Bagaimana Facebook Dapat Merusak Kesehatan Mental

Bila Anda seseorang yang gemar main Facebook, Anda mungkin pernah mengalami rasa kesal, senang atau frustrasi dengan media sosial ini. Tetapi tahukah Anda, selain hal-hal tadi, Facebook dapat merusak kesehatan mental Anda?

3,541 views   |   1 shares
  • Siapa yang tidak kenal Facebook? Suka atau tidak suka, media sosial ini dikenal oleh milyaran orang di dunia. Bila Anda seseorang yang gemar main Facebook Anda mungkin pernah mengalami rasa kesal, senang atau frustrasi dengan media sosial ini. Tetapi tahukah Anda, selain hal-hal tadi, Facebook dapat merusak kesehatan mental Anda? Mengapa dan bagaimana menanggulanginya?

  • Obsesi

  • Bila Anda membuka Facebook puluhan kali setiap hari, muka Anda terbenam di smartphone setiap saat, berarti Anda terobsesi dengan Facebook. Hal ini saja sudah mengganggu hidup Anda. Bagaimana kalau Anda sedang menyeberang jalan dan mata Anda tertuju ke Facebook sehingga tidak melihat mobil melaju ke arah Anda? Banyak pekerja yang tidak peduli berapa kali mereka diperingatkan untuk tidak menggunakan ponsel pada jam kerja. Masih saja mereka mencuri-curi memegang ponsel dan membuka-buka situs atau mengirim serta membaca pesan. Padahal ancamannya tiga kali terpergok akan dipecat. Mereka lebih mementingkan Facebook daripada pekerjaan yang merupakan mata pencaharian penunjang kehidupan keluarga mereka. Tidak ada yang tidak bisa ditunggu sampai jam kerja Anda selesai. Bila ada sesuatu yang genting mereka akan menghubungi Anda lewat telepon perusahaan karena telepon Anda dalam keadaan tidur.

  • Paranoid

  • Ada seseorang yang menjadi paranoid gara-gara Facebook. Mulanya orang itu mengetik dan membaca pesan teman-teman secara biasa saja. Namun karena ada beberapa orang yang tidak disukainya di Facebook, dia kemudian menafsirkan setiap perkataan orang-orang itu secara negatif. Dia menganggap bahwa semua tulisan itu ditujukan kepada dirinya. Setiap pembicaraannya berkisar tentang hal-hal itu. Sampai-sampai dia merasa bahwa perbuatannya diamati oleh "musuh-musuhnya" karena apa yang mereka bicarakan selalu menyangkut sesuatu yang dilakukannya. Dia mencari-cari kamera tersembunyi yang mungkin dipasang melalui Facebook. Dia tidak bisa tidur, jiwanya terganggu oleh apa yang dibacanya di Facebook. Akhirnya dia menerima nasihat agar dia menutup akunnya dan jangan membuka Facebook lagi. Sejak itu rasa paranoidnya hilang dan hidupnya kembali tenteram.

  • Rasa iri

  • Adalah kebiasaan kita untuk memasukkan sesuatu yang kita anggap penting di Facebook. Tidak heran kita melihat seorang teman memasang foto pemandangan alam yang sedang dia nikmati, berpose dengan mobil barunya, membanggakan anaknya yang lulus perguruan tinggi atau memasang foto cucu-cucunya. Kita tidak bermaksud menyinggung perasaan teman yang tidak mampu jalan-jalan, yang tidak punya mobil, atau yang belum menikah. Tetapi namanya manusia, kadang-kadang tentu timbul perasaan iri terhadap keberhasilan seseorang. Apakah rasa iri ini terkendali atau menggerogoti hati Anda? Rasa iri yang terkendali dapat membantu menggugah ambisi dan hasrat Anda untuk maju. Tetapi rasa iri yang menggerogoti jiwa Anda harus cepat-cepat disingkirkan karena dapat membuat Anda menderita dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Mungkin lebih baik Anda matikan akun Anda untuk sementara atau selamanya.

  • Advertisement
  • _Stalking_

  • Mungkin Anda menyukai seseorang yang mempunyai akun di Facebook. Tanpa diketahuinya Anda terobsesi dengannya. Selalu membaca apa yang dia tulis atau pasang di media sosial ini. Anda membuat akun palsu untuk mengikuti postingnya dan Anda berusaha berteman dengan teman atau kerabatnya supaya Anda dapat membaca setiap hal yang ditulisnya. Tentu saja tanpa curiga teman atau kerabat orang itu menerima permintaan Anda untuk berteman. Pernahkah Anda melakukan hal ini? Hati-hati Anda mempunyai kecenderungan menjadi stalker alias orang yang selalu mengamati gerak-gerik seseorang tanpa diketahui orang itu. Lebih baik Anda matikan akun palsu itu dan berusaha berteman dengannya secara terang-terangan. Bila dia tidak menerima permintaan Anda berarti dia tidak menyukai Anda dan jadikanlah itu peringatan bagi Anda untuk tidak mendekatinya lagi.

  • Nikmatilah Facebook seperti Anda menikmati majalah. Anda baca, Anda tulis komentar, pasang foto, lalu Anda tutup. Janganlah membiarkan kegiatan ini memakan sebagian besar waktu Anda. Bersyukurlah Anda dapat menemukan teman-teman lama yang mungkin sudah lama terlupakan bila tidak ada Facebook. Berbahagialah atas teman-teman yang Anda miliki dan atas keberhasilan mereka, serta berdukalah bersama mereka ketika mereka mengalami kesusahan atau musibah.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Bagaimana Facebook Dapat Merusak Kesehatan Mental

Bila Anda seseorang yang gemar main Facebook, Anda mungkin pernah mengalami rasa kesal, senang atau frustrasi dengan media sosial ini. Tetapi tahukah Anda, selain hal-hal tadi, Facebook dapat merusak kesehatan mental Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr