8 Alasan Mengapa Anda Masih Melajang

Tanpa disadari, kita akan bertanya kepada diri sendiri, apalagi jika kita sudah di atas 30 tahun, mengapa saya masih melajang?

38,877 views   |   44 shares
  • Sering kali kita bertemu dengan orang-orang yang melajang atas pilihan mereka sendiri, tetapi ada juga orang-orang yang melajang karena keadaan yang memaksa mereka tetap melajang, misalnya tuntutan pekerjaan atau keterbatasan ekonomi. Atau mungkin salah satu dari orang-orang itu adalah diri kita sendiri. Tanpa disadari, kita akan bertanya kepada diri sendiri, apalagi jika kita sudah di atas 30 tahun, "Mengapa saya masih melajang?"

  • Pertanyaan yang selanjutnya dapat kita ajukan kepada diri sendiri adalah "Apa saja tantangan internal yang harus saya atasi?" Berikut ini adalah beberapa penyebab Anda masih melajang sebagaimana dikutip dari artikel Why Am I Still Single? 8 Reasons People Often Stay Single.

  • 1. Pembelaan diri

  • Kebanyakan orang pernah terluka dalam hubungan interpersonal. Seiring waktu dan pengalaman menyakitkan, kita semua berisiko membangun berbagai tingkat kepahitan dan menjadi terlalu melindungi diri sendiri. Misalnya, apabila Anda dibesarkan oleh orang tua yang terlalu acuh atau dingin, Anda mungkin bertumbuh besar merasakan rasa tidak percaya pada hubungan. Anda mungkin merasa curiga pada orang-orang yang terlalu banyak mencurahkan perhatian kepada Anda dan malah mencari hubungan yang mirip dengan hubungan masa kecil Anda yaitu mencari pasangan yang cuek atau tidak perhatian.

  • 2. Rasa ketertarikan yang tidak sehat

  • Rasa takut untuk mengubah perspektif negatif yang kita kembangkan tentang diri kita sendiri sejak kecil menjadi perspektif yang lebih positif membuat kita merasa tidak nyaman. Anda mungkin akan menghakimi diri sendiri dengan berkata, "Kamu pikir siapa? Kamu tidak begitu hebat!" Rasa takut ini dapat membuat Anda bertahan dalam hubungan yang tidak sehat atau merasa tertarik kepada orang yang tidak layak mendapatkan Anda karena itu sesuai dengan perspektif negatif tentang diri sendiri, yang lama kelamaan semakin terasa nyaman dan familier meskipun menyakitkan.

  • Advertisement
  • 3. Takut intimasi

  • Pada kenyataannya, kebanyakan orang hanya dapat menoleransi tingkat kedekatan tertentu. Kita cenderung menjaga jarak dan mencegah orang lain untuk memasuki kehidupan kita. Sebagai akibatnya, dalam tingkat yang lebih pribadi dan mendalam, kita sebenarnya tidak menginginkan cinta yang kita pikir kita inginkan.

  • 4. Terlalu pilih-pilih

  • Banyak wanita berpikir, "Tidak ada pria baik-baik di luar sana" atau "Semua pria baik sudah menikah." Sedangkan banyak pria berpikir, "Anda tidak pernah bisa memercayai wanita" atau "Wanita hanya ingin memanfaatkan Anda." Kita mungkin memiliki pengharapan tidak realistis untuk kekasih idaman atau hanya berfokus pada mencari kekurangan orang lain bahkan sejak pertama kali bertemu. Ketika kita melihat dunia dari perspektif kurang percaya seperti ini, kita cenderung akan mencoret potensi kekasih bahkan sebelum memberikannya kesempatan untuk mendekati kita.

  • 5. Kurang percaya diri

  • Kita semua memiliki suara batin yang membisikkan hal-hal negatif tentang diri sendiri yang berkata bahwa kita terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu tua, terlalu jelek, atau terlalu berbeda. Ketika kita mendengarkan suara ini, kita akan cenderung mendorong orang untuk menjauhi kita. Banyak orang kesulitan meninggalkan rumah ketika mereka sedang merasa tidak percaya diri, apalagi menempatkan diri mereka dalam situasi di mana mereka dapat bertemu potensi kekasih. Orang-orang seperti ini akan kesulitan melakukan kontak mata atau enggan melihat-lihat di sekeliling ruangan mencari potensi kekasih.

  • 6. Takut persaingan

  • Kurangnya rasa percaya diri menyebabkan rasa takut bersaing. Orang yang takut persaingan ketika bertemu dengan orang yang mereka sukai, akan berpikir, "Dia pantas menerima yang lebih baik daripada saya" atau "Waktu saya sudah habis, saya terlalu tua untuk ini." Rasa takut persaingan juga disebabkan oleh kekhawatiran apabila kita memenangkan persaingan dengan berpikir bahwa kita akan menyakiti perasaan orang lain yang kalah saing atau bahwa keberhasilan kita akan menimbulkan serangan dari pihak yang kalah. Anda perlu menyadari bahwa berkencan adalah persaingan. Memang menakutkan untuk mengambil kesempatan dan mengejar apa yang kita inginkan, tetapi ketika kita melakukannya, hasilnya akan setimpal dengan usahanya.

  • Advertisement
  • 7. Pengucilan dan rutinitas

  • Seiring dengan bertambahnya usia, manusia cenderung merasa semakin nyaman dengan dunia kecil mereka sendiri. Semakin banyak wanita dan pria modern yang sukses, berprestasi, dan mandiri sehingga merasa mereka baik-baik saja sendiri dan tidak membutuhkan orang lain sebagai pasangan hidup. Setelah seharian bekerja, akan lebih mudah untuk tinggal di rumah saja malam ini dan bersantai sendiri sambil menonton acara televisi favorit. Namun lama kelamaan rasa nyaman ini akan membuat Anda berpikir, "Saya seorang pecundang. Sendirian lagi di rumah. Saya akan terus sendiri seperti ini seumur hidup saya." Banyak kegiatan yang membuat kita merasa nyaman sebenarnya membuat kita merasa bersalah pada akhirnya karena kita cenderung menghindari mengejar apa yang sebenarnya kita inginkan dari kehidupan. Kita hendaknya mencoba berbagai kegiatan baru serta bertemu dan berkencan dengan beragam jenis orang untuk mengetahui lebih banyak tentang diri kita sendiri dan apa yang dapat membuat kita bahagia.

  • 8. Membuat aturan

  • Kita cenderung membuat aturan berkencan bagi diri sendiri berdasarkan kegagalan percintaan di masa lalu. Adalah penting untuk tidak membuat aturan atau mengikuti aturan main orang lain ketika memasuki suatu hubungan. Ketika kita berhenti mengambil risiko, kita mengurangi peluang kita bertemu seseorang yang berpotensi menjadi kekasih kita. Di sisi lain, tetap terbuka dan bersikap jujur akan menuntun kita menemukan hubungan yang lebih nyata dan berarti.

  • Mencari cinta memang bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi Anda tetap harus melakukannya. Penting bagi kita untuk meninggalkan pola hidup yang selama ini menahan kita dari mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita tidak dapat terus melindungi diri kita dari dunia atau menghindari patah hati atau kekecewaan. Ketahuilah bahwa Anda memegang kendali besar atas takdir percintaan Anda dan Anda berhak mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

8 Alasan Mengapa Anda Masih Melajang

Tanpa disadari, kita akan bertanya kepada diri sendiri, apalagi jika kita sudah di atas 30 tahun, mengapa saya masih melajang?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr