Belajar dari Ibu: Menggunakan Ladang Kecil Raspberry untuk Mengajar dan Belajar

Para ibu dapat menjadi cerdik saat mengajar. Syukurlah. Kebanyakan ibu tidak akan duduk bersama anak mereka dan mengatakan “OK, saya akan mengajar kamu, nak. Sekarang ambilah pensil dan buku dan catatlah.”

520 views   |   shares
  • Para ibu dapat menjadi cerdik saat mengajar. Syukurlah. Kebanyakan ibu tidak akan duduk bersama anak mereka dan mengatakan “OK, saya akan mengajar kamu, nak. Sekarang ambilah pensil dan buku dan catatlah.” Melainkan, ibu mengajar dengan menunjukkan caranya dan mengasihi anak mereka. Banyak dari pelajaran dari ibu terjadi selama mengerjakan suatu tugas atau hanya di saat waktu bersama.

  • Menggunakan waktu saat di ladang raspberry adalah salah satu cara ibu mengajar saya. Meskipun saya tidak menyadarinya saat itu. Ibu saya tidak selalu bertujuan mengajar apa pun kepada saya. Caranya mengajar adalah menunjukkan kepada saya cara melakukan banyak hal, khususnya saat kami bekerja bersama memetik raspberry selama musim panas.

  • Berikut adalah lima hal yang dia ajarkan selama kami memetik raspberry:

  • Selesaikan tugas dari awal sampai akhir

  • Menyelesaikan memetik raspberry tidak berhenti di tengah barisnya, tidak pula hampir di akhirnya. Memetik sampai akhir barisnya adalah penyelesaian tugas. Kami berhenti secara berkala untuk istirahat dan dengan hati-hati menuangkan berry ke keranjang hijau kecil, tetapi tidak pernah berhenti sampai seluruh ladang telah dipetik hari itu.

  • Selalu selesaikan tugas dengan baik

  • Kebanyakan ibu sangat fanatik dengan memastikan Anda menyelesaikan tugas dengan baik, dan melakukannya dengan baik. Dia ingin memastikan Anda menyelesaikan tugas dengan tepat dan cakap. Ketika Anda memetik raspberry, Anda harus selalu memetik yang telah masak, yang mana bukanlah tugas yang mudah karena banyak dari berri tersembunyi di balik daun, di dalam semak, dan terletak di bagian paling bawah pada cabang yang tergantung. Selama bertahun-tahun, ibu saya menunjukkan kepada saya bagaimana mengangkat cabang hati-hati dengan sarung tangan kulit dengan tangan kiri dan tangan kanan memetik. Saya masih bisa mendengar suara ibu saya, mengatakan: “Darrel, menunduklah sedikit dan petik buah besar itu yang tersembunyi, bergantung di dahan yang lebih rendah.”

  • Tinjau ulang pekerjaan yang telah Anda lakukan untuk memastikan Anda melakukannya dengan tepat

  • Tampaknya sering, Anda harus melihat ke belakang pekerjaan yang Anda telah lakukan untuk memastikan Anda telah mengikuti langkah yang tepat, atau melihat pekerjaan dari sudut yang berbeda. Melihat hanya dengan satu cara tidak akan selalu memberikan Anda sudut pandang yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tugas Anda. Memetik raspberry tidak berbeda. Sewaktu selesai, kami berjalan mundur perlahan melalui baris yang kami baru petik sehingga kami dapat meninjau ulang yang telah kami kerjakan—-menjangkau dan memetik satu berri yang terlewatkan. Melainkan yang saya lewatkan. Perkataan ibu saya, “Kerja bagus,” tidak pernah gagal memberi saya perasaan yang baik hari itu.

  • Advertisement
  • Bekerja bersama karena itu lebih menyenangkan

  • Peribahasa kuno “Banyak tangan membuat kerja lebih ringan,” adalah kebenaran yang sederhana. Bekerja bersama tidak saja menjadikan kerja lebih mudah, itu juga menjadikan keluarga lebih erat. Apa yang saya paling nikmati adalah bekerja di sebelah ibu saya. Kadang-kadang kami berbicara mengenai apa saja, sering kali hal yang tidak penting. Kami sering membuat kontes siapa yang memetik raspberry yang paling besar. Pemenang bukanlah tujuannya. Adalah bekerja bersama sebagai sebuah tim, menyelesaikan sebagai tim, dan saling bersenang-senang.

  • Membantu orang lain menyelesaikan tugas mereka

  • Mungkin, membantu orang lain dengan pekerjaan adalah konsep yang paling penting yang dalam pembelajaran saya. Ketika Anda bekerja dalam tim, bekerja bersama menuju gol yang sama merupakan yang paling penting dalam membawa proyek terlaksana dengan berhasil. Memetik raspberry berarti bekerja sebagai tim. Sementara kami memiliki baris kami masing-masing, kami sesungguhnya bekerja sama. Ibu saya biasanya mengalahkan saya untuk mencapai akhir baris dari raspberry. Dia akan berbalik ke sisi saya dan bekerja bersama saya. Tetapi saya menyangka bahwa kadang-kadang dia akan melambatkan kerjanya untuk melihat apakah saya akan melakukan yang sama yang dia lakukan. Jika saya selesai sebelum dia, yang memang jarang, saya mulai bekerja di sisinya dan memetik bersamanya. Itu tidak membuat saya repot karena membantu, dan saya terus melakukannya.

  • Seringkali kita belajar hal dari ibu kita yang tidak kita sadari pada awalnya. Hanya ketika kita melihat ke belakang pada situasi yang terjadi kepada kita, “Hei, saya sebenarnya belajar sesuatu dari peristiwa itu.” Sekarang, sewaktu saya melengkapi peristiwa itu, saya menyadari bahwa saya secara pribadi memperoleh keuntungan dari memetik raspberry di pagi hari bersama ibu saya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Sandiakira L. Pagalla dari artikel asli "Learning from mothers: Using the raspberry patch to teach and learn" karya Darrel L. Hammon.

Baca, hidupkan, bagikan!

Berasal dari Idaho, Darrel Hammon adalah penyuka kegiatan outdoor. Gemar berkebun dan hal-hal yang berbau alam. Anda bisa mengenal Darrel lebih jauh dengan mengunjungi blog nya di darrelhammon.blogspot.com.

Belajar dari Ibu: Menggunakan Ladang Kecil Raspberry untuk Mengajar dan Belajar

Para ibu dapat menjadi cerdik saat mengajar. Syukurlah. Kebanyakan ibu tidak akan duduk bersama anak mereka dan mengatakan “OK, saya akan mengajar kamu, nak. Sekarang ambilah pensil dan buku dan catatlah.”
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr