Dan Jika Semua Teman Kamu Lompat ke Jurang?

Anak-anak di mana pun mengucapkan ulang pernyataan ini, “Tapi Bu! Semua teman saya...” Anda isilah titik-titik itu.

880 views   |   shares
  • “Tapi Bu!” putri 16 tahun saya, Erin, merengek, “Semua teman saya punya mobil ketika mereka berusia 16!” Di situlah garis fatal yang SELALU dimulai dengan, “Semua teman saya...” isilah titik-titik dengan:

    • Menindik hidung

    • Memiliki tato

    • Memiliki mobil

    • Main yang penuh kekerasan sepanjang malam

  • Dr. Jay Giedd, seorang ahli saraf menjelaskan bahwa kita tidak dapat mengharapkan anak remaja untuk berpikir dengan jelas karena otak mereka belum sepenuhnya berkembang. Apa yang saya pikir dia katakan adalah jika anak remaja tampak gila, itu karena mereka baru punya setengah otak.

  • Dia menjelaskan, “Lekukan yang menonjol sering disebut Direktur Utama, atau pemimpin eksekutif dari otak. Itu melibatkan hal seperti merencanakan dan membuat strategi dan mengorganisasi, mencetuskan perhatian dan menghentikan dan memulai dan mengubah perhatian....

  • “Saya pikir bahwa [dalam sepuluh tahun] bagian dari otak yang membantu organisasi, perencanaan, dan membuat strategi belum selesai dibangun ... bukan berarti bahwa remaja bodoh atau tidak mampu bertindak. Ini tidaklah adil untuk mengharapkan mereka untuk memiliki tingkat dewasa dalam keterampilan mengorganisasi atau membuat keputusan sebelum otak mereka selesai dibangun...”

  • Jadi, mengetahui bahwa remaja kita setengah matang, mengapa kita masih terkejut ketika mereka meminta kita hal-hal yang aneh? Seperti ketika putri saya Erin menjelaskan dengan baik betapa saya adalah ibu yang tidak perhatian karena saya tidak membelikannya mobil SUV yang baik untuk dia di ulang tahunnya yang ke-16.

  • Jadi mengapa saya merasa bersalah? Mengapa saya merasa seperti, mungkin dia benar? Mengapa saya ingin membuat semua impiannya terwujud? Mengapa saya tetap membayangkan wajah bahagianya di ulang tahun 16 tahunya sewaku dia berteriak, “Oh bu, ibu adalah ibu terbaik di seluruh planet. Sekarang saya akan membersihkan kamar saya tiap hari, saya tidak akan berteriak kepada ibu lagi atau mengantar ibu ke toko jam 2 pagi jika perlu. Sekarang saya sangat mencintaimu!”

  • Untungnya saya telah dengan luar biasa memanipulasi anak remaja saya dan tidak terlalu tua untuk tidak mengetahui alur ceritanya.

  • Saya tahu apa yang harus dilakukan. Saya telah belajar kalimat itu selama bertahun-tahun. Saya telah terbiasa dengan itu ribuan kali untuk mengikuti kalimat yang dimulai dengan, “Semua teman saya...” Ini dia—dengar dengan cermat:

  • Advertisement
  • “Oh sayang, betapa saya harap saya bisa...(isilah titik-titik ini)... Jika uang dapat dipetik seperti daun, saya akan...(isilah titik-titik).”

  • Saya katakan, “Oh sayang, betapa ibu ingin membelikanmu Mercedes! Jika uang dipetik seperti daun, saya akan membelikannya untukmu.” Lalu saya biarkan hal itu mengambang di udara. Itu tidak berhasil. Dia tak menyerah!

  • Namun masih...omelan permintaan kecil untuk dikasihi menuntun saya pada mobil 20 juta. Akhirnya saya berbicara kepada suami saya. Saya berkata, “Suamiku, cintaku, semua orang tua yang baik membelikan putrinya mobil. Jika tidak, kita akan ditertawakan orang-orang di lingkungan kita seperti anak kita harus numpang dengan para pemabuk dan pencandu obat untuk pergi ke mana-mana.” Lihat saya belajar dari yang terbaik, anak 16 tahun saya. Untungnya suami saya pernah menikah sebelumnya dan mengetahui maksud saya.

  • Dia berkata, “Oh sayang, jika saya mampu membelikan putri kita mobil, saya akan belikan. Jika uang bukanlah masalahnya, saya akan beli hari ini. Syukurnya saya punya 20 juta dan bisa membeli mobil bekas dan saya akan membelikan dia mobil, hanya saja itu bukan Mercedes. Tapi itu cukup baik, kamu akan lihat.” Dia tersenyum dan hari itu membawa pulang sebuah mobil 20 juta yang tua.

  • Cerita Erin

  • Hari saat ayah saya membawa pulang mobil tua itu, hidup saya berakhir. Mati. Tidak akan pernah saya akan mengedarai mobil itu. Tidak pula saya ingin itu ada di jalan! Seseorang akan melihatnya! Jadi saya dengan penuh kasih mengatakan kepada orang tua saya, yang telah menunggu dengan penuh perhatian: Saya benci kamu. Pergi dan membanting pintu.

  • Saya mencoba memahami mereka, coba meminta hal lain, namun dengan segera tampaknya mereka tidak memberikan apa yang saya minta. Saya akan katakan: Bu, saya akan berkencan dan ingin pinjam mobilmu. Tanggapannya sederhana menunjuk pada kotak tempat kunci mobil seraya berkata, “Sayang, kamu punya mobilmu sendiri.”

  • Akhirnya saya menyerah dan mengendarai mobil tua itu ke sekolah. Saya membayar asuransinya tiap bulan, yang mana tidak banyak. Ketika saya tiba di sekolah tiba-tiba banyak teman yang ingin numpang. Saya berkendara dari satu tempat dari kota kecil kami ke tempat lain untuk mengantar “teman” saya. Mobil ini boros. Segera saya minta uang lebih untuk perawatan. Saya mulai menyadari, bahwa ayah saya jenius. Dia memberikan saya mobil yang dapat saya perbaiki dengan bantuannya, tidak ada belanja aksesoris mobil yang mahal untuk saya! Saya mulai berhati-hati dengan uang saya dan lebih sedikit khawatir mengenai mengendarai mobil saya. Itu tidak berarti saya akan dengan senang hati mengambil kunci dan pergi berkencan, tapi untuk jalan-jalan keliling kota masih tidak apa-apa.

  • Advertisement
  • Kami mulai membuat lelucon mengenai mobil tua itu di rumah. Lalu pada suatu pagi saya ke luar untuk memanaskan mobil, dan mobil itu tidak ada. Saya bertanya kepada ayah di mana dia memindahkannya. Kami kemudian menyadari bahwa itu dicuri. Kami sangat sedih. Petugas di telepon bingung. Kami memberitahu dia, Anda akan paham jika Anda menemukannya. Tentu saja beberapa jam kemudian polisi menelpon kami seraya tertawa dan mengatakan bahwa mobil ditemukan, di kota lain. Polisi berteori bahwa ketika matahari terbit dan pencuri menyadari apa yang mereka kendarai dan meninggalkannya untuk mencari model yang baru.

  • Saya belajar hal yang berharga dari orang tua saya, satu pelajaran yang tidak pernah saya lupakan. Anda telah belajar menghargai apa yang Anda punya untuk menjadi benar-benar bahagia. Bahkan jika itu adalah sebuah mobil tua.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Sandiakira L. Pagalla dari artikel asli "And if all your friends jumped off a cliff ...?" karya Shannon Symonds & Erin Oscarson.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Shannon and Erin are a mother and daughter with lots of children and Utah and Oregon roots.

Dan Jika Semua Teman Kamu Lompat ke Jurang?

Anak-anak di mana pun mengucapkan ulang pernyataan ini, “Tapi Bu! Semua teman saya...” Anda isilah titik-titik itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr