Saat Anak Anda Pergi Mendahului Anda

Kematian adalah misteri kehidupan. Tidak seorang pun tahu kapan waktu itu akan datang. Bila hal itu merenggut seseorang yang Anda kasihi, bersikaplah secara alami dan terkendali. Tekadkan diri Anda bahwa suatu hari Anda akan berkumpul kembali.

12,789 views   |   9 shares
  • Ada banyak kenangan indah tidak terlupakan dialami bersama orang terkasih yang telah pergi mendahului Anda. Masa-masa manis itu senantiasa terpateri di dalam sanubari Anda yang ditinggalkan. Dan biasanya orang tua yang mengalami peristiwa ini merasa "dunia seakan runtuh" pada saat itu. Karena perasaan sedih dan kehilangan yang begitu besar. Tidak ada lagi gelak tawa dan berbagi cerita yang selama ini sering dilakukan. Seorang ibu akan berandai-andai "Ah, bila saya bersamanya hal itu tidak akan terjadi" atau "Mengapa hal ini harus terjadi dalam hidup saya?" Itulah perasaan yang berkecamuk di dada mereka yang ditinggal anaknya.

  • Seperti terjadi 'kiamat kecil'

  • Menangislah sepuasnya saat dia pergi mendahului Anda. Dengan begitu Anda akan segera merasa siap memasuki fase untuk menerima 'kiamat kecil 'yang tengah menimpa Anda dan keluarga. Menangis memang menjadi salah satu cara yang dapat Anda lakukan guna menghilangkan duka yang menyesakkan dada. Orang tua mana yang hatinya tidak merasa hancur saat buah hatinya harus pergi terlebih dahulu menghadap sang Khalik? Untuk meluapkan rasa sesak yang ada di dada, menangislah, dengan begitu beban akan jauh berkurang.

  • Dukungan keluarga

  • Pada saat inilah dukungan keluarga sangat dibutuhkan guna membantu meringankan beban kesedihan. Jangan pernah Anda berucap kepada yang orang kehilangan kata-kata "Sudah yang tabah ya, jangan menangis terus!" Adalah baik bagi orang yang sedang kehilangan untuk menangis karena itu salah satu cara menerima keadaan yang menimpanya. Kehilangan seorang anak menjadi cobaan yang berat bagi mereka karena telah terjalin ikatan emosi antara orang tua dan anak. Rasa ikhlas menerima kondisi dan cobaan akan tergantung bagaimana Anda menghadapinya. Jalan yang terbaik selain dukungan dari keluarga, Anda pun harus menyadari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa adalah baik bagi setiap anaknya.

  • Fase pengingkaran atas kejadian ini

  • Dalam kondisi ini, Anda akan menyalahkan siapapun karena masih timbul rasa penyesalan atas apa yang telah terjadi. Beragam pertanyaan akan menyerbu dalam pikiran Anda. Pada hari-hari pertama perasaan menyangkal akan hadir dalam benak Anda "Kok dia tega meninggalkan saya?" Sering kali sang ibu akan berkata anak itu masih memiliki impian dan cita-cita yang belum tercapai. Rasa tidak percaya atas kepergiannya membuatnya frustasi karena anaknya harus meninggalkan dunia ini dengan segala keceriaan yang dimilikinya.

  • Masa ingin marah atas apa yang terjadi

  • Advertisement
  • Rasa penyesalan ingin marah kepada diri sendiri karena tidak melakukan yang terbaik. Bahkan timbul pertanyaan "Kenapa Tuhan mengambil dia begitu cepat dari kehidupan ini?", "Seharusnya saya bisa mendampinginya ketika dia sakit" atau "Seandainya saat itu saya bisa merawat dan membawanya segera ke dokter pasti hal itu tidak terjadi padanya dan dia akan sembuh sehat seperti sedia kala." Bila kepergiannya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, muncul pemikiran "Mengapa saya membiarkannya pergi sendiri?" Perasaan kecewa Anda berbaur dengan kesedihan. Hal ini adalah hal yang lumrah dan harus disikapi secara bijak, tetapi jangan sampai berkepanjangan. Kesadaran pribadi harus Anda miliki atas rasa kehilangan ini walaupun pahit rasanya tapi harus diambil sisi baiknya dalam pengalaman hidup ini.

  • Masa penerimaan dan pasrah dengan apa yang telah terjadi

  • Setelah melewati masa-masa yang begitu sulit dilalui hingga mungkin Anda sampai mengalami depresi akhirnya masa penerimaan ini pun akan terjadi. Untuk sampai pada masa penerimaan atas kehilangan anak memerlukan waktu yang panjang. Rasa ikhlas dari dalam diri Anda untuk menerima apa yang terjadi dan kesadaran yang mendalam bahwa kepergiannya adalah yang terbaik baginya. Memang inilah yang harus dihadapi dan dijalani. Dengan demikian Anda bisa bangkit lagi dalam melanjutkan hidup yang normal seperti sebelumnya. Tidak mudah untuk menjalaninya, tetapi Anda harus maju terus untuk menata kehidupan selanjutnya tanpa kehadiran buah hati Anda.

  • Kematian adalah misteri kehidupan. Tidak seorang pun tahu kapan waktu itu akan datang. Bila hal itu merenggut seseorang yang Anda kasihi, bersikaplah secara alami dan terkendali. Tekadkan diri Anda bahwa suatu hari Anda akan berkumpul kembali dengan anak yang telah pergi. Harapan ini yang akan membuat Anda terus hidup dan maju untuk kebahagiaan di masa yang akan datang setelah kehidupan ini.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Saat Anak Anda Pergi Mendahului Anda

Kematian adalah misteri kehidupan. Tidak seorang pun tahu kapan waktu itu akan datang. Bila hal itu merenggut seseorang yang Anda kasihi, bersikaplah secara alami dan terkendali. Tekadkan diri Anda bahwa suatu hari Anda akan berkumpul kembali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr