Bagaimana Ketika Remaja Menjadi Stres

Masa ini memang cukup merepotkan karena banyak hal yang berubah dari diri kita mulai dari fisik, emosional, pola hidup, dan lain sebagainya. Sebenarnya stres dapat berdampak buruk atau baik tergantung bagaimana remaja menyikapinya.

2,687 views   |   6 shares
  • Semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami stres. Tidak hanya orang dewasa yang bisa mengalami stres, tetapi remaja juga bisa mengalaminya. Masa remaja atau pubertas adalah masa transisi antara masa anak ke masa dewasa yang mana mau tidak mau kita harus melewatinya. Dahulu seseorang dikatakan remaja jika ia telah menginjak usia 15-18 tahun tetapi sekarang umur 11 tahun mungkin sudah mengalami pubertas, namun belum bisa dikategorikan orang dewasa karena ia masih belum mampu menghadapi dunia orang dewasa.

  • Masa ini memang cukup merepotkan karena banyak hal yang berubah dari diri kita mulai dari fisik, emosional, pola hidup dan lain sebagainya. Sebenarnya stres dapat berdampak buruk atau baik tergantung bagaimana remaja tersebut menyikapinya, seperti contoh seorang siswa yang mengikuti sebuah kejuaraan tertentu atau belajar untuk mendapat nilai yang baik. Saat masa remaja, peran orang tua sangat diperlukan untuk mengarahkan anak remajanya ke arah yang baik, agar mereka dapat mengatasi stresnya dengan baik. Orang tua juga harus mampu mengenali gejala-gejala stres yang mungkin muncul pada anaknya tersebut dan sesegera mungkin untuk membantu mereka menyelesaikan masalahnya.

  • Penyebab stres pada remaja

  • Penyebab stres pada remaja sangatlah beragam. Mulai perubahan fisik, emosi yang labil, perubahan hormon, hubungan dengan keluarga bahkan segala sesuatu yang berada di sekitarnya, entah itu aktivitasnya atau pergaulannya yang dapat berpotensi menjadi pemicu stres untuk mereka. Kebanyakan stres yang dialami oleh remaja berhubungan dengan dirinya dan temannya (bisa jadi percintaan remaja atau tindakan bullying), masalah dengan orang tua, dan masalah yang berkaitan tentang sekolah (ujian atau tugas sekolah). Setiap remaja akan menghadapi stres yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh tingkat emosional dan lingkungan pergaulan yang berbeda-beda pada setiap remaja. Memang tidak banyak remaja yang mau terbuka tentang masalahnya kepada orang tua terutama remaja laki-laki, entah itu karena mereka gengsi untuk menceritakan atau mungkin mereka lebih memilih untuk menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri.

  • Peran orang tua untuk menghadapi anak remajanya yang stres

  • Sudah tidak perlu ditanyakan lagi dalam masalah ini, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengatasi stres yang dihadapi oleh anak remajanya. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua:

    1. Untuk dapat mengatasi stres pada anak remaja Anda, coba cari tahu pemicu stres yang dihadapi oleh anak remaja Anda. Bagaimana Anda dapat membantu mengatasi stres pada mereka jika Anda sendiri belum tahu apa permasalahan yang sedang dihadapinya. Lakukan dengan memberi pertanyaan yang dapat memancing mereka untuk berbicara tentang masalahnya, lalu mulai untuk mendengarkan curahan hatinya. Jangan sekali-kali memotong dan memberikan pendapat saat mereka sedang berbicara. Itu akan membuat Anda menerima informasi yang tidak akurat atau salah mengartikan maksud pembicaraan mereka. Dan hal itu juga dapat membuat mereka enggan berbagi keluh kesah kepada Anda.

    2. Langkah berikutnya adalah tanggapi hal tersebut dan jangan terburu-buru untuk memberikan solusi untuk masalahnya. Memberikan tanggapan ini adalah sebagai tindakan bahwa Anda memang memperhatikan apa yang mereka bicarakan dan sebagai bukti bahwa Anda menghargai mereka. Dalam memberikan tanggapan, usahakan jangan sampai Anda membuat perasaan mereka terluka atau tersinggung karena emosi seorang remaja saat sedang stres sangatlah sensitif dan juga labil.

    3. Setelah memberikan tanggapan, sekarang waktunya Anda memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Berikan solusi yang dapat mereka pahami dan lakukan oleh anak seumuran mereka. Jika Anda kesulitan dalam memberikan solusi yang dikarenakan permasalahan yang cukup serius, coba Anda untuk berkonsultasi kepada orang yang berpengalaman.

    4. Berikan asupan semangat dengan kata-kata yang positif kepada mereka. Berikan motivasi yang dapat mengembalikan mood dan semangat mereka kembali lagi. Cobalah untuk menghibur mereka agar mereka tidak terlalu memikirkan stres yang sedang dihadapinya seperti mengajak mereka untuk melakukan hal yang sangat mereka suka, mengajak untuk jalan-jalan, makan makanan kesukaannya, dan sebagainya. Perhatian dari Anda sangat mereka butuhkan untuk menjalani permasalahan yang mereka hadapi.

    5. Hal yang terakhir adalah doakanlah anak remaja Anda untuk dapat mengatasi setiap permasalahan (stres) yang sedang mereka hadapi di masa remajanya sekarang. Bimbing mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan saat mereka menghadapi masalah. Hal ini dapat memberikan ketenangan batin agar tidak terlalu gelisah.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

Bagaimana Ketika Remaja Menjadi Stres

Masa ini memang cukup merepotkan karena banyak hal yang berubah dari diri kita mulai dari fisik, emosional, pola hidup, dan lain sebagainya. Sebenarnya stres dapat berdampak buruk atau baik tergantung bagaimana remaja menyikapinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr