Motivasi dan Integritas

Dua kata besar ini akan menolong Anda mengenal hakikat kehidupan manusia. Segala yang kita impikan akan menjadi kenyataan dengan usaha. Tidak ada barang cuma-cuma.

1,662 views   |   1 shares
  • Pengantar

  • Anda mungkin ingin lancar berbahasa Inggris, kemudian Anda mulai mengikuti kursus-kursus yang ada, dan tidak lama kemudian ketika Anda harus mengerjakan PR dan menyediakan waktu untuk menghafalkan ini dan itu, maka Anda merasa tidak bisa lagi melakukannya, dan lain-lainnya. Anda mungkin pernah berdalih, "kalau saya mau, pasti saya sanggup menyelesaikannya," lalu Anda menjelaskan, "tapi saya tidak mau," seolah-olah Anda ingin meyakinkan diri bahwa situasinya masih dalam kendali Anda. Akhirnya Anda tidak berbuat apa-apa, Anda hanya mengikuti arus, dan biasanya Anda pun menjadi tidak puas dengan diri sendiri dan lingkungan Anda. Anda tahu bahwa Anda tidak memiliki motivasi, tetapi Anda takut gagal seperti yang sudah-sudah. Seandainya saja Anda tahu sifat alami hidup di dunia fana ini, Anda pasti akan bisa lebih tangguh dalam menghadapi tantangannya.

  • Uraian dalam Motivasi dan Integritas ini mungkin dapat menolong. Ini adalah dua kata besar yang perlu dijelaskan lebih dahulu sebelum bisa dilanjutkan.

  • Definisi

  • Bila Anda termotivasi untuk melakukan sesuatu maka Anda sudah memutuskan untuk melakukannya dan berusaha keras agar berhasil (Cobuild, Collins. English Language Dictionary). Ada tiga kata penting di situ, yaitu akarnya adalah memutuskan dan berusaha keras, dan buahnya adalah keberhasilan.

  • Nah, sekarang mengenai kata kedua yang juga tidak kalah besarnya, adalah integritas. Carol B. Thomas memberi definisi berikut,

  • "Integritas berarti melakukan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan; Anda menepati janji kepada diri sendiri" (Thomas, Carol B. "Integrity" Ensign, May 2000, 91).

  • Selanjutnya beliau mengatakan bahwa orang-orang dengan integritas gampang dilihat. "Mereka jujur. Mereka melakukan hal yang diminta [atau diidamkan] walaupun tak seorang pun sedang mengawasi…, dan menyelesaikannya... Mereka bertanggung jawab atas perbuatan mereka"

  • Kerja Keras

  • Keberhasilan seseorang dalam hidup ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diupayakan. Dr. Ron Jensen, seorang pakar pembimbing kehidupan menegaskan, "jika Anda ingin menjadi seseorang yang membuat perbedaan … Anda harus … proaktif dalam pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan Anda. Anda harus membuat segalanya menjadi kenyataan … dan tidak sekedar menunggu …" (Make A Life, Not Just A Living, Interaksara, 48).

  • Alexander Hamilton pernah berkata, "Mereka yang tidak memiliki pendirian akan hanyut oleh apa saja." (Those who stand for nothing fall for anything).

  • Advertisement
  • Potensi saja tidak cukup, Anda mesti memiliki kemauan baja untuk bisa memperoleh keberhasilan di dunia ini, karena itulah hakikat alami manusia fana, "… dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu …" .

  • "Gary Player memenangkan lebih banyak turnamen golf international melebihi siapapun pada zamannya (1950-an)… suatu hari dia mendengar seorang pengamat mengatakan kepadanya, "saya akan memberikan apa pun jika dapat memukul bola golf seperti Anda." … dan dia menjawab, "Tidak, Anda pasti tidak akan melakukan itu. Anda akan memberikan apa pun untuk dapat memukul bola golf seperti saya jika hal itu mudah. Tahukah Anda apa yang harus Anda lakukan untuk dapat memukul bola golf seperti saya? Anda harus bangun pada pukul 5 pagi setiap hari, pergi ke lapangan golf, dan memukul 1000 bola golf. Tangan Anda mulai berdarah, Anda berjalan ke arah klub, membersihkan darah dari tangan Anda, menempelkan plester, keluar, dan memukul 1000 bola golf lagi. Itulah yang dibutuhkan untuk dapat memukul bola golf seperti saya" (Dr. Ron Jensen. Make A Life, Not Just A Living. Interaksara, 59-60).

  • Integritas

  • Tokoh di balik perangkat elektronik yang sekarang menjadi rebutan jutaan orang tidak meraih keberhasilannya dalam semalam dan tidak memiliki apa pun yang menunjangnya untuk memulainya. Jika bukan karena dia, maka sekarang kita tidak memiliki iPod, iPhone, iPad dan lain-lain. Hidup Steve Jobs tidak mudah; dia adalah anak yatim piatu yang dibesarkan oleh orang tua angkat dalam keluarga miskin. Dia tidak pernah menyelesaikan perguruan tinggi, dia DO setelah 18 bulan kuliah tanpa tujuan. Selama kuliah dia numpang di rumah teman dan tidur di lantai pondokannya, dia mengembalikan botol dan kaleng bekas minuman untuk mengumpulkan uang makan dan antri untuk mendapatkan makanan gratis di tempat orang-orang tunawisma.

  • Kalau waktu itu Anda ada di sana, dan menyaksikan anak remaja ini, tentu dalam hati Anda akan berpikir bahwa dia adalah seorang pecundang. Masa depannya pastilah gelap.

  • Rupanya dia diam-diam memiliki 'mimpi' untuk mendirikan perusahaan tehnologi terbesar di planet ini. Dia dan teman-temannya membangun 'perusahaan' impian mereka di garasi orang tuanya dengan tanpa memiliki uang sepeser pun. Kisah selanjutnya tentang bagaimana dia berhasil membuat impiannya menjadi kenyataan dan merubah komunikasi dunia, dapat dibaca dalam biografinya. Tetapi yang saya ingin tegaskan di sini adalah selama perjuangan merealisasi mimpi mereka, Steve Jobs dan teman-temannya menjaga integritas diri mereka.

  • Advertisement
  • Mereka selalu hidup dalam ketiadaan. Mereka tidak berusaha mencari jalan pintas agar dapat hidup lebih baik. Mereka rela makan di tempat tunawisma daripada mencuri misalnya.

  • Kalau Anda sedang menganggur dan tinggal di rumah kos yang kumuh, atau sedang bekerja tetapi tidak mendapatkan upah yang cukup, atau ingin sekolah ke luar negeri tetapi tidak pernah lulus tes TOEFL, atau tidak ada tabungan, pikirkan Steve Job. Seharusnya Anda bersikap seperti Steve Jobs juga bila ingin sukses, selalu menjaga integritas diri, menjaga diri Anda tetap bersih dari polusi dunia sekalipun tanpa ada yang mengawasi. Daripada mempertanyakan mengapa saya menderita, berkatalah, "memang keadaan saya tidak baik, tetapi kesialan ini akan membuat diri saya kuat".

  • Di samping integritasnya, motivasinya yang sangat besar sanggup memandang situasinya dengan pandangan positif. Cara pandang semacam itu disebut oleh Jay E Jensen, seorang sarjana ilmu pendidikan sebagai "Pandangan Kekal," suatu cara pandang yang tidak sekadar memuaskan kebutuhan sekarang yang mendesak tetapi justru memikirkan jauh ke masa depan (Jensen, Jay E. "Keep An Eternal Perspective" Ensign, May 2000, 37).

  • Banyak di antara kita terlalu melihat "kenyataan" dan meninggalkan "mimpi." Kaum muda tidak boleh berhenti ber"mimpi." Meskipun kenyataan mengatakan bahwa Anda miskin, bahasa Inggris Anda jelek, nilai rapor Anda pas-pasan, Anda jangan berhenti bermimpi misalnya, untuk kuliah di luar negeri kalau memang itu keinginan Anda.

  • Penutup

  • Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan akan masa depan kita, sebaliknya kita memiliki setiap alasan untuk bersukacita.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Motivasi dan Integritas

Dua kata besar ini akan menolong Anda mengenal hakikat kehidupan manusia. Segala yang kita impikan akan menjadi kenyataan dengan usaha. Tidak ada barang cuma-cuma.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr