Mewaspadai penyakit sinusitis

Karena gejalanya tampak tidak terlalu serius, banyak penderita sinusitis yang tidak peduli dan mengabaikan pentingnya penanganan yang sungguh-sungguh terhadap penyakit ini.

4,834 views   |   5 shares
  • Sinusitis adalah istilah umum dari suatu penyakit berupa peradangan dalam rongga sinus atau ruang dalam saluran pernapasan yang meliputi area bagian dalam tulang hidung dan tulang wajah. Penyakit sinusitis sering kali dianggap sepele karena gejalanya menyerupai flu biasa yang hanya berupa pilek-pilek, nyeri, atau sakit kepala. Karena gejalanya tampak tidak terlalu serius, banyak penderita sinusitis yang tidak peduli dan mengabaikan pentingnya penanganan yang sungguh-sungguh terhadap penyakit ini.

  • Berdasarkan lokasi peradangannya, sinusitis dibagi menjadi empat bagian:

    • Sinusitis maksilaris, ditandai dengan rasa nyeri di bagian dalam wajah yang meliputi area di bawah mata dan sekitar tulang pipi.

    • Sinusitis frontalis, ditandai dengan rasa nyeri di dahi dan kepala bagian depan, meskipun dalam kondisi yang cukup parah, rasa nyeri dapat meliputi seluruh bagian kepala.

    • Sinusitis etomoidalis, ditandai dengan rasa nyeri di bagian pelipis, belakang mata, dan pangkal hidung.

    • Sinusitis sfenoidalis, ditandai dengan rasa nyeri di bagian belakang mata yang mengarah ke telinga.

  • Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara endoskopi melalui lubang hidung, yaitu memasukkan alat diagnostik yang sepintas berbentuk seperti kawat lurus yang di ujungnya terdapat lampu dan kamera kecil yang terhubung dengan layar komputer, sehingga dokter spesialis THT yang melakukan pemeriksaan dapat melihat kondisi bagian dalam rongga sinus secara jelas. Teknik pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan lokasi peradangan atau kondisi lain yang memerlukan penilaian medis.

  • Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter spesialis THT akan memutuskan teknik pengobatan sesuai dengan penyebab dan kondisi peradangannya. Pada kasus yang tergolong ringan dan bila peradangan itu disebabkan oleh infeksi kuman, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk membunuh kuman infeksi, beserta obat-obat lain yang berfungsi untuk menekan peradangan, memperlancar aliran lendir hidung, dan mengurangi rasa sakit. Pada kasus lain, dokter mungkin juga merekomendasikan tindakan operasi untuk mengoreksi kelainan anatomi pada tulang hidung, atau kelainan struktur lainnya seperti pembengkakan yang terdapat pada jaringan-jaringan lembut yang ada di dalam rongga sinus.

  • Selain infeksi kuman, sinusitis juga dapat disebabkan oleh alergi atau kepekaan yang berlebihan terhadap kondisi atau substansi tertentu seperti udara dingin, wewangian, debu, aerosol, atau bahan-bahan lainnya. Sinusitis karena alergi biasanya berlangsung lebih lama dan sering kambuh saat kondisi badan sedang tidak fit, kelelahan, stres, atau berada di lingkungan dengan kualitas udara yang tidak baik.

  • Advertisement
  • Sinusitis yang disebabkan oleh alergi sulit disembuhkan secara tuntas. Pengobatan yang dapat dilakukan hanya bersifat terapi simtomatis yang sering dibarengi dengan terapi vitamin untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Keefektifan pengobatannya sangat bergantung pada kondisi dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti tata laksana pemberian obat serta prosedur-prosedur pencegahan yang disarankan. Selain itu, penderita juga harus mengenali dan melindungi diri secara cermat dari faktor-faktor pemicu munculnya reaksi alergi, dan sering kali diharuskan untuk menggunakan obat-obat anti alergi untuk jangka waktu yang agak lama.

  • Sinusitis dapat dikendalikan dengan perbaikan pola hidup, berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang dan tidak terlalu meletihkan badan. Selain itu, pasien juga disarankan untuk menjaga kesimbangan nutrisi makanan, mengendalikan stres, dan beristirahat dengan cukup.

  • Penderita sinusitis sebaiknya memeriksakan kondisi penyakitnya kepada dokter ahli. Sinusitis yang tidak ditangani dengan baik berpotensi untuk menjadi lebih buruk, khususnya bila peradangannya disertai dengan kehadiran bakteri atau mikroorganisme lainnya dalam jaringan-jaringan sinus yang terus-menerus berlendir dan meradang. Selain itu, pembengkakan pada jaringan lembut atau otot-otot di dalam rongga sinus perlu diwaspadai apabila pembengkakan tersebut berupa pertambahan densitas yang mengarah pada pembentukan tumor.

  • Bila pembengkakannya mengarah pada tumor, maka pemeriksaan yang lebih mendetail diperlukan untuk memastikan sifat dari tumor tersebut. Ada kemungkinan dokter THT yang menangani akan menyarankan pemeriksaan darah yang lebih komprehensif untuk memastikan keberadaan mikroorganisme tertentu, khususnya virus jenis EBV (Ebstein-Barr Virus) yang banyak dikaitkan dengan pembentukan sel-sel kanker di daerah nasofaring atau rongga hidung bagian dalam yang mengarah ke belakang. Virus ini dapat memengaruhi perilaku sel-sel dalam jaringan tersebut sehingga menyimpang dari siklus alaminya dan terus hidup, kemudian tumbuh secara liar, dan lama-kelamaan akan membentuk massa kanker. Bila ini yang terjadi, maka pengujian selanjutnya untuk mendeteksi pertumbuhan sel-sel kanker akan diperlukan.

  • Selain itu, penyakit lain yang dapat disebabkan oleh sinusitis adalah kelumpuhan pada saraf-saraf halus yang terkait dengan kelopak dan bola mata. Kelumpuhan ini disebut oculomotor nerve palsy. Gejalanya berupa menutupnya kelopak mata tanpa bisa dikendalikan, kelumpuhan gerakan bahkan pergeseran posisi bola mata karena tertekan oleh pembengkakan yang terjadi di dalam rongga sinus. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan gangguan penglihatan berupa ketidaksinkronan penglihatan antara kedua mata sehingga objek yang terlihat menjadi terpecah atau berbayang, selain rasa nyeri yang cukup parah di seluruh kepala. Dalam kondisi ini konsultasi dengan dokter spesialis saraf mata sangat diperlukan.

  • Advertisement
  • Selain pemeriksaan laboratorium, pengambilan foto seluruh kepala melalui CT-Scan atau MRI diperlukan untuk memastikan kondisi saraf-saraf kranial khususnya saraf ketiga yang mengendalikan sebagian besar pergerakan kelopak dan bola mata. Bila gangguan serius pada saraf-saraf ini tidak ditemukan, maka dokter akan berfokus pada pengobatan radang sinus hingga fungsi penglihatan dapat pulih kembali. Dalam banyak kasus, kondisi kelumpuhan mata karena sinusitis dapat normal kembali setelah beberapa waktu bahkan hingga beberapa bulan.

  • Oleh karena itu, bila Anda terkena sinusitis, waspadalah dan jangan diabaikan. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis THT untuk penanganannya, agar dapat terhindar dari risiko-risiko yang tidak diinginkan.

  • Catatan:

  • Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai suatu kajian medis; ditulis hanya berdasarkan pengalaman pribadi serta informasi lain dari berbagai sumber. Bila Anda mengalami satu atau lebih gejala penyakit seperti yang diulas dalam artikel ini, berkonsultasilah dengan dokter ahli.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Setiaman Zebua is a native of Nias, Sumatra Utara,now living in Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, and working for a family owned catering business. He is a father of two.

Mewaspadai penyakit sinusitis

Karena gejalanya tampak tidak terlalu serius, banyak penderita sinusitis yang tidak peduli dan mengabaikan pentingnya penanganan yang sungguh-sungguh terhadap penyakit ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr