teman. Bacalah resep-resep tersebut dengan benar dan teliti. Ikuti cara pembuatan kue sesuai urutannya seperti tertera di resep.

  • 2. Menyiapkan Bahan-Bahan Sesuai Resep

  • Setelah Anda membaca resep dengan benar, sekarang waktunya Anda menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Jika ada bahan-bahan yang tidak tersedia di sekitar Anda, jangan mencoba untuk mengganti dengan bahan-bahan lainnya karena kemungkinan kue Anda malah akan berantakan. Merek bahan-bahan kue boleh saja berbeda sesuai selera Anda, tetapi jangan mengganti jenis bahannya.

  • 3. Pergunakan Alat Ukur

  • Ukurlah bahan-bahan yang Anda sediakan dengan menggunakan timbangan, gelas ukur, dan sendok ukur dengan benar. Jangan mengira-ngira. Kadang-kadang terigu, gula, atau yang lainnya yang kita beli di pasar secara curah memiliki ukuran berat yang tidak sesuai.

  • 4. Bersihkan Peralatan yang Akan Dipakai

  • Jika Anda menggunakan baskom, mangkok, mixer, sendok, dan lain-lain, bersihkan semua secara sempurna jangan sampai ada air yang tertinggal. Jika Anda mengocok telur di dalam baskom yang basah, telur Anda tidak akan mengembang sempurna.

  • 5. Pastikan Telur dalam Suhu Ruang

  • Biasanya jika kue yang Anda buat menggunakan telur di dalam adonan, pastikan telur Anda suhunya sesuai dengan suhu ruang. Jika Anda baru saja menyimpan telur Anda di lemari pendingin, diamkan terlebih dahulu beberapa saat. Telur yang dingin tidak akan mengembang sempurna ketika dikocok.

  • 6. Mengetahui Jenis Terigu

  • Terigu yang ada di pasaran terdiri dari 3 jenis yaitu terigu dengan protein tinggi, sedang, dan rendah. Terigu dengan protein tinggi biasanya untuk membuat roti, sedangkan terigu berprotein sedang biasanya untuk membuat keik, dan terigu dengan protein rendah untuk membuat kue-kue kering. Anda bisa bertanya kepada toko bahan kue langganan Anda terigu mana yang berprotein tinggi, sedang, atau rendah. Contoh merek adalah Cakra (protein tinggi), Segitiga (protein sedang), dan Kunci Biru (protein rendah).

  • Advertisement
  • 7. Mengetahui Perbedaan Mentega dan Margarin

  • Beberapa orang tidak mengetahui bahwa mentega dan margarin adalah berbeda.

    • Mentega berasal dari lemak hewani yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti air, garam, dan susu. Aroma mentega lebih enak dibandingkan margarin. Warna dari mentega adalah kuning pucat. Ada 2 jenis mentega yaitu unsalted (tawar) dan salted (dengan penambahan garam). Contoh merek adalah Orchid, Triangle, Anchor, dan Wisjman.

    • Sedangkan margarin berasal dari lemak nabati dan warnanya kuning terang. Teksturnya lebih padat daripada mentega. Contoh merek adalah Blueband, Simas, Filma, dan for Vita.

  • 8. Mengetahui Perbedaan Mengocok dan Mengaduk

  • Ketika membaca resep sering kali kita diminta mengocok atau mengaduk adonan. Biasanya yang dikocok adalah telur dan gula. Ketika diminta mengocok itu artinya Anda harus menggunakan mixer atau whisk. Dan ketika diminta untuk mengaduk Anda dapat menggunakan sendok besar atau spatula. Jika diminta mengaduk, aduklah sampai dasar mangkuk supaya adonan tercampur dengan sempurna. Jika masih ada adonan cair yang mengendap di dasar mangkuk, kue Anda bisa menjadi bantat. Gunakan teknik aduk balik. Anda dapat melihat di Youtube bagaimana Teknik aduk balik. Ketika Anda membuat kue kering, jangan mengocok campuran mentega dan gula terlalu lama. Ini adalah kesalahan yang sering terjadi. Jika Anda mengocok terlalu lama, adonan kue kering Anda akan melebar ketika dipanggang. Kocok adonan dengan mixer kecepatan rendah asal tercampur rata kira-kira 30 detik saja.

  • 9. Melelehkan Mentega atau Margarin dengan Benar

  • Ketika Anda diminta untuk melelehkan mentega atau margarin, jangan memanaskan mentega atau margarin sampai mendidih. Gunakan api kecil saja dan sisakan sebagian yang belum leleh sebelum mematikan api, biarkan sebagian meleleh tanpa api. Ini supaya menghindari minyak dan cairan berpisah karena bisa membuat kue menjadi lebih kering dan kasar.

  • 10. Mengayak Terigu

  • Mengapa terigu harus diayak? Terigu diayak supaya bersih dari kotoran-kotoran, menghilangkan gumpalan-gumpalan, dan meringankan terigu. Jika terigu diayak, kue yang telah matang akan menjadi lebih ringan. Campuran-campuran seperti coklat bubuk, gula halus, dan maizena juga harus diayak.

  • 11. Mengenal Oven Anda

  • Advertisement
  • Setiap oven memiliki panas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda harus mengenali oven Anda terlebih dahulu supaya panas yang dihasilkan oven Anda sesuai dengan yang Anda butuhkan. Ikuti cara pemanggangan yang benar jika Anda ingin kue Anda berhasil. Jangan karena Anda terburu-buru lalu Anda memanaskan oven Anda lebih tinggi supaya cepat matang. Membuat kue berbeda dengan memasak air. Biasanya suhu tinggi pada oven 200-220 derajat Celcius digunakan untuk membuat roti dan pastri, sedangkan suhu sedang 175-180 derajat Celsius untuk memanggang keik, dan suhu rendah 140-150 derajat Celcius untuk memanggang kukis atau kue kering.

  • 12. Pergunakan Loyang Sesuai Ukuran

  • Jika dalam resep dituliskan untuk menggunakan loyang bulat ukuran diameter 22cm, jangan menggunakan ukuran 24 cm kecuali Anda ingin kue Anda menjadi lebih tipis, atau jangan menggunakan ukuran 20 cm karena kue Anda bisa meluap keluar dari loyang saat dipanggang. Loyang bulat ukuran diameter 22 cm dapat digantikan dengan loyang kotak dengan ukuran sisi 20 cm. Ketinggian loyang juga harus diperhatikan. Kita tidak dapat menggunakan loyang dengan tinggi 7 cm untuk memanggang kue kering. Karena dapat memengaruhi proses pematangan. Biasanya kue kering menggunakan loyang dengan ukuran tinggi 2-3 cm.

  • 13. Mengetahui Kematangan Kue

  • Biasanya kematangan kue dapat ditentukan dengan menggunakan tusuk gigi atau garpu yang ditusukan ke dalam kue. Jika tidak ada lagi adonan yang menempel di tusuk gigi atau garpu berarti kue Anda sudah matang dan siap dihidangkan. Hal ini tidak berlaku untuk pembuatan kukis atau kue kering. Kue kering tidak perlu ditusuk dengan tusuk gigi atau garpu. Untuk mengetahui kematangannya cukup dengan memerhatikan warnanya saja, jangan sampai terlalu gosong.

  • Itulah beberapa pengetahuan dasar membuat kue yang dapat kita pergunakan supaya Anda bisa menghasilkan kue yang sempurna. Anda siap untuk ke dapur lagi dan membuat kue untuk keluarga Anda? Semoga dengan mempelajari pengetahuan dasar di atas, Anda menjadi lebih bersemangat memberikan hidangan kue-kue yang enak untuk orang-orang yang Anda kasihi.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Indah Wajarsari is an Indonesian native and mother of two.

Tips dasar agar kue Anda tidak gagal

Membuat kue sesungguhnya tidaklah terlalu sulit, asalkan Anda mau mengikuti dan mengetahui aturan-aturan yang ada.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr