5 Pengetahuan Dasar yang Harus Dipahami oleh Seorang Pencari Kerja

Untuk memenangi kompetisi, seorang pencari kerja harus benar-benar siap, baik dari segi keterampilan yang dituntut di dunia kerja, maupun kesiapan mental dan pengetahuan yang diperlukan dalam menjalani tahapan-tahapan perekrutan.

10,135 views   |   1 shares
  • Di zaman yang penuh kompetisi sekarang ini, mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah. Tingginya pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan pertumbuhan lowongan kerja, membuat persaingan ini semakin ketat dari waktu ke waktu. Untuk mendekatkan para pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia, berbagai pameran dan bursa lowongan kerja diadakan. Namun upaya ini tetap saja tidak mengurangi beratnya persaingan yang harus dihadapi oleh seorang pencari kerja.

  • Untuk memenangi kompetisi yang sedemikian berat itu, seorang pencari kerja harus benar-benar siap, baik dari segi keterampilan yang dituntut di dunia kerja, maupun kesiapan mental dan pengetahuan yang diperlukan dalam menjalani tahapan-tahapan perekrutan. Berikut ini adalah 5 pengetahuan dasar yang dapat membantu Anda dalam upaya pencarian kerja dan meniti karier dalam satu bidang pekerjaan:

  • 1. Pemilihan dan perencanaan karier

  • Pemilihan bidang karier yang hendak ditekuni seharusnya bukan baru dilakukan setelah Anda lulus kuliah atau pada saat Anda sedang mencari pekerjaan. Sejak awal masa belajar di sekolah menengah, semestinya Anda sudah mulai membuat peta perjalanan karier Anda berdasarkan minat dan bakat utama Anda. Perencanaan karier sejak dini akan membantu Anda agar tidak mengalami kebingungan dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi, dan juga mempersempit kesenjangan antara latar belakang pendidikan dengan bidang pekerjaan yang Anda tekuni. Perencanaan karier yang jauh lebih dini akan memberi Anda kesempatan yang cukup panjang untuk mempersiapkan diri dan memperoleh banyak informasi tentang bidang karier pilihan Anda.

  • 2. Melamar pekerjaan

  • Dalam proses pencarian kerja, bagian ini merupakan salah satu tahapan yang penting. Saat Anda melamar pekerjaan, itu berarti Anda sedang 'memasarkan' diri Anda di pasar kerja. Sampel dari 'produk' yang sedang Anda pasarkan tersebut ialah surat lamaran beserta ikhtisar informasi tentang diri Anda yang Anda persiapkan untuk melamar pekerjaan tersebut. Sebagai representasi diri Anda, buatlah lamaran kerja Anda sebagus mungkin, dengan memuat informasi yang ringkas namun cukup terperinci tentang latar belakang pendidikan, pengalaman, kelebihan, dan kekuatan personal yang Anda miliki.

  • Persiapkanlah surat lamaran Anda beserta dokumen penyerta lainnya sedemikian rupa, sehingga orang yang membacanya dapat dengan mudah menangkap kesan bahwa Anda adalah orang yang baik dan siap bekerja dalam bidang pekerjaan yang sedang Anda lamar. Dengan demikian Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk masuk pada tahapan perekrutan berikutnya yaitu wawancara.

  • Advertisement
  • 3. Wawancara kerja

  • Wawancara kerja dimaksudkan untuk mengenal secara dekat calon pegawai yang akan diterima oleh pemberi kerja, dan juga melakukan verifikasi yang diperlukan atas berbagai informasi yang Anda cantumkan dalam lamaran kerja Anda. Saat Anda menghadapi wawancara kerja, tampillah secara wajar dan penuh kepercayaan diri. Berpakaianlah dengan rapi dan berkesan profesional.

  • Saat menjelaskan tentang diri Anda, berikanlah pernyataan yang ringkas namun berkekuatan. Berikan pernyataan yang jelas dengan memformulasikan berbagai informasi tentang latar belakang dan kemampuan Anda, hingga mengarah pada kesimpulan bahwa Anda adalah calon yang paling cocok untuk posisi yang sedang Anda lamar. Penjelasan tersebut cukup dengan durasi 30 detik hingga satu menit, tidak perlu bercerita panjang lebar.

  • Selain itu, bila Anda ditanyai tentang kelemahan Anda, sebutkanlah salah satu kelemahan umum yang dimiliki oleh hampir semua orang. Berdasarkan pengalaman, jelaskan bagaimana Anda telah berhasil menanganinya sehingga kesan negatif dari kelemahan tersebut dapat berubah menjadi positif.

  • 4. Masa percobaan

  • Bila akhirnya Anda diterima untuk bekerja di sebuah lembaga bisnis atau organisasi lainnya, ingatlah bahwa pemberi kerja Anda sedikit banyak bermain untung-untungan dalam mempekerjakan Anda karena mereka belum mengenal Anda sepenuhnya. Itulah sebabnya, sebelum Anda diterima sebagai pegawai tetap, Anda diberi masa percobaan selama kurun waktu tertentu untuk menilai kinerja, keandalan, dan tanggung jawab Anda dalam bekerja.

  • Selain itu, masa percobaan ini juga akan menjadi masa orientasi bagi Anda untuk mengenali tanggung jawab serta hal-hal lain yang diharapkan dari Anda dalam pekerjaan itu. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu ini sebaik-baiknya untuk membuktikan bahwa pihak pemberi kerja Anda tidak salah pilih saat memutuskan untuk menerima Anda, sehingga pada akhir masa percobaan tersebut Anda memenuhi syarat untuk diangkat dengan hak-hak penuh sebagai pegawai permanen pada organisasi mereka.

  • 5. Meniti karier

  • Setelah Anda bekerja dan ingin meniti karier dalam satu bidang pekerjaan di institusi mana pun, baik yang bersifat nirlaba dan terlebih-lebih pada organisasi yang berorientasi komersial, ingatlah bahwa dalam melakukan pekerjaan Anda, Anda sesungguhnya sedang melakukan 'barter' dengan pihak pemberi kerja Anda. Karena di sisi lain, pihak pemberi kerja Anda juga menanggung beban keuangan atas diterimanya Anda untuk bekerja pada organisasi mereka. Anda harus memahami bahwa dalam ikatan kerja semacam itu, Anda setuju untuk menukarkan kinerja atau kontribusi yang Anda berikan demi tercapainya tujuan organisasi tempat Anda bekerja, dengan kompensasi berupa gaji serta fasilitas lainnya yang Anda terima atas kontribusi tersebut.

  • Advertisement
  • Meskipun kerja Anda sering dinyatakan dalam satuan waktu, akan tetapi jangan lupa bahwa Anda tidak dibayar semata-mata berdasarkan jumlah waktu yang Anda habiskan untuk bekerja bagi pemberi kerja Anda. Sekali lagi, yang Anda tukarkan ialah jumlah dan kualitas kinerja atau kontribusi, bukan jumlah waktu. Waktu Anda tidak berharga bagi pemberi kerja Anda, yang mereka hargai ialah kontribusi Anda bagi keberhasilan organisasi mereka. Oleh karena itu, berikanlah kinerja terbaik, kinerja yang pantas dihargai mahal. Melalui cara inilah Anda membangun landasan yang kuat bagi perkembangan karier Anda.

  • Bila Anda merasa bahwa tuntutan kerja Anda tidak sepadan dengan kompensasi yang Anda terima, jangan menurunkan kualitas kerja Anda untuk menyetarakannya. Tetaplah bekerja secara unggul karena mungkin saja akan ada orang lain yang mau membayar Anda lebih mahal atas kinerja bagus Anda. Selamat bekerja!

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Setiaman Zebua is a native of Nias, Sumatra Utara,now living in Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, and working for a family owned catering business. He is a father of two.

5 Pengetahuan Dasar yang Harus Dipahami oleh Seorang Pencari Kerja

Untuk memenangi kompetisi, seorang pencari kerja harus benar-benar siap, baik dari segi keterampilan yang dituntut di dunia kerja, maupun kesiapan mental dan pengetahuan yang diperlukan dalam menjalani tahapan-tahapan perekrutan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr